Laman

Selasa, 10 November 2015

[FF] Gwenchana, I've met you (chapter 1)


#1

Cast :
Heo Youngji
Jackson Wang
BamBam
(cast yg lainnya kita temukan bareng-bareng, Ok!)

Genre : Romance

Rating : G


Nah, Aku mencoba lagi buat bikin FF walaupun FF.nya HyuZy belum tuntas ... hehehh *Plakkk
Aku masih belum mahir bikin FF, jadi dimaklumin ajac yaaaaaa ... N dalam FF ini, usia para cast lebih tua dari usia aslinya *5 tahun lebih tua
Oh.iya, aku terinspirasi dari drama Healer dan Hyde, Jackli, and me ... Jadi secara otomatis dalam FF ini akan ada beberapa potongan drama tsb yang hampir mirip *tenang, nggak akan sampai mirip kok ...
Sebelumnya aku minta maaf jikalau ada yg nggak suka
...


AUTHOR POV

Di malam yang sunyi dengan dinginnya angin berhembus yang diterangi sinar rembulan dan beberapa lampu jalan, seorang namja berjalan di jalan yang sunyi dengan sosoknya yang nampak suram. Namja itu berjalan menembus dinginnya malam, namun tiba-tiba dia mendengar sebuah suara yang mencurigakan, dia pun mencari asal suara itu dan betapa terkejutnya dia melihat seorang yeoja yang dicekik oleh seorang berpakaian hitam, dengan topi yang menutupi sebagian wajahnya. secara spontan namja itu menolong yeoja yang tercekik. Ia bertarung dengan sosok penjahat itu, (action time) mereka saling memukul dan menendang, namun namja baik itu berhasil melumpuhkan sosok penjahat dan membuat penjahat itu kabur dengan kekalahan.

Setelah penjahat tersebut kabur, namja itu berdiri menghampiri yeoja yang ia tolong.

" neo, gwenchana ? " Kata namja pada yeoja itu

" ne, gwenchana, gumawoyo. " Kata yeoja itu berterima kasih dengan masih panik dan takut.

" aniyo, tidak usah berterima kasih, ini memang kepribadianku. " Kata namja itu dengan senyum di wajahnya menghilangkan sosok suramnya tadi, " Kamu bisa pulang sendiri ? " lanjutnya.

" ne, gwenchana ... " Kata yeoja itu namun jelas terlihat dia tidak baik-baik saja.

" kalau begitu aku pergi ... " Kata namja itu dan berbalik hendak pergi namun sesuatu menghentikannya.

" aniya, aku tidak baik-baik saja, aku takut, kamu ... maukah kamu mengantarku pulang ? " Kata yeoja itu memegang tangan namja yang tadinya ingin pergi.

" ne, bangunlah, aku akan mengantarmu. " Kata namja itu sambil membantu yeoja itu pergi.


Mereka, berjalan dengan sunyi yang menemani, tak ada perbincangan di antara mereka.
10 menit berlalu ...

" neo ... terima kasih telah menolongku. " Kata yeoja itu membuka perbincangan.

" ne, ini memang kepribadianku, menolong. " Kata namja itu santai.
" kundae, siapa namamu ? " tanya yeoja itu.

" Jackson-imnida, Wang Jackson, neo ? " jawab namja yang bernama Jackson dan bertanya balik.

" Heo Youngji-imnida. " jawab yeoja yang bernama Youngji, " kamu orang Korea ? " lanjutnya.

" aniya, aku orang Hongkong, tapi aku di Korea sudah cukup lama. " Jawab Jackson.

" ya, tidak salah lagi, wajahmu tidak seperti orang Korea, tapi kamu cukup lancar bahasa Korea. " Jelas Youngji.

Mereka pun berjalan sekitar lima menit lagi dan Youngji tiba-tiba berhenti.

" wae ? apa ada yang sakit ? " tanya Jackson khawatir.

" aniya, hanya saja kita udah sampai di rumahku. " Jawab Youngji menunjuk rumahnya.

" oWw, kalau begitu masuklah dan istirahat, aku pergi dulu. " Kata Jackson dan hendak berlalu pergi tapi dihentikan oleh Youngji.

" Cangkamma ... Gumawoyo telah membantuku dan ... apakah kita bisa bertemu kembali ? ... aku ingin membalas kebaikanmu. " Kata Youngji sedikit ragu.

" gwenchana, kamu tidak perlu membalsnya dan kalau ditakdirkan bertemu kembali, kita akan bertemu, kalau begitu aku pergi. " Kata Jackson dan berlalu pergi.

Mereka saling memberi salam dengan membungkuk. Jackson berbalik pergi dan Youngji hanya melihatnya dengan pandangan datar. bersamaan dengan langkah kaki Jackson yang menjauh pergi dari Youngji, tatapan Youngji semakin lama tatapannya semakin kosong melihat kepergian Jackson dan akhirnya Youngji pinsan. 
Jackson mendengar sesuatu jatuh dan benar saja Youngji telah tergeletak di aspal tak sadarkan diri. Jackson dengan cepat menghampirinya dan mengangkatnya masuk ke rumah Youngji.


Youngji POV

Aku perlahan membuka mataku dan terasa kepalaku sangat pusing. Aku membuka mataku dan sangat aneh karena aku telah berada di kamarku, yang aku ingat seorang namja bernama Jackson mengantarku pulang setelah menolongku dan aku melihatnya pergi setelah sampai di pintu rumah, ingatanku terhenti disitu, aku tidak ingat bagaimana aku bisa masuk ke dalam rumah dan telah berada di kasurku. Pintu kamarku terbuka dan dibalik pintu itu seorang namja muncul, ya dia adalah Jackson.

" kamu sudah bangun ? " kata Jackson membuat Youngji tersadar sepenuhnya.

" kamu ... kenapa kamu disini ? " kataku heran.

" Kamu tidak ingat ? tadi saat aku sudah pergi kamu langsung saja tergeletak tak sadarkan diri, ini minumlah dulu agar kamu lebih baik! " kata Jackson sambil memberikanku secangkir teh.

" Aku pinsan ???? " kataku heran.

" ne, mungkin itu efek dari kejadian tadi. Apa sekarang kamu sudah baikan ? " katanya terlihat khawatir atau perasaanku saja.

" ne, gumawoyo, hari ini kamu sudah banyak membantuku. o.iya, berapa lama aku pinsang ? " kataku.

" sekitar 4 jam, kalau begitu aku pergi. O.iya, aku lihat kamu tinggal sendiri, beritahu temanmu untuk menemanimu, tidak baik jika kamu sendiri. " Katanya hendak pergi.

" cangkamma, mian ... tapi bagaimana kamu bisa masuk ke dalam rumahku ? " tanyaku heran karena dia bisa masuk ke dalam rumahku padahal dia tidak memiliki kunci rumahku.

" di dalam tas.mu ada kunci, jadi aku mencobanya dan untungnya itu adalah kunci rumahmu " katanya santai.

" owW, begitu ... " kataku masih ada sedikit keraguan.

" sudahlah ... aku pergi dulu, istirahatlah dan ingat telpon temanmu untuk menemanimu. " Katanya dan berlalu pergi.

" ne, gumawoyo dan mianhe aku tidak bisa mengantarmu keluar, aku masih pusing. " Kataku dan membungkuk memberi salam.



AUTHOR POV
Keesokan harinya

Pagi yang cerah di sebuah taman, Nampak seorang yeoja yang duduk di bangku taman sedang bermain dengan seekor anjing.

" Oi ... annyeong ... kamu baik-baik saja kan ? " kata Youngji sambil mengelus kepala anjing yang ia beri nama Oi.

Di taman itu Youngji hanya curhat dengan Oi, ya ... Youngji tidak memiliki teman, sebenarnya punya, hanya saja teman kerja, tidak seorang teman pun yang sangat dekat dengannya. 

" Oi, kamu tahu tidak, kemarin adalah hari terburukku, sepulang dari tempat kerja ... kamu tahu kan aku pulang sangat larut, sepanjang perjalanan pulang ke rumah adalah jalan yg gelap dan sepi, aku melihat seorang wanita tergeletak tak sadarkan diri di sudut jalan yang sepi, saat aku menghampirinya, wanita itu berlumuran darah, aku melihat perutnya tertusuk, saat aku memcoba menelpon rumahh sakit seseorang dari belakang menepuk pundakku, aku sangat takut untuk berbalik dan akhirnya aku langsung berlari pergi dan orang itu mengejarku, dia mengejarku dan berhasil menangkapku, dia mencengkram lenganku, aku memberontak, tapi dia langsung mencekikku, aku tidak memiliki kekuatan untuk melawannya, tapi untungnya seorang namja menolongku, namanya Jackson, dia bertarung melawan orang jahat itu. kamu tahu Oi, aku yakin orang yang mencekikku itu adalah pembunuh wanita itu. Aku sangat ketakutan dan Jackson dengan baik hati mengantarkanku pulang ... aku sempat pinsan dan dia membantuku lagi. " Curhat Youngji pada anjing yang ia anggap sebagai sahabatnnya sendiri.

" Guk ... Guk ... Guk " anjing itu menggonggong seolah bertanya pada Youngji.

" O.iya, benar juga ... bagaimana dengan wanita itu ? siapa yang menolongnya ya ? Haruskah aku melapor ke kantor polisi ? aaaaaaaa ... aku terlalu takut sehingga melupakan wanita itu, malang sekali nasibnya. " Kata Youngji frustasi dan seolah menjawab gonggongan Oi.

" aaaaaaaaa ... apa yang harus aku lakukan ???? " kata Youngji lebih frustasi lagi dan mengacak-acak rambutnya, " polisi pasti telah menemukan mayat wanita itu dan menyelidiki kasusnya ... ya, pasti begitu, aku tidak perlu terlibat. " Lanjutnya dan meyakinkan dirinya untuk tidak ikut campur.

Youngji kembali ke rumahnya, hari ini dia libur jadi dia hanya bermain di taman bersama Oi dan menghabiskan waktunya di rumah, itulah kebiasaannya. Youngji membawa Oi ke pemiliknya dan pulang ke rumah. Yups, Oi bukannya anjing liar, dia adalah anjing peliharaan hanya saja pemilik anjing itu sudah cukup tua dan tinggal di sekitar taman itu dan Youngji selalu meminta izin pemiliknya untuk bermain dengan Oi.


@Rumah Youngji
Sesampai Youngji di rumahnya, dia melihat seseorang  berdiri di depan pintu rumahnya.

" annyeongaseo ... ada perlu apa anda ke sini ? " tanya Youngji dan membungkuk memberi salam.

" annyeongaseo ... " sapa orang itu  membungkuk memberi salam, "apa anda Youngji-ssi ? Saya Seorang detektive ... " tanya orang itu dan menunjukkan tanda pengenalnya.

" ne, ada apa ? " tanya Youngji gugup.

" Begini, kemarini malam ada sebuah inside, seorang wanita telah ditikam di sebuah jalan sepi dan dari cctv  kami melihat anda berada di tempat kejadian. " Jelas detektive itu.

" ah, ne ... aku memang berada disana, aku hendak menelpon ke kantor polisi dan rumah sakit, tapi ada seseorang jadi aku kabur tapi dia mengejarku. " Jelas Youngji merasa takut.

" ya, kami melihatnya juga, tapi setelah itu kalian tidak terlihat lagi, apakah anda dapat mengenali orang itu ? " tanya detektive.

" dia menyerangku dan berusaha mencekikku, tapi untungnya ada yang membantuku, saat dia mencekikku aku merasa melihat wajahnya tapi aku tidak terlalu yakin. " jelas Youngji sedikit demi sedikit merasa lebih tenang.

" bisakah anda membantu penyelidikan kami, jika anda sudah yakin dan ingat dengan pelakunya tolong hubungi kami dan tolong datanglah ke kantor kami untuk memberi laporan dengan jelas. " tanya detektive itu dan berlalu pergi.


Youngji merasa lebih tenang dan masuk ke dalam rumahnya.

#Malam hari

Youngji keluar rumah hendak pergi ke toko serba membeli makanan, Kawasan tempat tinggal Youngji sangat sepi dan sunyi di malam hari. Youngji memberanikan dirinya keluar rumah dan setelah beberapa jauh perjalanan dia pun sampai di toko serba. Setelah membeli barang yang diinginkannya dia tinggal sekitar 15 menit di toko serba itu, duduk memakan sebagian makanan yg ia belli *taukan di toko serba Korea itu ada sebuah tempat khusus bagi pelanggang seperti tempat untuk makan disana, ok lanjut .....
Setelah selesai bersantai  Youngji pun pulang. Dalam perjalanan pun suasana sangat sunyi. Youngji merasa ada yang mengikutinya, dia pun berhati-hati.

#Disisi lain
Seseorang dengan berpakaian serba hitam dan memakai topi, sedang jalan di atap-atap rumah, dia tampak sangat mencurigakan, dia tampak berbicara denga seseorang tapi tak ada yang bersamanya. Terlihat ditelinga namja itu tampak sebuah headsate kecil dan ia sedang berbicara dengan seseorang yang nan jauh dibalik headsate itu *hehehhh maklumin lebay.nya ya ...

" aku sudah berhasil menyelinap masuk ke tempat orang itu dan mendapatkan barangnya. " kata namja itu.

"bagus oppa, kerjamu memang selalu sangat mulus. o.iya oppa, klien kita memberitahu kalau barangnya taruh saja di tempat yang telah disepakati dan tinggalkan. " kata suara dari headsate itu yang terdengar seperti suara yeoja.

" arrasso, aku sudah biasa melakukannya, tidak perlu memberitahuku. Apakah malam ini hanya tugas itu ? " tanya namja itu kesal.

" ne oppa, untuk malam ini hanya itu, pulanglah cepat, aku sudah menyiapkan ... " kata yeoja itu terpotong.

" cangkamma, kita sampai disini dulu. " kata namja itu dan langsung memutus komunikasi mereka.

Namja itu melihat sesuatu yang mencurigakan, dia melihat seorang yeoja diikuti oleh seseorang berpakaian hitam seperti dirinya dan nampaknya dia mengenal yeoja itu.

" Youngji-ssi ??? sepertinya lelaki itu lelaki yang kemarin. " kata namja itu dari atap pada dirinya sendiri. Ya, namja itu adalah Jackson dan yeoja yang ia lihat adalah Youngji.

Youngji terlihat sangat ketakutan. lelaki yang mengikutinya semakin mempercepat langkahnya secepat dengan langkah kaki Youngji. Youngji akhirnya berlari karena sangat ketakutan dan langsung saja lelaki menyeramkan itu hendak menikam Youngji dari belakang dengan pisau yang sejak tadi ia pegang, tapi untung saja Jackson langsung melompat ke arah lelaki itu dan menghajarnya. Lelaki itu balas menyerang dan mengarahkan pisaunya pada Jackson, tetapi Jackson berhasil menepis tangan lelaki itu dan hal hasil pisaunya terlempar entah kemana dimakan kegelapan *hahahahhh lebay... Lelaki itu berhasil menghajar Jakcon dan membuat Jackson terjatuh, langsung saja lelaki itu mengambil kesempatan, lelaki itu langsung mengambil pisau lain di sakunya dan berlari tepat berada di belakang Youngji menodongkan pisau di leher Youngji. Youngji sangat ketakutan, dia memutar kepalanya hendak melihat wajah lelaki itu, belum jelas Youngji melihat wajah lelaki itu, lelaki itu langsung menekan leher Youngji membuat leher Youngji sedikit berdarah. Jackson terlihat panik tapi dia berusaha tenang *O.iya, disini Youngji tidak tahu kalau itu Jackson ya ... Jackson terlihat sangat berhati-hati dan menunggu kesempatannya. Lelaki itu mundur hendak lari dengan Youngji di genggamannya dan masih menodongkon pisau di leher Youngji, tiba-tiba lelaki itu menginjak sesuatu dan berbalik melihat apa yang ia injak, dan saat itu juga Jackson menarik Youngji. Jackson kembali menghajar lelaki itu saat Youngji tidak berada lagi digenggaman laki-laki itu. Jackson memukul lelaki itu tapi lelaki itu langsung mengarahkan pisau ke lengan Jackson dan lengan Jackson pun terluka, saat itu Jackson lengah dan lelaki itu pun kabur. Youngji menghampiri Jackson hendak melihat lukanya.

" neo, gwenchana ... " kata Youngji panik, " ah, kamu terluka ... oettoke ? " kata Youngji lebih panik lagi.

" gwenchana, ini hanya luka kecil. " Kata Jackson membuat suaranya agak berbeda agar Youngji tidak mengetahuinya. Youngji berusaha melihat Jackson, tapi Jackson selalu dengan sigap mem-block wajahnya agar tidak terlihat. " lehermu tidak apa-apa ? " tanya Jackson khawatir dengan leher Youngji yang berdarah.

Youngji meraba lehernya dan melihat darah di lehernya.

" ne, gwenchana ... " kata Youngji berusaha terlihat baik-baik saja tapi kenyataannya ia ambruk dan pinsang.

Jackson berusaha menyadarkan Youngji, tapi tidak berhasil. Jackson pun membawa Youngji ke rumah Youngji. Saat tiba di rumah Youngji dengan mudah Jackson memasuki rumah Youngji karena memang itulah keahliannya, menyelinap ke suatu tempat. Jackson membaringkan Youngji di tempat tidurnya. Youngji terlihat sedikit sadar dengan pandangan yang kabur dan melihat Jackson membaringkannya ...


TBC




ah, selesai juga nggak panjang sih, aku sih maunya kasih lebih panjang lagi agar lebih puas ngebacanya, tapi aku udah gemas banget pengen nerbitin ... heheheh ... semoga nggak mengecewakan, maaf kalau mengecewakan, aku udah berusaha dengan maksimal, dan juga maaf kalau banyak Typo.nya ... Reader yang baik *taukan ... tolong tinggalkan jejaknya ... Gumawo :) ...


Tidak ada komentar:

Posting Komentar