Laman

Sabtu, 14 November 2015

[FF] Gwenchana, I've met you (chapter 2)



#2


Cast :
Heo Youngji
Jackson Wang
BamBam
Kim Yoo Jung
Yeo Jin Goo
(nama cast yg lainnya akan muncul pada chapter keberadaannya, Ok!)

Genre : Romance

Rating : G



Author POV
Pagi hari

Youngji terbangun dan dia terlihat sangat pusing. Saat ia membuka mata sepenuhnya, ia heran karena telah berada dikamarnya.

" Ada apa ini ? ini seperti waktu itu ... tanpa aku ketahui aku sudah berada di kamarku sendiri. " katanya heran pada dirinya sendiri.

" Tunggu ... kemarin kan aku diserang oleh seseorang dan ada yang membantuku, apakah orang itu yang membawaku ke rumahku ????? " pertanyaan yang besar pada dirinya sendiri.

Setelah berfikir keras tentang apa yang kemarin terjadi, Younji meyakinkan dirinya sekali lagi untuk tidak terlalu banyak berfikir, dia pun bersiap-siap untuk berangkat kerja.

#Dilain sisi (Rumah Jackson)

Disebuah rumah yang lumayan besar, kakak-adik sedang menyantap sarapannya di meja makan.

"oppa, kemarin kenapa kamu memutuskan komunikasi kita ? padahal kan aku belum selesai bicara. " kata yeoja yang kemarin malam berbicara dengan Jackson lewat headset kecil.
" aku melihat seseorang yang aku kenal, jadi aku menghampirinya." kata Jackson santai.

" mwo??? oppa menghampiri teman oppa dengan berpakaian hitam seperti ... ?? " tanya yeoja itu tidak percaya, " oppa pasti bohong, oppa kan tidak pernah memperlihatkan diri oppa dihadapan teman seperti itu ... apa yang sebenarnya terjadi oppa ? ingat!!! nggak ada yang boleh ditutupi. " kata yeoja itu berusaha menggali kejujuran oppanya *hehehe mian lebay ...

" tidak ada apa-apa, Yoo Jung, yeodongsaeng ... " kata Jackson pada adiknya yang bernama Yoo Jung. Jackson meninggalkan adiknya dan beralih ke tempat tidurnya lagi.

" oppa ... " panggil Yoo Jung mengikuti kakaknya dan berusaha mengganggu agar kakaknya mau mengatakan apa yang terjadi kemarin malam.

" oppa ... oppa ... OPPAAAAAA ... " teriak Yoo Jung membuat Jackson kesal.

" baiklah, aku menyerah ... puas... kemarin aku melihat seorang gadis yang aku ceritakan itu padamu, dia diganggu lagi. " jelas Jackson, " ah, sudah, pergi sana ... aku kan sudah menceritakannya. " lanjut Jackson kesal dan menarik selimutnya sampai menutup seluruh tubuhnya.

" owww, menurutku itu pasti lelaki yang membunuh wanita itu. " kata Yoo Jung memperkirakan, " o.iya oppa, aku sudah mencari informasi wanita yang dibunuh itu, dan ... ada yang aneh dengan wanita itu ... " lanjut Yoo Jung.

Flashback

Saat malam dimana Jackson menolong Youngji pertama kali, saat Younji pinsan, Jackson kembali ke tempat dimana Youngji dicekik, dia mencari tahu apakah dia bisa mendapat petunjuk di tempat itu tentang lelaki jahat itu. Memang tidak ada hubungan antar Jackson dan Youngji tapi Jackson merasa terpancing menyelidiki sebuah peristiwa yang terjadi di depan matanya. Jackson terus menelusuri jalan di tempat itu. Jackson mencari dan pencariannya sampai di tempat dimana mayat wanita yang Youngji lihat berada. Jackson mendekati mayat wanita itu dan memeriksa apakah wanita itu sudah mati atau tidak.

" wanita ini sudah mati !! apakah orang itu yang membunuhnya dan Youngji melihatnya, sehingga ia juga berusaha dibunuh ??? " tanya Jackson pada dirinya sendiri berusaha menerka kejadian sebelum ia muncul.

Jackson memeriksa tas wanita itu dan ia memfoto KTP wanita itu untuk menyelidikinya lebih lanjut.

Flashback End

" apa yang aneh dengan wanita itu ? " tanya Jackson masih menyelimuti dirinya.

" setelah melihat foto wanita itu di KTP.nya, aku merasa seperti mengenalnya, dan aku berusaha mencari di semua foto-foto kasus yang pernah kita tangani tapi aku tidak menemukan wanita itu, setelah itu aku mencari di album foto kita, dan aku melihat wanita itu di album kita, " jelas Yoo Jung, " wanita yang dibunuh itu sepertinya teman oemma dan appa, soalnya dia ada di foto yang kita ambil saat rumah kita terbakar dulu, foto yang satu-satunya selamat, foto orang tua kita bersama kedua teman kerjanya, foto yang menjadi saksi atas terbakarnya rumah kita dan meninggalnya oemma dan appa. " lanjut Yoo Jung semangat.

" MWO ???? " kata Jackson dengan suara sedikit keras, " maksudmu wanita itu adalah wanita yang ada di foto orang tua kita ? " lanjutnya,  " Kalau begitu dia mungkin teman oemma dan appa, tapi ... apa yang terjadi ? kenapa wanita itu mati dibunuh ? " lanjut Jackson mencoba menerka lagi.

" itu juga yang aku pertanyakan ? kundae oppa, oppa pernah berfikir tidak kalau kebakaran yang menyebabkan orang tua kita meninggal murni kecelakaan atau ada yang merencanakannya. " kata Yoo Jung menduga.

" aku juga berfikir begitu. " kata Jackson.


Falshback

11 tahun yang lalu di Hongkong di tempat Jackson lahir tepat di tahun Jackson pindah ke Korea. Jackson muda yang saat itu berusia 15 tahun dan Yoo Jung berusia 8 tahun, hari dimana sebuah kejadian besar yang merubah kehidupan bahagia keluarga mereka.
Jackson dan Yoo Jung pergi berlibur ke rumah neneknya di Busan, Korea dan merupakan kali pertama mereka ke Korea. Ibu mereka orang Korea dan ayahnya orang Hongkong, walaupun mereka tinggal di Hongkong, mereka juga dibiasakan berbahasa Korea. Saat itu orang tua mereka tidak bisa ikut ke Korea karena pekerjaan mereka. Orang tua mereka bekerja di sebuah perusahaan besar di Hongkong.

@Hongkong

Setelah Jackson sampai di rumah neneknya, orang tua Jackson menelpon mereka.

" Jackson, ini oemma sayang, apa kalian sampai dengan selamat ? " kata oemma pada Jackson melalui perantara telpon.

" Ne, oemma, kami sampai dengan selamat, sekarang kami sedang makan bersama nenek dan kakek." kata Jackson di balik telpon.

" Makan yang banyak di rumah nenek, masakan nenek sangat enak, maaf kami tidak bisa ikut kalian. " kata oemma Jackson merasa bersalah tidak ikut.

" Tidak apa-apa oemma, nanti saat oemma dan appa punya hari libur kan kita bisa pergi bersama. " kata Jackson mengerti keadaan orang tuanya.

" Terima kasih sayang telah mengerti keadaan kami. " kata oemma Jackson.

Mereka berbincang sangat lama. Setelah menelpon anak tersayang, oemma melanjutkan kerjaannya. Sesaat kemudian, appa datang membawa  kopi untuk mereka berdua.

" Oemma sudah menelpon Jackson dan Yoo Jung ? " kata appa sambil memberika kopi.

" Iya, mereka sampai dengan selamat. " kata oemma.

" Tidak usah bersedih karena mereka tidak ada, lain kali kita bisa pergi bersama-sama. " kata appa berusaha menenangkan oemma karena istrinya terlihat sangat sedih.

" Menurut appa begitu ? menurutku kita tidak akan punya waktu banyak bersama anak kita. " kata oemma, " Presdir, tidak akan membiarkan kita pergi begitu saja, dia pasti akan berusaha menyingkirkan kita agar apa yang kita ketahui tidak terungkap. " jelas oemma.

" Tapi kita kan sudah berjanji untuk tidak ikut campur atau pun membocorka apapun tentang perusahaan. " jelas appa menenangkan istrinya.

" Appa salah, presdir bukan orang seperti itu, dia akan menutupi setiap lubang yang ada walaupun itu hanyalah lubang kecil. " kata oemma.

" Sudahlah yoebo, boss pasti percaya dengan kita, dia tidak akan melakukan apapun pada kita karena kita sangat dekat dengannya. " kata appa.

" Karena itulah yoebo, kedekatan kita adalah masalahnya, karena terlalu dekat kita terlalu banyak mengetahui rahasia presdir dan sekarang kita akan berhenti dari perusahaan, apa menurutmu dia akan tetap percaya pada kita ? " jelas oemma.

" Jadi menurutmu kita tidak boleh pergi dari perusahaan itu ? " kata appa menanyakan keputusan mereka berhenti.

" Bukan begitu maksudku yoebo, aku hanya khawatir, kita mengetahui seluruh keuangan perusahaan itu bahkan kita mengetahui hal yang sangat sensitif. Berhenti dari perusahaan itu adalah hal yang terbaik, aku ingin menjalani kehidupan yang benar, aku tidak ingin kita masuk dalam kejahatan perusahaan itu lebih lama lagi, aku ingin hidup tenang dengan anak-anakku. " kata oemma.

" Kalau begitu kita sudah memutuskan sesuatu yang benar, jadi ... tidak usah banyak berfikir. " kata appa menyuruh oemma tidak khawatir.

Mereka melanjutkan kembali aktivitas mereka. Waktu berlalu dan suasana menjadi tenang. Terdengar suara bell rumah tanda ada tamu. Appa membukakan pintu dan mereka berbincang di ruang tamu.

" Ada keperluan apa Presdir ke rumah kami malam begini ? " tanya appa pada tamunya yang merupakan bos perusahaan dengan sopan.

" Kebetulan ada urusan disekitar sini jadi aku mampir dan aku juga ingin membahas keputusan kalian untuk berhenti dari perusahaan." Kata Presdir itu santai.

" Sebelumnya kami minta maaf karena keputusan kami, tapi ini telah kami fikir baik-baik, kami akan pindah ke Korea dan kami ingin membuka usaha sendiri. " Jelas appa tanpa ragu.

" Jika itu alasan kalian berhenti, perusahaan dapat memindah tugaskan kalian ke cabang perusahaan di Korea. " Kata Presdir membujuk.

" Maaf Presdir, ini sudah kami putuskan. " Kata appa tegas.

" Baiklah kalau begitu, jika kalian tetap memutuskan untuk berhenti maka setelah berhentinya kalian, kalian bukan lagi tanggung jawab perusahaan, " kata Presdir dan berdiri hendak pulang, " tapi ingat ... setelah melangkahkan kaki keluar dari perusahaan, kalian harus berhati-berhati ... hidup tidaklah mudah. " lanjut Presdir berhenti sejenak dan berkata dengan nada mengancam, lalu pergi.

Setelah Presdir itu keluar dari rumah, tiba-tiba sekumpulan asap muncul entah darimana, perlahan oemma dan appa tak sadarkan diri hingga akhirnya mereka ambruk ke lantai. Setelah asap memenuhi rumah, api mulai muncul dan akhirnya membakar seisi rumah Jackson.

Keesokan harinya Jackson baru mendengar tentang rumahnya yang terbakar serta meninggalnya orang tua Jackson dalam kebakaran itu. Jackson kembali segera ke Hongkong setelah mendengar kabar tersebut dan melaksanakan acara pemakaman untuk orang tuanya.

Setelah meninggalnya orang tua Jackson, Jackson dan Yoo Jung tinggal bersama neneknya di Korea.

Flashback End

Jackson dan Yoo Jung berusaha menebak apa yang terjadi dan apakah ada sangkut pautnya dengan kejadian 11 tahun lalu.

" ah, oppa aku pusing memikirkannya dan ... " kata Yoo Jung dan air matanya mengalir mengingat kembali tentang meninggalnya orang tua mereka.

" Yoo Jung-a, jangan menangis, " kata Jackson pada adiknya dan menghapus air mata adiknya, " begini saja, batalkan semua tugas oppa untuk hari ini, aku ingin mengurus sesuatu ... oke!!! " kata Jackson bangkit dari tempat tidurnya dan menjahili Yoo Jung dengan mengacak-acak rambutnya, lalu pergi meninggalkan Yoo Jung.

" Aichhh, OPPA ... tidak ada hari libur untukmu oppa ... " teriak Yoo Jung pada oppanya, menghapus kesedihannya.

" Kamu atur saja. " teriak Jackson singkat.

" Aichhhh ... OPPAAA ... " teriak Yoo Jung kesal.

Tiba-tiba bell rumah mereka bunyi, Yoo Jung membuka pintu dengan kesal.

" Jin Goo oppa ... " sapa Yoo Jung dengan masih cemberut karena Jackson pada tamunnya.

" Ottohke ? chagiya, waeyo ? " kata Jin Goo, namja yang baru saja datang sekaligus pacar Yoo Jung.

" aniya chagiya, aku hanya kesal sama oppa ? " kata Yoo Jung pada pacarnya.

" Wae ?  " taya Jin Goo lagi.

" Soalnya oppa bilang dia ingin membatalkan semua tugasnya hari ini. " kata Yoo Jung yang masih kesal, " o.iya aku lupa, chagiya. ayo masuk. " kata Yoo Jung dengan menggandeng tangan Jin Goo mesrah.

"Hyak, kalian berdua berhentilah saling memanggil chagiya. " teriak Jackson dari dalam kamarnya kesal mendengar mereka bermesraan.

Jackson keluar dari kamarnya dan saat itu dia melihat Yoo Jung membawakan minuman untuk Jin Goo.

" Hya, hya ... kamu sangat baik dengan bocah itu. " kata Jackson kesal.

" annyeonghaseyo, hyung. " sapa Jin Goo.

" wae ? oppa cemburu ? makanya cepatlah bawa kakak ipar untukku. " kata Yoo Jung meledek oppanya.

" Ichhh, anak ini, terserahlah ... aku pergi dulu, " kata Jackson dan berlalu pergi.

"Cangkamma oppa, oppa mau kemana ? " tanya Yoo Jung menghentikan Jackson.

" Kan oppa sudah bilang, ada yang harus aku urus." kata Jackson santai.

" Oppa sungguh tidak ingin tugas hari ini ? " kata Yoo Jung.

" Ne, dongsaeng .... " kata Jackson.

" Hajiman ... oppa ... " kata Yoo Jung

" Sudahlah Yoo Jung-a, hyung mungkin ada urusan penting. " kata Jin Goo.

" Tuh, dengarkan pacarmu, " kata Jackson dan berlalu pergi, " Hajiman, ingat ... kalian tidak boleh melakukan hal-hal yang tidak-tidak di rumah karena hanya berdua. " lanjut Jackson berhenti sejenak.

" Hyak, oppa tuh yang berfikiran tidak-tidak, dasar mesum ... pergi sana. " Kata Yoo Jung kesal.

#Dilain tempat

Ditempat kerja Youngji yaitu sebuah perusahaan majalah hiburan, Youngji terlihat sangat sibuk dengan pekerjaannya. Boss Youngji memanggil Youngji ke ruangannya.

" Youngji-ssi, hari ini adalah hari yang sibuk. Aku ingin memperkenalkan seseorang padamu. " kata boss Youngji.

" Ne, nuguseyo ? " tanya Youngji penasaran.

Seseorang masuk ke ruangan tersebut.

" Kenalkan, dia adalah karyawan baru, dia akan bekerja dibawahmu dan selama masa percobaannya, kamu harus bertanggung jawab atas dia. " kata boss pada Youngji dan Youngji terlihat tercengang menatap namja itu.

" Annyeonghaseyo, Nega Jackson-imnida. " kata namja itu, *yups dia adalah Jackson yang kita kenal ... terlihat Youngji masih diam menatap Jackson.

" Youngji-ssi ... Youngji-ssi ... " panggil boss menyadarkan Youngji.

" Ne ... Ne, Youngji-imnida. " kata Youngji kaget dan langsung membalas sapa Jackson.

" Tolong bimbingannya. " kata Jackson  santai dan tidak terlihat kalau mereka saling kenal.

" Ne ... ne .... " berbeda dari Jackson, Youngji terlihat aneh.

" Kalau begitu, kembali ke tempat kalian. " Kata boss menyuruh mereka kembali bekerja.

Mereka keluar dari ruangan atasan. Youngji masih tidak percaya jika itu Jackson.

" Cangkamma, kamu Jackson ? Wang Jackson ? " tanya Youngji.

" Ne, Heo Youngji. Kita bertemu lagi dan akan sering bertemu. " jelas Jackson.

" Tapi ... kenapa kamu bekerja disini ?" tanya Youngji lagi.

" Emangnya tidak boleh, walaupun aku keturunan Hongkong aku juga warga Korea, aku berhak bekerja dimana saja kan !!! " jelas Jackson lagi.

" kundae ... " Youngji masih terlihat bingung.

" Sudahlah, ayo bekerja, banyak hal yang harus aku pelajari kan !!! " kata Jackson.

Mereka kembali bekerja, Youngji mengajari Jackson apa-apa saja yang harus dilakukan. Youngji menyuruh Jackson untuk pergi fotocopy.

" Ne,  sunbaenim, " kata Jackson sedikit bercanda, " hajiman, setelah kerja, sunbae ingin kemana ? " tanya Jackson.

" Hya, tidak usah memanggilku subae. " kata Youngji sedikit canggug.

" Emang kenapa ? kan kamu seniorku. " kata Jackson menegaskan.

" Hanya saja itu terdengar aneh. " jawab Youngji.

" Sudahlah, itu tidak penting, jawab saja pertanyaanku. "

" mmm ... aku hanya langsung pulang, tapi sebelum itu aku harus pergi ke kantor polisi. " kata Youngji.

" Untuk apa ? " tanya Jackson lagi.

" Untuk laporan lengkap tentang kejadian itu. " jawab Youngji.

" Ow, aku ikut boleh ? " tanya Jackson ingin menemani Youngji ke Kantor polisi.

" Mwo ? untuk apa ? Aku bisa sendiri." kata youngji.

" Aku hanya ingin ikut ke rumahmu, soalnya ada barang yang aku lupa. " kata Jackson bohong.

" Kamu melupakan sesuatu ? tapi tidak ada barang asing yang aku lihat di rumah. "kata Youngji bingung.

" Ada, mungkin kamu tidak melihatnya. " kata Jackson berusaha membuat Youngji percaya.

" Mungkin sih, yah sudah, kamu bisa ikut aku, tapi kita mampir dulu ke kantor polisi. " kata Youngji.

" Ne, kalau begitu aku pergi fotocopy dulu. " kata Jackson berlalu pergi.

TBC


 Chapter kedua selesai, mian kalau ceritanya tambah ngacau dan nggak menarik n mian jika bahasa koreanya nggak benar heehe, aku cuma berharap ada segelintir  yang baca dan suka FF buatan aku ... hehehhhhhhehhhh ... sampai ketemu di chapter selanjutnya ... jika memungkinkan, tinggalkan jejak kalian ...

Tidak ada komentar:

Posting Komentar