Laman

Jumat, 29 Januari 2016

[FF] Mr. Uchiha BAKA (chapter 1)





Naruto by Masashi Kishimoto

cast :
Sasuke
Sakura

Genre : terserah, dari dulu bikin FF bingung nentuin genrenya ... hehehehhh pengennya ada romancenya, moga-moga ajac romancenya dapet.

Rated : berhubung tentang pernikahan, jadi 17+ deh, tapi masih aman kok ...

Warning :
Typo mungkin tersebar dimana-mana, ceritanya nggak menarik, bahasa tidak baku, dll ...

" Halo, Taiyo balik lagi dengan FF buatan Taiyo, ya walaupun FF sebelumnya belum ada yang selesai ... o-iya FF ini buat teman Taiyo, Yuli-chan. FF ini pesanan dia, semoga Yuli-chan suka dan reader yang lain juga suka. Taiyo mencoba buat FF dengan karakter anime  dari Jepang, semuanya pasti udah kenal castnya.kan ... FF ini sulit banget Taiyo buat, soalnya Taiyo harus belajar bahasa Jepang dulu supaya agar Jepangnya kena', kalau buat FF Korea ya lumayan mudah karena lebih terbiasa dengan bahasa Korea dibanding Jepang."

ok selamat membaca :)

1
2
3




“ Sakura, tolong buatkan kopi !”

“ Baik, Pak.”

...

“ Ini kopinya Pak."

“ Sakura, copy dokumen ini secepatnya !”

“ Baik, Pak”

...

“ Ini dokumkennya pak.”

“ Kamu bisa kerja nggak sih, copy lembaran segini saja lama sekali,”

“ Maaf Pak ... tapi menurut saya ini tidak lama, dokumen yang harus saya copy-pun cukup banyak.”

“ Jadi, kamu menuduh saya cuma mencari-cari kesalahan, ah ? dan kamu bilang dokumen segini banyak, ah? Kamu fikir saya tidak tahu membedakan mana yang sedikit, mana yang banyak, ah?”

“ Tidak Pak,”

“ Kalau tidak, maksud kamu berkata begitu apa, saya tidak mungkin protes jika kamu tidak membuat kesalahan,”

“ Maaf Pak,”

“ Saya memang sudah tepat menolak karyawan seperti kamu, mana suka membantah lagi, Saya heran kenapa kamu terpilih masuk di perusahaan ini.”

“ Maaf Pak, tapi saya akan berusaha dan bertanggung jawab pada pekerjaan saya.”

“ Sudahlah, latih dirimu untuk bekerja cepat, tidak ada perusahaan yang akan mempertahankan pegawai yang tidak berguna.”

“ Baik, Pak.”

Sakura hendak keluar dari ruangan atasannya ...

“Tunggu Sakura, kamu tau kan sebentar siang ada rapat ?”

“ Iya, Pak.”

“ Buatkan aku laporan untuk rapat sebentar. Ingat, kerjakan secepatnya, saat rapat sudah harus selesai.”

“ Baik, Pak.”

...

(Rapat)

“ Ini laporannya Pak.”

“ ... “

“... “

“ Kamu bisa nggak sih buat laporan presentasi ? Buat begini saja salah,”

“ Maaf, Pak ... Tapi, saya telah menyesuaikannya dengan laporan sebelumnnya”

“ Kalau laporan ini bagus, buat apa saya salahkan, ah?”

“ ... “

“ Sudahlah, sekarang perhatikan baik-baik selama rapat ini berlangsung dan buatkan saya laporannya”

“ Tapi, Pak ..."

“ Tapi apa, ah ? Kamu ingin menolaknya ?"

“ Tidak, Pak”

“ Buat dua laporan, laporan yang kacau ini dan laporan selama rapat berlangsung.”


Sakura POV
(malam hari)

                Namaku Sakura Haruno, usiaku 23 tahun. Sekarang aku bekerja di salah satu perusahaan terkenal di Jepang, perusahaan majalah konoha, ya walaupun masih magang sih. Aku memilih perusahaan ini, pertama karena ini adalah perusahaan terkenal, kedua karena temanku Ino ada disini, dan terakhir karena pemandangan malam Jepang terlihat sangat indah di atap perusahaan ini. Pemandangannya sangat indah, lampu-lampu disetiap bangunan bersinar dengan indahnya. Disinilah aku sekarang di atap perusahaan memandangi lampu-lampu yang bersinar membuat suasana hatiku yang tadinya kacau menjadi tenang. Hari-hariku di perusahaan ini sangatlah berat, khususnya selama 3 bulan ke depan, selama percobaanku berakhir dan aku dinyatakan sebagai pegawai tetap di perusahaan ini.


“ Sakura, kamu belum mau pulang ?” kata Ino mengagetkanku.

“ Ino, kamu mengagetkanku saja. Belum. “ kataku murung.

“ Kenapa ?” tanya Ino.

“ Aku masih harus menyelsaikan laporan rapat tadi, kalau tidak, orang itu akan memakanku besok.” kataku kesal.

“ Sakura ... yang sabar ya,” Ino langsung memelukku, “ Uchiha-sama memang begitu orangnya, tidak menyukai hal-hal yang tidak sesuai dengan keinginannya.” Lanjut Ino.

“ Tapi kan aku cuma pegawai baru, lagian apa pun protesnya tidak masuk akal, lagian wajar lah kalau aku berbuat kesalahan, “ kataku.

“ Ich,” Ino menjitak kepalaku, “ itu tidak wajar, apalagi untuk seorang Uchiha yang sempurnah itu, segitu saja kamu sudah dibilangi lelet.” kata Ino membela orang yang membuatku kesal.

“ ya ... ya ... ya... aku akui itu, tapi bela saja Mr. Uchiha itu, disini aku memang bukan sahabatmu,” kataku dengan kesal dan hendak pergi.

“ Sakura, tunggu dulu dong,” panggil Ino dan menarik tanganku, “ jangan ngambek gitu dong, gimana kalau aku beliin makanan ?” lanjut Ino membujukku.

“ Ich, aku tidak akan luluh semudah itu,” kataku tidak peduli.

“ Hya, Sakura ... aku minta maaf, oke ... gimana kalau aku bantuin kerjaan kamu ?” tawar Ino.

“ Sudahlah, sebaiknya kamu pulang saja, isi tenagamu untuk besok.” Kataku menyuruh Ino pulang.

“ Tapi kamu udah nggak marah kan?” tanya Ino.

“ Iya ... Iya ... aku nggak mungkin marah dengan sahabatku ini,” ku cubit pipi Ino dengan gemas campur kesal agar dia cepat pulang, “ tapi, boleh nggak sebelum pulang bikinin aku kopi dulu ?” lanjutku.

“ Siap, tuan putri” kata Ino dan pergi membuatkanku kopi.

Aku kembali ke meja kerjaku untuk menyelesaikan tugas dari bos tengik itu.


Author POV

Hari telah berganti pagi, terlihat gadis berambut pink yang tertidur di meja kerjanya.

“ Sakura, bangun !!,” kata Ino teman Sakura yang baru saja datang, “ sebentar lagi Uchiha-sama akan datang ...” lanjutnya.

“ Apa ? Apa? Apa?” kata Sakura tak karuan. Mendengar nama Uchiha langsung membuatnya sadar.

“ Tenang, dia belum datang, tapi sebentar lagi.” Kata ino menenangkan Sakura.

“ ufFFF ... tapi ... bagaimana penampilanku ? pasti berantakan sekali kan?” tanya Sakura pada sahabatnya.

“ Penampilanmu nggak penting, yang penting apakah pekerjaanmu sudah selesai ?” Tanya  Ino menyadarkan Sakura akan tugasnya.

“ o-iya ... laporanku ..., “ kata sakura sambil mencari laporannya, “ Ini dia, sudah selesai kok.” Kata Sakura sambil menunjukkan laporannya.

“ Kalau begitu pergilah ke toilet, rapikan dirimu, kamu berantakan sekali.” Kata Ino sambil mengarahkan Sakura ke Toilet.
...
Sakura telah kembali rapi, dia bersiap untuk menghadapi atasannya. Sakura memberanikan diri masuk ke ruangan atasannya.

“ Ini laporan yang kemarin Uchiha-sama!” kata Sakura sambil menyerahkan dokumen yang dikerjakannya semalaman.

“ ... “ atasan yang dipanggilnya Uchiha mengambil dokumen dan memeriksanya. Uchiha atau lengkapnya Sasuke Uchiha.

“ Bagus, ini lebih baik dari kemarin. O-iya, bikinin aku kopi!” kata Sasuke membuat Sakura dapat bernapas lega dan hendak berlalu dari ruangan itu, “ tunggu, apa semalam kamu lembur ?” tanya Sasuke melihat pakaian yang dipakai Sakura sama dengan yang kemarin.

“ Iya, Uchiha sama.” kata Sakura sedikit khawatir.

“ Kenapa kamu tidak mengerjakannya di rumah saja ?” tanya Sasuke.

“ Saya takut kalau saya mengerjakannya di rumah, saya tidak dapat menyelesaikannya.” Kata Sakura takut.

“Pulanglah, bersihkan dirimu dan ganti pakaianmu, saya tidak suka bekerja dengan orang yang berantakan!” kata Sasuke ketus.

“ Tapi, Uchiha-sama ... ini kan sudah jam kerja, saya tidak apa-apa, saya akan merapikan diri lagi nanti.” Kata Sakura.

“ Saya tahu, ini jam kerja ... tapi untuk 4 jam ke depan saya tidak butuh bantuanmu, jadi pergi bersihkan dirimu!” jelas Sasuke.

“ Baik, Pak.” kata Sakura dan langsung keluar dari ruangan Sasuke.

Ich, dasar Uchiha baka, semaunya saja menyuruh orang.” Kesal Sakura dalam hatinya.

“ Ada apa Sakura?” tanya Ino penasaran.

“ Nggak tau tuh, rambut pantat ayam itu menyuruhku membersihkan diri, katanya dia nggak tahan bekerja dengan orang yang nggak rapi, padahal kan aku sudah rapi, hanya saja pakaianku ...” kata Sakura memelankan suaranya agar tidak ada yang mendengarnya kecuali Ino.

“ Sudahlah, bukannya itu malah bagus, kamu bisa menyegarkan dirimu, lagian rumahmu tidak terlalu jauh ... sebaiknya sekarang kamu bergegas pulang.” Kata Ino menenangkan Sakura.

“ Baiklah, aku pulang.” Kata Sakura pasrah.


@Rungan Sasuke

HP Sasuke berbunyi tanda ada yang menelpon, terlihat di layar kata Okasan. Sasuke mengangkat telpon dari ibu tercintanya.

“ Okasan, ada apa ?” kata Sasuke.

“ Sasuke, kamu tidak lupa kan sebentar ada pertemuan?” kata Ny. Uchiha.

“ Tidak, kok ... Aku akan datang okasan,” kata Sasuke meyakinkan Ibunya.

“ Ingat, jangan sampai telat!” kata Ny. Uchiha.

“ Aku nggak janji untuk tidak telat, tapi aku janji akan datang okasan, jadi jangan khawatir.” Kata Sasuke.

“ Baiklah, yang jelas pastikan kamu akan datang.” Kata Ny. Uchiha.


@Rumah keluarga Haruno

Sakura pulang ke rumahnya dengan muka lesuh.

“ Okasan, Otousan, Sakura pulang.” Kata Sakura dengan nada malas.

“ Sakura, kamu kok sudah pulang?” kata Ny. Haruno.

“ Tidak apa-apa, Okasan ... aku hanya diberi waktu untuk membersihkan diri dulu.” Kata Sakura masih lemas, “ kalau begitu, okasan, aku pergi mandi dulu.” Kata Sakura menuju kamarnya.

...

Sakura telah selesai membersihkan dirinya dan berganti pakaian, selanjutnya Sakura bersiap kembali ke kantornya walau batasnya masih ada 2 jam lagi.

“ Sakura, kamu sudah mau pergi?” kata Ny. Haruno.

“ Iya, ada apa ?” kata Sakura sambil mengambil segelas air.

“ Kamu, masih punya waktu nggak?” kata Ny. Haruno ragu.

“ Ada sih, emangnya kenapa, okasan?” tanya Sakura dan meminum segelas air yang berada di tangannya.

“ mmm ... begini ... kamu mau tidak menemani okasan bertemu dengan teman okasan ?” kata Ny. Haruno, takut Sakura menolak.

“ Bisa sih, tapi nggak lama kan, okasan?” kata Sakura setuju.

“ Nggak kok.” Kata Ny. Haruno lega.

Sakura dan Ibunya bersiap untuk pergi menemui teman ibunya.


@Mobil

“ Sakura, kamu percaya kan kalau okasan menginginkan yang terbaik untukmu?” kata Ny. Haruno membuka pembicaraan di dalam mobil.

“ Iya, okasan ... sakura percaya,” kata Sakura dengan senyum di wajahnya.

“ Termasuk jika okasan memilihkanmu suami?” tanya Ny. Haruno sedikit khawatir.

“ Iya,” kata Sakura dengan santai, “ tunggu ... okasan tidak bermaksud menjodohkanku dengan anak teman okasan kan?” tanya Sakura sadar akan arah pembicaraan Ny. Haruno.

“ ... “ tidak ada jawaban dari Ny. Haruno.

“ Okasan ... tapi aku kan baru masuk kerja, masa okasan sudah mau menikahkanku.” Kata Sakura dengan nada kesal namun tetap fokus menyetir.

“ Itu kan tidak masalah, kamu bisa kerja kok sambil berkeluarga, okasan mencarikanmu pria yang mau mengerti dirimu kok.” Jelas Ny. Haruno.

“ Tapi... okasan ...” kata Sakura masih tidak menerima.

“ Percaya saja sama okasan, kamu tidak mau melihat okasan bahagia?” kata Ny. Haruno meyakinkan Sakura.

“ Pasti okasan ... Sakura ingin okasan bahagia,” kata Sakura luluh melihat wajah ibunya, “ baiklah kalau begitu, apa pun pilihan okasan, pasti yang terbaik untukku.” Kata Sakura menerima perjodohan ibunya dan tersenyum dengan manis pada Ibu tercintanya. Sakura sangat menyayangi ibunya dan tidak pernah mengecewakan ibunya.


@Cafe Ichiraku

Sakura dan Ny. Haruno telah sampai di tempat pertemuan mereka. Pelayan membawa mereka ke meja yang telah dipesan. Tampak di meja itu seorang wanita seumuran Ny. Haruno duduk dengan anggun.

“ Kamu udah lama nunggu ya? Maaf ya.” Tanya Ny. Haruno pada temannya.

“ Tidak kok, aku baru saja sampai.” Kata teman Ny. Haruno dengan senyum indah di wajahnya.

“ O-iya, kamu sendiri? Anakmu mana?” tanya Ny. Haruno heran melihat temannya hanya datang sendiri.

“ ow, anakku datang terlambat, masih ada urusan di kantornya, tapi dia akan segera datang kok,” jelasnya, “o-iya, anakmu ?” tanya teman Ny. Haruno.

“ Perkenalkan, anakku,” kata Ny. Haruno memperkenalkan Sakura dengan bangga.

“ Namaku Sakura Haruno.” Sapa Sakura dengan senyum di wajahnya.

“ Wah, anakmu sangat cantik, bagaimana anakku tidak menyukainya, melihat fotonya saja dia langsung berkata ya.” Kata teman Ny. Haruno senang.

“ Arigatou, Ny ...,” kata Sakura canggung.

“ Oba-san, panggil saja begitu.” Kata teman Ny. Haruno.

“ Baik, oba-san.” Kata Sakura lembut.

Sakura dan teman Ibunya mengobrol dengan seru sampai akhirnya seseorang datang.

“ Okasan, gomen ... tadi banyak sekali berkas yang harus ditanda tangani,” kata pemuda yang baru datang memanggil teman Ny. Haruno dengan sebutan okasan.

“ Sudahlah, sebaiknya kamu sapa teman Ibu dan anaknya.” Kata teman Ny. Haruno.

“ Hai, Oba-san, namaku SASUKE UCHIHA,” kata pemuda yang ternyata adalah atasan Sakura, 
“Hai, Sakura-san.” lanjut Sasuke menyapa Sakura.
Sakura hanya memandangi pria yang akan dijodohkan dengannya dengan kaget.

“ Mikoto-san, ternyata anakmu aslinya lebih tampan dari fotonya, pasti Sakura menyukainya, iyakan Sakura?” tanya Ny. Haruno pada putrinya yang masih saja bengon melihat pria yang berada di hadapannya sekarang.

“ Sakura ? Sakura?” panggil Ny. Haruno tapi tidak berhasil menyadarkan Sakura.

“ Sakura-chan ... “ panggil Ny. Uchiha dan sontak saja Sakura langsung sadar.

“ Ya, Oba-san, kenapa?” kata Sakura kaget.

“ Kamu yang kenapa sayang?” kata Ny. Uchiha dengan lembutl.

“ Tidak apa-apa kok, obasan.” Kata Sakura berusaha tenang.

“ Mungkin Sakura terpesona dengan Sasuke, jadi dia tidak bisa melepaskan pandangannya dari Sasuke.” Ledek Ny. Haruno.

“ Okasan ... tidak kok, okasan ada-ada saja.” Kesal Sakura pada ibunya.

“ Mungkin dia agak canggung, soalnya kami bekerja di kantor yang sama dan aku atasannya.” Kata Sasuke dengan tenang.

“ Jadi kalian satu kantor? Kenapa baru bilang sekarang Sasuke?” tanya Ny. Uchiha pada anknya.

“Aku cuma mau kasih kejutan pada Sakura, kalau aku sudah bilang duluan pasti sekarang okasan sudah memberitahu kalau anakmu adalah aku dan kita tidak akan melihat wajah lucu Sakura tadi.” Kata Sasuke sambil melirik Sakura.

“ Okasan, obasan, aku permisi dulu ke toilet.” Kata Sakura bermaksud melarikan diri sejenak untuk menjernihkan fikirannya.

Sakura berlalu  ke toilet.

“ Okasan, obasan, aku juga permisi dulu.” Kata Sasuke setelah kepergian Sakura.
Sakura pergi ke toilet, namun dia hanya berdiri dan mondar-mandir di depan toilet cafe.

“ Apa yang harus aku lakukan ? kenapa orang itu sih yang akan dijodohkan denganku?” tanya Sakura pada dirinya sendiri.

 “ Hai, Sakura, kamu nggak masuk?” terdengar sebuah suara yang mengagetkan Sakura.

“ ah, Uchiha-sama ... ini ... aku baru mau masuk ...” kata Sakura hendak masuk ke dalam toilet menyembunyikan kegugupannnya.

“ Sakura, tunggu ...” kata Sasuke sambil menarik tangan Sakura, “ Aku tahu, kamu pasti masih bingung dengan keadaan sekarang, kamu sudah tahu kan kita akan dijodohkan?” lanjut Sasuke.

“ Iya, okasan tadi baru memberitahuku,” kata Sakura sedikit risih, “ Maaf Pak, saya masuk dulu.” Lanjut Sakura untuk melarikan diri dari suasana yang canggung ini.
“ Aku setuju dengan perjodohan ini ...,” kata Sasuke membuat langkah Sakura berhenti, “ Aku cuma ingin bilang, sebaiknya kamu tidak menolak perjodohan ini agar kedua orang tua kita tidak kecewa, terlebih ibuku, aku tidak ingin melihat raut kesedihan diwajahnya.” lanjut Sasuke dan berlalu pergi.

“ Ich, orang itu memang selalu berbuat sesukanya, dasar Mr. Uchiha Baka ... “ kata Sakura dalam hatinya.

...

Sakura kembali dari toilet dan bergabung dengan orang-orang yang sedari tadi menunggunya.

“ Okasan, Obasan, maaf Sakura lama,” kata Sakura saat baru saja duduk.

“ Tidak apa-apa sayang.” Kata Ny. Uchiha.

“ Maaf okasan, obasan, aku sudah harus pergi kembali ke kantor,” kata Sakura ingin pamitan karena waktunya sudah hampir habis.

“ Kok kamu buru-buru gitu,  bosmu kan ada disini jadi santai saja, lagian kita belum membahas ...” kata Ny. Uchiha ingin menahan kepergian Sakura.

“ Tidak obasan, aku baru pegawai magang di perusahaan, aku tidak ingin dianggap tidak disipli, soal perjodohan ... aku ... setuju dengan perjodohan ini.” Kata Sakura pasrah.

“ Kamu betul setuju? Baiklah kalau begitu, kita lanjutkan saja nanti,” kata Ny. Uchiha senang.

“ Kalau begitu, aku pergi dulu okasan,” kata sakura pamit pada ibunya dan mencium pipi ibunya, “ Obasan, aku pergi dulu,” lanjut Sakura pada Ny. Uchiha.

“ Tunggu Sakura, sebaiknya kamu pergi sama Sasuke, kalian kan sekantor dan sekalian mempererat hubungan kalian.” Kata Ny. Uchiha menyarankan.

“ Tidak usah obasan, aku bawa mobil kok.” Kata Sakura menolak.

“ Biar okasan yang membawa mobilmu, kamu sama Sasuke saja.” celetuk Ny. Haruno.

“ Sudahlah, kita pergi bersama saja, aku juga sudah mau ke kantor.” Kata Sasuke langsung menarik Sakura.

“ hahahaha ... Sasuke cepat juga ya ...” kata Ny. Haruno melihat tingkah Sasuke.

“ Begitulah anakku, “ kata Ny. Uchiha dan mereka pun tertawa bersama dan melanjutkan obrolannya.


@Mobil

Suasana yang sangat tenang di dalam mobil antara Sasuke dan Sakura, Sakura sedari tadi hanya melamun memikirkan tentang perjodohannya.

“ Apa yang harus aku lalukan ? kenapa aku harus terjebak dengan orang menyebalkan disampingku ini ? ya-Tuhan, apa kesalahanku di masa lalu ?” kata Sakura dalam hatinya.

“ Sakura ... “ Panggil Sasuke.

“ Iya ?” kata Sakura tersadar dari fikirannya yang kacau.

“ Apa yang kamu fikirkan ?” tanya Sasuke.

“ Tidak apa-apa,” jawab Sakura, “ O-iya, Uchiha-sama, kenapa Uchiha-sama menyetujui perjodohan ini ?” tanya Sakura.

“ Seperti yang aku bilang tadi, aku hanya tidak ingin membuat ibuku sedih.” kata Sasuke singkat.

“ Apa tidak apa-apa menikah dengan orang yang tidak dicintai ?” tanya Sakura lagi.

“ Hm ... asalkan ibuku senang, tidak masalah melakukan hal itu,” Kata Sasuke santai.
“ Ich, dasar egois ... bagimu tidak masalah tapi bagiku masalah, bagaimana kehidupanku nanti?” kata Sakura kesal dalam hatinya.

“ Sama halnya dengan kamu, kamu pasti menyetujuinya demi ibumu kan?” tanya Sasuke balik.

“ Iya sih, tapi ...” kata Sakura terpotong.

“ Sudahlah, kita jalani saja, mau ada cinta atau tidak kita tetap bisa hidup kan,” kata Sasuke santai lagi.

“ Ich, menyebalkan ... orang ini menyebalkan sekali ... Sakura ... apa yang kamu harapkan?” kata Sakura kesal sekali lagi pada dirinya sendiri.
Setelah percakapan singkat mereka, tiba-tiba Sasuke menghentikan mobilnya.

“ Turun ...” kata Sasuke tiba-tiba.

“ Kenapa ? kitakan belum sampai di kantor ?” kata Sakura heran.

“ Perusahaan sudah dekat, memangnya kamu ingin kita dilihat bersama sama semua orang?” kata 
Sasuke.

“ Tapi kan kita mau menikah ? jadi apa salahnya?” tanya Sakura.

“ Sudahlah turun saja, aku tidak ingin menjadi bahan gosip di kantor.” Kata Sasuke dan dengan pasrah Sakura turun dari mobil mengikuti kata-kata Sasuke. Baru saja Sakura turun, langsung saja Sasuke tancap gas berlalu meninggalkan Sakura.

“ Ich, dasar RAMBUT PANTAT AYAM ... Mr. UCHIHA BAKA ... BOCAH UCHIHA TENGIK...“ teriak Sakura kesal, “ orang itu selalu saja menjengkelkan, bukanya lebih lembut sedikit, dia kan akan menikahi ku ... oh-Tuhan ... bagaimana nasibku ? bagaiman hari-hariku ke depannya? Rasanya aku ingin pergi jauh dari orang menyebalkan itu.” kata Sakura frustasi.
Sakura sangat kesal dengan tindakan Sasuke dan dengan terpaksa di aberjalan menuju perusahaannya.


@Perusahaan Konoha

Sakura telah sampai di kantornya tepatnya sekarang dia berada di meja kerjanya. Saat Sakura baru ingin duduk di kursinya, Sakura dipanggil ke ruangan Sasuke.

“ Sakura, kamu darimana saja sih, kenapa lama sekali ?” tanya Ino pada Sakura saat Sakura baru duduk.

“ Tadi ada sedikit masalah, memangnya kenapa ?” tanya Sakura.

“ Sekarang lebih baik kamu mengahadap ke Uchiha-sama, dari tadi dia memanggilmu.” Kata Ino cemas.

“ Emang ada apa ?” tanya Sakura.

“ Sudah, sebaiknya kamu pergi sebelum dapat masalah.” Kata Ino lagi.

Sakura pun pergi ke ruangan Sasuke dan masuk dengan rasa kesalnya pada Sasuke.

“ Uchiha-sama memanggilku ?” tanya Sakura saat sampai di depan Sasuke.

“ Apa yang kamu lakukan ?” tanya Sasuke balik.

“ ... “ Sakura bingung dengan pertanyaan Sasuke.

“ Apa waktu 4 jam tidak cukup buat kamu bersihkan diri ? begitu saja masih harus telat.” Kata Sasuke dingin.

“ Tapi tadi kan ...” kata Sakura terpotong.

“ Sudahlah, sekarang copy dokumen ini,” kata Sasuke sambil melempar dokumen pada Sakura.

“ Baik, Pak.” Jawab Sakura pasrah.

Sakura keluar dari ruangan Sasuke.

“ Ich, dasar monster ...” kata Sakura dalam hatinya.



TBC ...




Semoga kalian suka  dan kalau memungkinkan, silahkan tinggalkan jejak kalian ...

Tidak ada komentar:

Posting Komentar