Laman

Sabtu, 30 Januari 2016

[FF] The Destiny of Love #2




cast :
Kim Soo Hyun
Bae Soo Ji (Suzy)
Jun Ji Hyun
Bang Sung joon
Park Jiyeon
park Shin Hye
Jung Yong Hwa






Author POV

Suzy berlari keluar meninggalkan gedung tempat pameran foto Park Shin Hye. Suzy menangis, dia tidak melihat sekelilingnya sehingga berkali-kali dia menabrak, “Maaf... Maaf ... Maaf” hanya kata maaf yang terucap ketika dia menabrak seseorang. Sesampainya Suzy di depan gedung, lagi-lagi dia menabrak seseorang dan kali ini sampai jatuh. Suzy bukannya bangkit untuk meminta maaf seperti yang dilakukan sebelumnya, dia hanya duduk menangis semakin keras.

“Hya... kamu yang menabrakku, kenapa kamu yang nangis ?” kata seorang namja yang ditabrak Suzy.

“...” Suzy hanya menangis tanpa mempedulikan namja itu.

“Hya Hya Hya ... bangun cepat, nanti orang berfikiran macam-macam,” kata namja itu dengan suara sedikit membisik.

“Mianhe ... mianhe ...” Suzy akhirnya merespon namun tanpa melihat namja itu dan tetap tunduk menangis.

Tanpa menunggu lagi, kesabarannya mulai hilang, namja tersebut langsung menggendong Suzy masuk ke mobilnya yang mengakibatkan Suzy sadar dan berteriak minta diturunkan.

“HYA ... turunkan aku, aku kan sudah minta maaf, turunkan aku,” Kata Suzy memberontak sambil memukul namja tersebut.

“Hyak, appo ... aku kan sudah bilang bangun, karena kamu tidak bangun maka aku membantumu, arrasso!” kata namja itu tanpa menurunkannya dan tetap saja berjalan menuju mobilnya.

“Ok ... sekali lagi aku minta maaf, aku sungguh minta maaf, jadi tolong turunkan aku,” kata Suzy memohon, “TURUNKAN AKU!” teriak Suzy di telinga namja itu.

“Oke, kalau itu maumu ...” tanpa berbicara lagi, namja itu menurunkan Suzy dengan sangat kasar, dia hanya langsung melepaskan kedua tangannya dan hal hasil Suzy jatuh dan mendapat luka di kakinya.

“Hyak, kamu gila ya ... “ kata Suzy berteriak.

“Itu kan keinginanmu, jadi aku lepaskan.” kata namja itu tidak peduli.

“Lihat!! Gara-gara ulahmu, aku jadi terluka.” kata Suzy sambil merasakan sakit di kakinya yang tergores dan mengeluarkan sedikit darah.

“Kamu tidak apa-apa?” kata namja tersebut setelah melihat luka Suzy.

“Aniii ... aku sedang apa-apa, dasar pabo,” kata Suzy jengkel.

“Kalau begitu sekarang kamu tidak usah berkata apa-apa lagi jika kamu tidak mau terluka” kata namja itu dan kemudian langsung menggendong Suzy kembali dan membawanya ke mobilnya.

Suzy POV

Di saat suasana hatiku yang sangat kacau, tiba-tiba aku bertemu seorang namja yang aneh. Dia membawaku tanpa izinku terlebih dulu, dibenakku timbul seribu prasangka, aku hanya bengong sambil memandang namja tersebut. Karena perasaanku yang tidak karuan sekarang aku hanya memandanginya tidak percaya dengan tindakannya. Beberapa menit kemudian mobil tersebut melaju, aku memberanikan diri membuka pembicaraan.

“Hyak, kamu siapa, hah ? seenaknya saja membawaku, emang kita mau kemana?” tanyaku curiga.

“...” tidak ada jawaban, namja itu mengacuhkanku.

“HYAAAKkk ... aku bilang kamu siapa ? Dan kita mau kemana, hah ?” kataku lebih meninggikan suaranya.

“Bisa tidak pelankan suaramu dan tenang sediki,t” kata namja itu tidak tahan dengan suara kerasku.

“Ichhhh ... cuma yeoja pabo yang cuma berdiam diri jika dibawa sama namja yang tidak dikenalnya.” kataku  jengkel.

“Tenanglah, aku bukan orang jahat ... ikut saja kemana aku pergi sebagai tanda permintaan maafmu.” kata namja itu datar.

“Aku harap begitu, jika kamu bermaksud jahat maka kamu akan dapat masalah besar.” kataku mengamcam.

Namja itu terus melajuhkan mobilnya di jalan raya. Beberapa menit kemudian namja itu menghentikan mobilnya di sebuah rumah makan dan dia langsung menyuruhkan turun.

Author POV
               Suzy dan namja yang ditabraknya berhenti di sebuah rumah makan, namja itu langsung menarik tangan Suzy masuk.

“Duduklah dan bersikap tenang, jangan banyak bertanya ... okey.” kata namja itu yang hanya membuat Suzy semakin heran dan namja itu langsung saja memesan makanan tanpa menanyakan apa yang Suzy ingin makan.

“Hya, apa yang kamu lakukan ? Kenapa kita pergi ke rumah makan ?” tanya Suzy.

“kita pergi ke rumah makan, ya untuk makan, mau apa lagi,” kata namja itu santai.

“Ich, dasar aneh ...” kata Suzy tidak bisa berkata-kata lagi.

Sambil menunggu makanan yang dipesan, namja itu mengambil sebuah kantongan di saku bajunya.

“Ini ...” kata namja itu menyodorkan kantongan yang diambilnya.

“Ini apa ?” kata Suzy sambil meraih kantongan itu dan setelah dibukanya itu adalah sebuah obat untuk mengobati luka Suzy.

“itu untuk lukamu, pakailah sebelum lukanya parah.” kata namja itu terlihat peduli.

Suzy tanpa basa-basi lagi langsung mengobati lukanya.

“Gumawo ...” kata Suzy berterima kasih.

“Bukan apa-apa, itu juga salahku, mianhe,” kata namja itu menyesal.

“Wah, ternyata kamu baik ...” kata Suzy yang langsung dipotong oleh namja itu, “aku kan sudah bilang kalau aku bukan orang jahat”.

“Oh iya, namaku Suzy, kamu siapa ?” tanya Suzy mulai merasa nyaman.

“Bang Sung joon, Panggil saja Sung Joon atau oppa ... “ kata namja itu memperkenalkan dirinya.

“Ich ... oh iya, kaya’nya tadi kamu mau melihat pameran Shin Hye oenni, kalian saling kenal ?” tanya Suzy penasaran dan dia selesai mengobati lukanya.

“oh, Shin Hye, kami saling kenal, kami satu sekolah dulu, dia mengundangku ...” jawab Sung Joon dan kemudian melanjutkan dengan pertanyaan, “Kamu tadi jalan tidak lihat-lihat sampai menabrak, emang ada apa ?”.

“ow ... itu ... mmm ... bukan apa-apa, aku hanya kurang hati-hati.” kata Suzy menutupi kesedihannya.

“Begitu kah ? itu tidak seperti kelihatannya, dari sudut pandangku, kamu seperti seseorang yang melihat orang yang kamu cinta bersama orang lain ... heheheh ...” kata Sujng Joon nada bercanda.

“Hya, itu tidak benar ...” kata Suzy mengelak dan bertepatan dengan itu makanan mereka tiba.

...

“Ya sudahlah, apa pun itu, itu bukan urusanku, bukan tempatnya aku ikut campur kan.” kata Sung Joon pengertian, “kalau begitu ayo kita makan” mereka pun menikmati hidangannya.

“o.iya, aku minta maaf karena tadi menabrakmu dan sekarang kamu tidak melihat pameran Shin Hye oenni, mianhe oppa.” kata Suzy menyesal.

“Hei, kamu memanggilku oppa ?” kata Sung Joon sedikit menggoda.

“karena kamu lebih tua,” jawab Suzy santai.

“mmm ... aku juga minta maaf karena sudah menjatuhkanmu dan membawamu tanpa izin, anggap saja ini permohonan maafku” kata namja itu sambil menikmati makanannya.

...

Setelah mereka selesai makan, namja itu mengantarkan Suzy pulang. Mereka terlihat lebih akrab setelah keluar dari rumah makan.

#Tiba di rumah Suzy

“Gumawo sudah mengantarku pulang.” kata Suzy setelah keluar dari mobil Sung Joon.

“Okey, bukan masalah, o.iya mana HP mu ?” kata Sung Joon menanyakan Hp Suzy dan setelah Suzy memperlihatkan Hp-nya, Sung Joon langsung menelpon menggunakan HP Suzy yang ternyata dia menelpon nomornya sendiri.

“Buat apa oppa mengambil nomorku ?” tanya Suzy heran.

“Buat berjaga-jaga. Okey, kalau begitu aku pergi dulu, Bye ... simpan nomorku ...” kata Sung Joon dan langsung melesatkan mobilnya pergi.

Suzy masih tampak heran dan langsung dikejutkan oleh sebuah suara.

“Hyak, Bae Soo Ji ...” panggil suara tersebut.

“Oppa ... Soo Hyun oppa sedang apa disini ?” kata Suzy kaget melihat sosok yang dilihatnya.

“Aku menunggumu dari tadi, kamu kemana saja ? meninggalkan pameran dengan terburu-buru sampai lupa dengan tasmu,” kata Soo hyun khawatir.

“O.iya, aku lupa ... mmm ... gumawo oppa sudah membawa tasku, kalau begitu sebaiknya oppa pulang dan istrirahat, aku masuk dulu, Bye.” kata Suzy tanpa ingin menjawab pertanyaan Soo Hyun dan langsung berlari ke dalam rumahnya, tapi terhenti karena Soo Hyun memegangi tangannya.

“Hya, Soo Ji-a, aku bertanya padamu dan siapa yang mengantarmu pulang ? aku tidak pernah melihatnya,” tanya Soo Hyun sambil memegangi tangan Suzy.

“Aku hanya ada urusan yang mendesak dan dia itu temanku oppa ...” kata Suzy berusaha melepaskan genggaman Soo Hyun, “Oppa aku sangat capek, aku ingin istirahat, sebaiknya oppa pulang saja dan istirahat, besok kita bicara, okey. “ kata Suzy yang tmenyembunyikan kesedihannya.

“Tunggu dulu, kakimu kenapa?” kata Soo Hyun khawatir tidak sengaja melihat kaki Suzy.

“o ... ini ... ini bukan apa-apa, hanya luka kecil, tadi aku tidak sengaja jatuh di depan gedung pameran oenni,” kata Suzy berusaha menjelaskan, “sebaiknya oppa pulang, aku sangat-sangat capek.” kata Suzy yang langsung berlari masuk ke rumahnya.

Soo Hyu POV

Aku heran dengan sikap Suzy, dia jadi aneh setelah bertemu Ji Hyun nuna.

Ada Apa ya ??? ... ah, sebaiknya aku pulang, mungkin dia memang terburu-buru tadi dan sekarang sangat capek” kata batinku menenangkan.

Aku pun langsung pulang setelah Suzy masuk ke dalam rumahnya walaupun ada beribu pertanyaan dibenakku.

Author POV

Keesokan harinya Suzy bersiap pergi ke butiknya, yups Suzy membuka butik dan dia adalah seorang disainer. Suzy bekerja sama dengan temannya Park Jiyeon. Mereka sudah setahun menggeluti bisnis tersebut dan usahanya cukup lancar. Suzy bersiap-siap  tanpa tahu Soo hyun telah menunggunya di depan rumah dan setelah dia keluar betapa kagetnya dia.

“Oppa, oppa ngapain disini ?” tanya Suzy heran.

“Untuk apa lagi, pastinya untuk mengantarmu ke butik.” Jelas Soo Hyun.

“Tapi aku bisa sendiri oppa, dan lagian  ...” kata Suzy terhenti melihat sebuah mobil yang berhenti di depan rumahnya dan langsung menyapa orang yang di dalam mobil, “Oppa ... oppa kenapa disini ?” tanya  Suzy pada pria yang berada di mobil itu yang ternyata adalah Sung Joon.

“Kebetulan kamu di luar, aku ingin mengantarmu, bagaimana ?” kata Sung Joon yang keluar dari mobilnya.

“Tapi ...” kata Suzy terhenti kembali berfikir, “mmm, sebaiknya aku ikut Sung Joon oppa, lagian aku masih tidak ingin bicara dengan Soo Hyun oppa” batin Suzy.

“Oppa, mianhe ... aku harus pergi dengan Sung Joon oppa, ada sesuatu yang perlu kami bicarakan ... Bye.” kata Suzy yang langsung menghampiri Sung Joon dan masuk ke mobil Sung Joon tanpa mempedulikan Soo Hyun.

Soo Hyun POV

Sekali lagi dia terlihat seperti menghindariku, ada apa dengannya, aku hanya bertanya dengan diriku sendiri dan melihat mobil yang ia pilih berlalu pergi, mobil yang sama dengan yang aku lihat semalam.

Author POV

Suzy dan Sung Joon berlalu meninggalkan Soo Hyun. Suzy terlihat sangat sedih meninggalkan Soo Hyun. Entah apa yang merasuki dirinya pagi ini, dia menolak ajakan oppa yang selama ini dia sukai. Selama perjalanan Suzy hanya memandang kosong ke luar jendela mobil.

“ Suzy-a, kamu kenapa ?” kata Sung Joon mengagetkan Suzy.

“ ah, ne ?” kata Suzy yang tersadar dari lamunannya.

“ Kamu kenapa ? dari tadi diam saja,” ulang Sung Joon lagi.

“ ow ... aku tidak apa-apa kok, hanya saja aku masih sedikit ngantuk, mian oppa.” kata Suzy berbohong, “ o-iya, oppa kok datang menjemputku ?” lanjut Suzy bertanya.

“ ow itu ... aku hanya tidak sengaja lewat, aku lihat kamu jadi aku sekalian saja ingin  mengantarmu, supaya kita bisa lebih dekat, heheh” goda Sung Joon pada Suzy, “ mm ... pria yang tadi siapa ?” lanjut Sung Joon bertanya.

“ ow, itu ... itu Soo Hyun oppa, dia tadi mau mengantarku juga.” Jawab Suzy.

“ Lalu, kenapa kamu nggak milih diantar sama dia ? apa kamu ... kamu udah jatuh cinta ya sama aku ?” kata Sung Joon menggoda Suzy lagi.

“ Ich, aniya oppa ... mmm, aku cuma lagi nggak mau bicara sama Soo Hyun oppa,” kata Suzy dan terlihat raut sedih di wajahnya.

“ Jangan-jangan, kemarin ... kemarin kamu seperti itu karena dia ?” tanya Sung Joon menyambungkan dengan kejadian sebelumnya.

“ Aich, oppa ... sudahlah, aku tidak  mau membahasnya, sebaiknya oppa fokus menyetir dan mengantarku dengan aman ke butik.” kata Suzy berusaha menghentikan arah pembicaraan Sung Joon.

“ Okey, Tuan Putri ... pelayan setiamu ini akan memgantarmu dengan aman sampai ke tempat tujuan.” kata Sung Joon bercanda dan hal hasil Suzy pun tertawa mendengar kata-kata Sung Joon yang menggelikan itu.

@Butik Suzy

“ Kita sudah sampai , tuap putri.” kata Sung Joon masih bercanda.

“ Ich, oppa ... aku mau muntah mendengar kata-katamu,” kata Suzy risih mendengar kata-kata Sung Joon, “ o-iya oppa, oppa mau mampir ?” tawar Suzy.
“ mm ... kaya’nya nggak usah deh, aku ada urusan, lain kali pasti aku akan mampir.” Kata Sung Joon.

“ Kalau gitu, gumawo oppa udah ngantarin aku.” kata Suzy dan keluar dari mobil Sung Joon.

Setelah Suzy keluar dari mobil Sung Joon, Sung Joon pun berlalu pergi. Suzy masuk di dalam butiknya, tampak sahabatnya Jiyeon telah menunggunya dan sedari tadi memperhatikan Suzy yang baru saja datang.

“ Suzy ... Bae Soo Ji ... kamu diantar sama siapa, ah?” kata Jiyeon menyeramkan.

“ Jiyeon-a, kamu belum minum obat ya? Iiiiii ... kamu menakutkanku.” Kata Suzy menghindari pertanyaan Jiyeon.

“ Hyak, Bae Soo Ji ... jawab pertanyaanku,” teriak Jiyeon, “ pria yang mengantarmu itu siapa, ah ?” lanjut Jiyeon.

“ oke oke, tadi itu Sung Joon oppa, dia itu temannya Shin Hye oenni, puas ...” kata Suzy menjawab kesal pertanyaan Jiyeon.

“ Soo Hyun oppa dimana ? dia tidak mengantarmu ?” tanya Jiyeon.

“ Jiyeon-a, untuk hari ini tolong jangan menyebut nama Soo Hyun oppa,” kata Suzy masih kesal dengan Soo Hyun.

“ Kamu bertengkar dengan Soo Hyun oppa ?” tanya Jiyeon penasaran.

“ PARK JIYEON ... kamu sahabatku kan ?” kata Suzy kesal.

“ Baiklah, aku tidak akan mengganggumu lagi.” kata Jiyeon tersenyum manis pada sahabatnya.

Suzy dan Jiyeon melanjutkan aktivitas mereka di butik. Suzy berada di butiknya hingga malam tiba. Hari-harinya seperti biasa namun untuk saat ini ada rasa kesal di hatinya.

“ Suzy-a, kita pulang bareng ya, kamu kan tidak bawa mobil.” Kata Jiyeon menawarkan tumpangan pada sahabatnya.

“ Okey, aku tidak mungkin menolaknya kan.” kata Suzy tersenyum manis pada sahabatnya.

“ Suzy-a, kamu tidak mau memberitahuku tentang Soo Hyun oppa ? aku kan sahabatmu, cerita saja ...” kata Jiyeon mencoba meringankan beban sahabatnya.

“ Kemarin ... kemarin Soo Hyun oppa bertemu dengan wanita yang dia cintai dulu, aku nggak sengaja menabrak wanita itu, aku hanya kesal karena oppa hanya membantu wanita itu dan mengabaikanku bahkan dia memarahiku.” kata Suzy mulai curhat dengan sahabatnya.

“ Kamu cemburu ? itu kan salahmu juga,” kata Jiyeon menanggapi sahabatnya.

“ Cemburu ??? mungkin,” kata Suzy, “ aku akui kalau aku yang salah, tapi oppa tidak membantuku, dia hanya memperhatikan wanita itu.” lanjutnya.

“ Wanita itu kan seniornya dulu di kampus dan sudah lama tidak bertemu, jadi mungkin Soo Hyun oppa hanya ...” kata Jiyeon terpotong.

“ Hanya apa ? aku tahu oppa pasti masih mencintainya, makanya dia lebih memperhatikan wanita itu, wanita itu lebih penting dari aku yang hanya dia anggap sebagai adik.” Kata Suzy kesal.

“ Suzy-a, kamu kan nggak tahu perasaan Soo Hyun oppa gimana, lagian kamu sendiri yang langsung cemburu buta, Soo Hyun oppa hanya bertemu dengan cinta lamanya, kamu langsung saja cemburu tak karuan.” kata Jiyeon dan mendapat tatapan sinis dari Suzy.

“ Hyak PARK JIYEON ... kamu sahabat siapa sih ? kalau gini ceritanya malas cerita sama sahabat yang tidak mengerti sahabatnya.” Kata Suzy dan langsung saja pergi.

“ Hya, Suzy-a ... aku kan cuma menanggapi ceritamu dan itulah pendapatku, jangan marah Bae Soo Ji,” kata Jiyeon mengejar Suzy ke luar butik, “ kalau kamu marah sama aku, kamu pulang sendiri loh,” lanjut Jiyeon bercanda.

“ Hya, kamu sudah tidak membelaku dan sekarang kamu tidak mau memberi tumpangan ? dasar sahabat jahat, JIYEON PABO.” Kata Suzy kesal.

“ Kalau begitu berhentilah marah padaku, nanti aku beliin es krim deh,” bujuk Jiyeon.

“ Kalau begitu kita berangkat sekarang.” Kata Suzy dan langsung menuju ke mobil Jiyeon.

“ Ich ... dasar Bae Soo ji.” kata Jiyeon tersenyum.

Suzy dan Jiyeon pulang dari butiknya. Jiyeon mengantar Suzy ke rumahnya. Selama perjalanan Suzy hanya tidur di dalam mobil.


@Rumah Suzy.

Suzy dan Jiyeon sekarang telah berada di depan rumah Suzy. Jiyeon berusaha membangunkan Suzy yang tertidur lelap.

“ Suzy-a ... Bae Soo Ji ... kita sudah sampai di rumahmu ...” kata Jiyeon namun Suzy belum bangun juga, “ Suzy-a, ada Soo Hyun oppa ...” lanjut Jiyeon dan hal hasil membangunkan Suzy.

“ Mwo ? Soo Hyun oppa ?” kata Suzy yang bangun hanya mendengar nama Soo Hyun.

“ Soo Hyun oppa ada di rumahnya ... “ kata Jiyeon sambil tertawa puas mengerjai Suzy.

“ Hyak ... PARK JIYEON.” teriak Suzy kesal.

“ Siapa suruh tidur susah banget dibangunin,” kata Jiyeon dan Suzy langsung keluar dari mobil Jiyeon.

“ GUMAWO ... sudah mengantarku.” Kata Suzy disertai suaru pintu mobil yang tertutup keras ulah Suzy kesal.

“ Hyak .. pintunya bisa rusak ...” kata Jiyeon kesal.

“ Pulang saja sana, udah malam.” Kata Suzy meledek Jiyeon. Jiyeon dengan pasrah dan berlalu pergi dari rumah sahabatnya.

Suzy masuk ke dalam rumah dengan wajah yang masih sangat ngantuk. Suzy hendak ke kamarnya tapi terhenti.

“ Suzy-a ... kamu baru pulang dari butik ?” tanya Yong Hwa menghentikan langkah Suzy.

“ Ne, oppa.” Jawab Suzy singkat dan melanjutkan langkahnya.

“ Suzy tunggu ... oppa mau minta tolong.” Kata Yong Hwa menghentikan langkah Suzy lagi.

“ Minta tolong apa oppa ? besok saja, aku sangat ngantuk.” kata Suzy hendak menolak.

“ Tolong bawakan dokumen ini ke Soo Hyun.” Kata Yong Hwa sambil menunjukka sebuah berkas.

“ Hya oppa, oppa saja yang bawa, aku sangat ngantuk,” kata Suzy menolak, “ lagian aku malas bertemu dengan Soo Hyun oppa,” lanjut Suzy dalam hatinya.

“ Oppa sudah rapi, bersiap untuk tidur ... kamu kan belum ganti pakaian jadi kamu saja yang bawa dokumen ini.” kata Yong Hwa da mendorong Suzy dengan paksa ke arah pintu.

“ Hya oppa ... oppa ...” teriak Suzy namun tidak berdaya dan akhirnya dia pasrah untuk pergi ke rumah Soo Hyun, “ Dasar OPPA ... PABO ...” lanjut Suzy teriak dengan kesal.

“ Nanti aku traktir deh,” kata Yong Hwa dan menutup pintu.

“ Padahal aku masih kesal dengan Soo Hyun oppa.” Kata Suzy kesal.

Suzy pergi ke rumah Soo Hyun dengan pasrah.

@Rumah Soo Hyun

Suzy sampai di depan pintu rumah Soo Hyun. Suzy tidak asing lagi dengan rumah Soo Hyun, dia sudah beberapa kali ke rumah Soo Hyun, Suzy bisa saja langsung masuk tapi dengan suasana hatinya yang kesal, dia memilih menunggu Soo Hyun membuka pintu. Suzy berkali-kali menekan bell dan memanggil nama Soo Hyun, tapi tidak ada jawaban.

~ Di dalam rumah Soo Hyun ~

Ternyata di dalam rumah Soo Hyun kedatangan tamu yaitu Jun Ji Hyun. Soo Hyun berada di halaman belakang rumahnya dan dia menyalakan musik dengan suara keras sehingga dia tidak mendengar suara bell dan panggilan Suzy.

“ Ji Hyun nuna, nuna sudah lama balik ke Korea ?” tanya Soo Hyun pada Ji Hyun.

“ Sekitar dua bulan yang lalu, aku ada urusan penting disini, tiga bulan lagi aku sudah akan balik ke Jepang,” jawa Ji Hyun, “ o.iya, gadis yang kemarin adiknya Yong Hwa kan ? kalian dekat ?” lanjut Ji Hyun.

“ Ne, nuna ... dia cantikkan ?” tanya Soo Hyun.

“ Pastilah, kakanya saja tampan pasti adiknya cantik,” Jawab Ji Hyun, “ Kalian pacaran ?” lanjutnya.

“ Tidak nuna, kami nggak pacaran kok ... aku masih menunggu nuna,” kata Soo Hyun menggoda Ji Hyun.

“ Ich, kamu ada-ada saja, jangan mennggodaku seperti itu.” Kata Ji Hyun, “ sebaiknya kamu sama gadis itu, dia kelihatannya menyukaimu.” Lanjutnya.

“ Entahla ...” kata Soo Hyun, “ o.iya, nuna kesini pasti tidak hanya ingin membicarakan Suzy kan ? ada apa nuna ?” lanjut Soo Hyun bertanya.

Ji Hyun mengambil sesuatu dari tasnya dan memberikan pada Soo Hyun. Saat Soo Hyun mengambilnya, tidak lama kemudian Soo Hyun memeluk Ji Hyun dan memberi ucapan selamat.

“ chukkae nuna ...” kata Soo Hyun dan tanpa ia ketahui Suzy telah berada tidak jauh dari tempat Soo Hyun dan Ji Hyun. setelah beberapa kali menekan bell dan memanggil nama Soo Hyun namun tidak ada jawaban, akhirnya Suzy memutuskan masuk dan saat dia masuk tidak ada tanda-tanda keberadaan sesorang namun dia melihat sepatu wanita, Suzy mencari di setiap sudut rumah dan akhirnya dia pergi ke halaman belakang dan betapa kagetnya dia melihat Soo Hyun yang memeluk Ji Hyun.

Soo Hyun yang sakin senangnya langsung memeluk Ji Hyun dan tidak lama kemudian dia merasakan kehadiran orang lain selain mereka berdua. Soo Hyun melihat seseorang datang dan ternyata Suzy, betapa kagetnya, Soo Hyun langsung melepaskan pelukannya dan menyapa Suzy.

“ Suzy ??? kamu kenapa ke sini ?” tanya Soo Hyun menghampiri Suzy.

“ oh, ne oppa ... aku .. aku hanya ingin menyerahkan dokumen ini, Yong Hwa oppa menyuruhku.” Kata Suzy sambil menyerahkan dokumen yang dia bawa dengan perasaan yang tak karuan yang sekarang dia rasakan. Suzy ingin beranjak pergi namun kakinya tak mau melangkah dan mulutnya enggan berbicara.

“ Suzy ... kamu disini ? kamu masih ingat aku kan ? aku senior Soo Hyun dan kakakmu Yong Hwa.” Kata Ji Hyun menyapa Suzy dan membuat Suzy kaget.

“ Ne ... ne oenni ... aku masih ingat,” kata Suzy canggung, “ sepertinya aku mengganggu kalian, sebaiknya aku pulang dulu, ini juga sudah malam.” Lanjut Suzy ingin melarikan diri dari tempat itu.

“ Tidak Suzy, kamu tidak mengganggu kami, aku sudah mau pulang, jadi kamu disini saja.” kata Ji Hyun.

“ Nuna sudah mau pulang ? aku antar ya ?” kata Soo Hyun manawarkan tumpangan.

“ Tidak usah, aku bawa mobil kok.” tolak Ji Hyun dan berlalu pergi. Soo Hyun mengantar Ji Hyun sampai di pintu rumahnya dan meninggalkan Suzy yang berdiri mematung.

Setelah mengantar Ji Hyun, Soo Hyun kembali menghampiri Suzy. Soo Hyun sedari tadi memengan barang yang Ji Hyun berikan beserta dokumen yang Suzy berikan. Soo Hyun kemudian meletakkannya di meja ruang tamu kemudian Soo Hyun menghampiri Suzy.

“ Bae Soo Ji ... kamu kenapa ?” kata Soo Hyun mengagetkan Suzy yang sedari tadi mematung.

“ oh, ne oppa ... mmm ... aku tidak apa-apa,” kata Suzy tidak berani memandang Soo Hyun, “ Sebaiknya aku pulang juga oppa.” Kata Suzy dan langsung meninggalkan Soo Hyun, tapi Soo Hyun mengejarnya. Suzy berjalan hendak keluar dari rumah Soo Hyun, namun tiba-tiba Suzy berhenti di ruang tamu dan saat itu Soo Hyun pun angkat bicara.

“ Suzy, kita perlu bicara, bicaralah sama oppa ne ? apa salah oppa ?” tanya Soo Hyun yang tidak tahan lagi dengan sikap Suzy. Suzy hanya terdiam membelakangi Soo Hyun, Suzy melihat sesuatu tepatnya sebuah undangan pernikahan yag tertera nama Jun Ji Hyun di undangan tersebut. Suzy tidak melihat nama satunya lagi karena tertutup dengan berkas yang dia bawa tadi. Suzy tidak dapat menahannya lagi, hal hasil air matanya jatuh juga.  Soo Hyun merasa sesuatu terjadi karena tidak adanya jawaban dari Suzy. Soo Hyun beralih ke depan Suzy dan melihat Suzy menangis.

“ Suzy-a, kamu kenapa ? kamu menangis ? Kenapa? Apa oppa membuat kesalahan ?” tanya Soo Hyun khawatir melihat Suzy yang tiba-tiba menangis.

“ ...” tidak ada jawaban dari Suzy.

“ Suzy-a ...” panggil Soo Hyun dan membuat Suzy sadar.

“ Oppa ... oppa ... aku mau pulang ... selamat ya oppa ...” kata Suzy tiba-tiba dan berlari pergi menuju mobilnya. Soo Hyun mengejar Suzy namun Suzy dengan cepatnya pergi. Soo Hyun hanya bisa melihat kepergian Suzy.

Selama perjalanan  Suzy hanya menangis dan menangis. Suzy semakin keras menangis seiring dengan laju mobilnya. Suzy tidak tahan dan akhirnya menepikan mobilnya. Sedari tadi saat Suzy meninggalkan rumah Soo hyun terdengar suara HP Suzy yang menandakan ada panggilan masuk. Lama berbunyi, akhirnya Suzy mengangkat telponnya.

“ ...” tidak ada tanggapan dari Suzy, hanya isak tangisnya yang menjawab.

“ Suzy ...  Suzy, kamu menangis ? ada apa ?” tanya seseorang diseberang telpon khawatir dengan Suzy.

“ Sung Joon oppa ...” kata Suzy tidak melanjutkan kata-katanya, hanya menangis.

“ Sekarang kamu ada dimana ? katakan, aku akan menjemputmu.” kata Sung Joon.

“ Aku tidak apa-apa oppa, ... (hixgixhix) ...sekarang aku ada di rumah, oppa ada apa menelpon ?” tanya Suzy berbohong dan dia meredakan tangisannya.

“ Kamu betul tidak apa-apa ?” tanya Sung Joon masih khawatir.

“ Ne oppa, oppa kenapa menelpon ?” jawab Suzy dan mengulang pertanyaannya.

“ oh. Aku hanya ingin menyapamu sebelum tidur. Kamu beneran tidak apa-apa ?” jawab Sung Joon dan bertanya lagi.

“ Iya oppa, aku tidak apa-apa, sebaiknya sekarang oppa istirahat.” Kata Suzy dan langsung menutup telponnya.

Setelah menutup telpon, Suzy kembali menangis dan semakin keras. Suzy melajukan mobilnya, dia melanjutka perjalanannya namun dia tidak ke rumahnya, Suzy pergi ke rumah Jiyeon. HP Suzy terus berbunyi selama perjalanan, namun tidak digubrisnya sampai akhirnya Suzy sampai di rumah Jiyeon. Suzy keluar dari mobilnya dan meninggalkan HP-nya yang sedari tadi bunyi.

@Rumah Jiyeon

Jiyeon sudah bersiap tidur di kamarnya, namun saat dia membaringkan diri tiba-tiba terdengar suara bell rumahnya. Jiyeon menuju pintu rumahnya hendak membuka pintu. Saat Jiyeon membuka pintu, terlihat Suzy yang menangis dan sangat berantakan.

“ Kamu kenapa Suzy ?” tanya Jiyeon khawatir.

“ ...” tidak ada jawaban dari Suzy.

“ Sudahlah, kamu masuk dulu,” kata Jiyeon dan membantu Suzy berjalan masuk ke rumahnya. Jiyeon mendudukkan Suzy dan pergi mengambilkan minuman untuk Suzy, “ ini ... minumlah dulu,” kata Jiyeon saat kembali dari dapur membawakan Suzy segelas air.

“ Gumawo Jiyeon ...” kata Suzy setelah meminum air.

“ Kamu kenapa ? kenapa kamu menangis ?” tanya Jiyeon.

“ Soo Hyun oppa ... Soo Hyun oppa ...” kata Suzy hanya menyebutkan nama Soo Hyun.

“ Kenapa Soo Hyun oppa ?” tanya Jiyeon, “ sudahlah sebaiknya kamu istirahat, ceritanya besok saja, okey.” Lanjut Jiyeon tidak tega melihat keadaan sahabatnya dan membantunya berjalan ke kamarnya untuk istirahat. Saat sampai di kamar Jiyeon, Jiyeon membaringkan Suzy, Suzy hanya mengikuti perlakuan Jiyeon sambil menangis. Tidak lama Suzy menangis, akhirnya dia tertidur. Jiyeon memandangi wajah sahabatnya dan menghapus air mata di pipi Suzy.

@Rumah Suzy

Sedari tadi Yong Hwa menelpon Suzy namun tidak diangkat, Yong Hwa khawatir dengan adiknya yang tidak kunjung pulang. Hingga akhirnya suara bell rumah berbunyi, dia mengira itu Suzy namun dia sadar jika itu Suzy, maka Suzy akan langsung masuk ke rumah, tidak menekan bell. Yong Hwa membukakan pintu dan ternyata yang datang adalah Soo Hyun.

“ Soo Hyun ?? kamu kenapa kesini ? Suzy mana ?” tanya Yong Hwa yang heran melihat Soo Hyun tanpa Suzy.

“ Suzy belum pulang juga ?” tanya Soo Hyun balik.

“ Dari tadi dia belum pulang, bukannya Suzy di rumahmu, tadi aku menyuruhnya membawakan ...” kata Yong Hwa terpotong.

“ Iya ... tadi dia memang ke rumah, tapi dia pulang sambil menangis, aku khawatir jadi aku menyusulnya ke sini, aku kira dia sudah pulang.” Jelas Soo Hyun.

“ Dia belum pulang, dan kenapa Suzy menangis ?” kata Yong Hwa.

“ Jadi dia kemana ?” tanya Soo Hyun tanpa menjawab pertanyaan Suzy.

“ Entahlah ... dari tadi juga dia tidak mengangkat telponku,” kata Yong Hwa tidak tahu, “ o.iya, mungkin dia ke rumah Jiyeon, sebaiknya aku telepon Jiyeon.” Kata Yong Hwa menebak dan langsung menelpon Jiyeon.

“ Halo, Jiyeon ... apa Suzy ada dirumahmu ?” tanya Yong Hwa saat Jiyeon mengangkat telponnya.

“ Yong Hwa oppa ... iya, Suzy ada disini,” jawab Jiyeon.

“ Serahkan telponnya ke Suzy, aku mau bicara sama dia.” Kata Yong Hwa.

“ Tidak bisa oppa, Suzy sudah tidur,” kata Jiyeon, “ o.iya oppa, Suzy kenapa ? dia dari tadi menangis dan menyebut nama Soo Hyun oppa terus.” Jelas Jiyeon.

“ Aku juga tidak tahu ... sudahlah, tolong jaga Suzy baik-baik ya.” Kata Yong Hwa dan langsung memutus panggilan telponnya.

Yong Hwa langsung menatap Soo Hyun.

“ Suzy ada dirumah Jiyeon, katanya sedari tadi Suzy menangis dan memanggil namamu.” Kata Yong Hwa, “ memangnya ada apa ?” lanjutnya.

“ Kalau begitu aku akan kerumah Jiyeon ...” kata Soo Hyun dan hendak beranjak pergi namun ditahan oleh Yong Hwa.

“ Jangan ganggu dia dulu, sekarang dia sudah tidur, sebaiknya kalian bicara besok saja,” kata Yong Hwa, “ o.iya, kamu belum menjawab pertanyaanku,” Lanjut Yong Hwa.

“ Aku tidak tahu kenapa suzy menangis ... tadi saat dia datang ada Ji Hyun nuna, sesaat setelah Ji Hyun nuna pulang, Suzy juga ingin pulang , tapi saat dia mau keluar rumah, dia berhenti di ruang tamu, saat itulah dia menangis, aku juga tidak tahu kenapa.” Jelas Soo Hyun.

“ Suzy kenapa ya?” tanya Yong Hwa pada dirinya sendiri, “ Sudahlah Soo Hyun, sebaiknya kamu pulang dan bicara dengan Suzy besok.” kata Yong Hwa.


“ Baiklah, aku pulang dulu.” pamit Soo Hyun pada Yong Hwa.


TBC


Akhirnya part 2 bisa selesai juga setelah sekian lama ... heheheh ... semoga masih ada yang minat ...
Maaf kalau nggak menarik n banyak Typo ... sampai jumpa di part selanjutnya ...

Semangatin Taiyo buat nyelesaiin part selanjutnya ... tinggalkan jejak kalian ... :)



Tidak ada komentar:

Posting Komentar