Laman

Minggu, 29 November 2015

[FF] FANS - oneshoot


FANS
by BASYILIA

cast :
Cho Kyuhyun
Allegra (OC)


Oke ... sedikit pengantar ... Taiyo balik lagi ngebawa FF teman Taiyo, Basyilia ... Taiyo sedang buntu jadi Taiyo kasi FF teman Taiyo ... hehehe ... Taiyo akui, FF buatannya keren binggo, tata bahasanya juga bagus, jadi nggak akan nyesal bacanya deh ... selamat nikmatin ...


1
2
3


Langit sudah mulai terlihat cerah, matahari sudah mulai mengintip dari balik peraduannya. Ribuan butiran bening yang sempat membasahi bumi kini mulai merasa lelah. Hujan sudah mulai reda.
Pria berperawakan tinggi itu menghela napas berkali-kali. Sama berkali-kali nya ia melirik arloji yang masih setia bertengger di pergelangan tangan putih susu miliknya. Berdiri di depan gedung perpuastakaan selama satu jam cukup membuat kakinya terasa nyeri, ditambah badai yang sempat melanda kota seoul sungguh membuatnya menggigil beberapa menit yang lalu. Jika ada yang bertanya mengapa pria itu tifdak duduk manis saja di dalam perpustakaan dan membaca buku-buku sambil menikmati hangat nya penghangat ruangan, jelas ia memiliki alasan. Yah sebenarnya itulah yang pria bernama cho kyuhyun itu inginkan. Hanya saja, ia terlalu sial hari ini. Kyuhyun berniat untuk membaca buku di perpustakaan namun karena badai yang melanda seoul pihak perpustakaan memutuskan untuk menutup perpustakaan mereka, dan menyuruh semua pengunjungnya untuk pergi.
Mungkin pengunjung lain bisa dengan mudahnya pergi dan pulang kerumah mereka hanya untuk sekedar menikmati coklat panas di tengah hujan badai seperti sekarang ini, tapi kyuhyun. Sudah di katakan ia benar-benar sial. Bukan karena ia tidak memiliki kendaraan atau apa. Pria itu adalah entertainer terkenal di korea selatan bahkan hampir di seluruh asia. Hanya saja ia tidak membawanya. Kyuhyun tidak pernah mengendarai mobilnya sendiri, ia selalu di antar kemana saja oleh maneger nya. Dan kali ini, ia sudah terlanjur menyuruh manager nya itu untuk pulang saat ia memasuki perpustakan. Tapi seperti nya ia benar-benar tidak beruntung, baru beberapa menit membaca buku, kyuhyun sudah di usir dari tempat itu.
Kyuhyun berkali-kali mengumpat dan berjanji dalam hati untuk memberikan perhitungan pada manaGer nya yang tidak mengangkat ponselnya ketika kyuhyun menghubungi nya. Kyuhyu berani bertaruh jika managernya itu kini tengah meringkuk di balik selimut. Sial.
Entah mengapa kyuhyun merasa gerah di area wajahnya. Pria itu lantas  melepaskan masker yang sedari tadi bertengger di wajahnya, menutupi siapa sosok dirinya yang sebenarnya. Lagi pula, di tempat ia berdiri saat ini cukup sepi, jadi ia tidak perlu khawatir akan fans-fans yang akan mengkerubuninya kan? Kecuali seorang gadis yang berdiri sekitar 3 meter di sebelah kyuhyun. Sepertinya nasib gadis itu sama akan dirinya yang masih setia menunggu jemputan. Kyuhyun berfikir jika hanya seorang gadis tidak masalah. Satu buah tanda tangan tidak akan menyusahkannya.
5 menit berlalu namun sama sekali tak ada reaksi dari gadis itu. Kyuhyun berpikir apakah gadis itu tak mengenalinya? Seperti nya itu adalah hal yang mustahil. Seluruh makhluk di dunia ini siapa yang tak mengenal seorang cho kyuhyun sang bintang hallyu dari korea selatan. Kyuhyun terus memperhatikan gadis itu, mulai dari penampilan dan wajahnya. Seperti nya bahwa gadis itu bukan asli dari korea, dilihat dari matanya yang cukup besar dan bulat, bahkan kulitnya pun tak seputih gadis-gadis seoul lainnya. Walupun begitu aksen asianya masiih sangat kentara. Entahlah dia gadis asia dari bagian mana.
Kyuhyun seketika tercekat saat ia seakan tertangkap basah ketika memperhatikan gadis itu, saat gadis itu menoleh kearahnya namun detik berikutnya ia kembali menatap lurus ke arah depan, entah memperhatikan apa. Lantas kyuhyun juga ikut membuang tatapannya dari gadis itu.
Kyuhyun berjengit kesal. Sombong sekali gadis itu. Dia pikir dia siapa, meliriknya dengan tatapan sinis lalu membuang muka layaknya kyuhyun adalah sosok yang tidak pantas untuk di pandang. Apakah gadis itu gila? Dia adalah cho kyuhyun..cho kyuhyun. Ya tuhan, sepertinya gadis itu tidak memiliki televisi di rumah.

%%%%
Kyuhun marah besar. Pria itu menolak semua tawaran manggung bahkan tour ke luar negerinya. Hanya karena sebuah alasan yang mungkin menurut orang lain adalah hal yang tidak patut untuk di perdebatkan. Namun itu adalah hal yang membuat kyuhyun cukup sakit kepala.
“Ayolah kyuhyun-ah, kau jangan kekanakan. Bersikap profesional lah!” manager Han terus saja membujuk kyuhyun, namun pria itu tetap saja bersikeras pada pendiriannya. Bahkan ia rela mogok kerja hanya untuk menolak tawaran tersebut.
“ profesional katamu? Sikap profesional mana yang harus membuat fans nya tersakiti karena sebuah kebohongan.!” kyuhyun menggeram tertahan ketika bayang-bayang ribuan fans nya yang menangis terlintas dalam benak nya. “ cih, aku tidak akan membuat sensasi apapun!”
“jangan seperti ini cho kyuhyun, ketua lee bisa saja memutuskan semua kontrak mu!”
“persetan dengan itu semua!” kyuhyun keluar dari ruang managernya dan membanting pintu dengan cukup keras. Meninggalkan gedung LL entertainment dengan melajukan mobil nya dengan kecepatan tinggi. Untuk pertama kalinya seorang cho kyuhyun membawa mobilnya sendiri hanya karena sebuah amarah dan kekecewaan yang bersarang dalam dadanya. Kyuhyun memarkirkan mobil miliknya pada sebuah halaman cafe terbesar di seoul. Cafe dimana kyuhyun selalu kunjungi jika hati nya memburuk. Alunan-alunan musik klasik roma membuat perasaannya cukup tenang ditambah dengan aroma kopi yang menyeruak memenuhi seluruh ruang di cafe ini. Membuat Rasa nyaman seketika meghampiri kyuhyun.
Kyuhyun menyerup macciatonya perlahan. Ada rasa sakit saat harus kembali terbayang pada tawaran yang di sarankan oleh produsernya. Tawaran untuk berpura-pura menikah dengan seseorang, dengan alasan agar pamornya semakin melunjak naik. Ya tuhan, sensasi macam apa itu.
 Jika ia tidak memiliki perasaan dan di selimuti oleh ketamakan mungkin ia akan dengan mudahnya menerima tawaran itu, tapi kyuhyun mengkhawatirkan perasaan para fansnya yang sudah ia anggap teman. Hati mereka pasti akan hancur saat mengetahui idola mereka akan menikah. Kyuhyun sungguh tidak tega akan hal itu, terlebih hanya karena sebuah pernikahan palsu. Sampai kapan pun ia tidak akan menerimanya.
Kyuhyun menyerup kembali macciatonya hingga setengah. Ia mendengus saat mendengar ribuan hujan kini kembali membasahi seoul. Mengapa akhir-akhir ini hujan terus saja turun, apakah akan terjadi badai lagi seperti hari itu. Sial!
Kyuhyun memandang lurus kedepan, tanpa sengaja pandangannya mnangkap sesosok yang tak asing di matanya. Gadis itu lagi.
Kyuhyun mengernyit memperhatikan tingkah laku gadis itu. Terkadang ia tersenyum sendiri menyadari perubahan ekspresi gadis misterius di depan sana. Gadis itu terlihat tengah memandangi hujan dengan sangat serius. Tersenyum, namun seketika memberengut saat muncul sebuah kilatan di langit.
Hingga tanpa kyuhyun sadari, ia telah menjadikan semua ekspresi itu sebagai hal yang harus ia lihat di setiap harinya.

****
“Hei, mengapa kau mengikuti ku?”
Kyuhyun seketika tersentak sesaat setelah gadis di hadapannya berbalik dan berteriak ke arahnya. Wajah kyuhyun memucat, dia ketahuan yah?
“ Kau ini siapa? Penculik? Kau ingin menculikku? Kalau begitu aku akan berteriak!”
Kyuhyun lantas membekap mulut gadis itu ketika ia hendak berteriak. Membuat gadis misterius itu memberontak dalam dekapan kyuhyun. “ yak, tenanglah aku bukan seorang penculik!” bisik kyuhyun. Pria itu lantas menggiring nya ke tempat yang lebih sepi. Membuka masker nya, lalu tersenyum tepat di depan wajah gadis itu. “ aku bukan penculikkan, nona allegra?”
Gadis itu mengangkat alisnya sebelah “ kalau kau bukan seorang penculik lalu apa? Kau bahkan megetahui namaku.” gadis yang bernama allegra itu mendorong tubuh kyuhyun agar menjauh dari nya.
Kyuhyun mengacak rambutnya frsutasi, gadis ini benar-benar tidak memiliki televisi yah? “ kau sungguh tidak mengenaliku?” kyuhyun mendekatkan wajahnya di depan wajah allegra, siapa tahu saja penglihatan gadis ini buruk. “ tidak!” allegra membuang muka, karena merasa bahwa wajah kyuhyun terlalu dekat dengan wajahnya. Bahkan ia bisa merasakan deru napas pria itu.
Kyuhyun semakin mengacak rambut nya yang memang sudah berantakan, ia mendengus kesal. Sepertinya gadis ini memang tidak mengenalnya. “ sudahlah, yang jelas aku bukan seorang penculik”
“ lalu mengapa kau mengikuti ku?”
“karena aku tertarik padamu!”
Terlihat jelas bahwa gadis itu terkejut dengan apa yang di ungkapkan kyuhyun. Allegra tertawa meremehkan. “ apa-apaan itu!”
Allegra lantas menendang tulang kering pada kaki kyuhyun. Membuat pria itu mengadu kesakitan “ yak! Apa yang kau lakukan? Mengapa kau menendang ku?” sahut kyuhyun tak terima dengan perbuatan gadis gila ini.
Allegra menunjuk sebuah layar yang tergantung di tengah kota. Menampakkan sosok Cho kyuhyun di dalam sana. “ Itu kau kan?” kyuhyun mengikuti arah tangan gadis itu, detik berikutnya Mata kyuhyun membulat sempurna, apa-apaan ini?
“ Kau sudah mau menikah saja masih mendekati gadis lain, Cih!” allegra memandang remeh kyuhyun lalu menigalkan nya yang masih bergeming. Menatap layar besar di atas sana dengan penuh ketidak percaya. Amarah, kecewa dan emosi semua menyelimutinya. Tangannya terkepal sempurna. Produser sialan itu benar-benar tidak menghargai keputusannya. Bisa-bisa nya mereka mengumumkan pernikahan itu tanpa persetujuan dari kyuhyun sedikitpun. Sial.
“ Kau lihat saja apa yang akan terjadi setelah melawan cho kyuhyun!”

****

Ruangan manager Han penuh dengan kertas yang berserakan di mana-mana. Sang empunya pun tidak mengerti sebenarnya apa yang telah terjadi di ruang kantornya. Hingga ia menemukan kyuhyun yang tengah menggeleda seisi ruangannya. “ Apa yang ka lakukan cho kyuhyun?”
“ Seharus nya aku yang bertanya apa yang telah kalian lakukan! Melakukan kontrak tanpa persetujuan ku. Cih, aku bisa saja menuntut kalian! Bahkan aku tidak menyangka jika kau telah menghianatiku hyung”  kyuhyun mendelik tajam pada Han jamyung. Tatapannya sulut akan emosi, dadanya bergerak tak beraturan seolah ia telah menahan amarahnya yang sudah mencapai pada puncak tertinggi.
“Maaf cho kyuhyun, aku tidak bisa melakukan apa-apa. Mereka punya alasan yang kuat untuk melakukan kontrak ini meskipun tanpa persetujuan mu sekalipun!” manager Han terlihat merasa bersalah dan menyesal, ia merunduk lemah. Terlalu ngeri dengan tatapan kyuhyun yang meyeramkan.
“ Apa maksud mu?”

“ Di awal kontrak mu dengan LL entertainment. Di sana ada tertulis bahwa kau akan melakukan apa saja yang akan mereka perintahkan. Show, drama, bintang iklan bahkan untuk melakukan sebuah sensasi sekalipun.!”
Kyuhyun tercengang tak percaya “ tapi disana tidak tertulis seperti itu! Aku membaca dengan jelas kontraknya sebelum menandatanganinya hyung!” sanggahnya tak terima. Ia lantas membolak-balikkan kertas kontra yang sudah ia tandatangani 5 tahun yang lalu. Yah, sudah 5 tahun kyuhyun bernaung di entertaiment itu. Bahkan LL Entertaintment lah yang membesarkan namanya. Tapi ia tidak menyangka bahwa LLent akan bertindak selicik ini.
“ mereka terlalu pintar kyuhyun, bahkan mereka bisa mengelabui mu. Itulah mengapa LL Entertainment selalu menjadi agensi teratas”.
Sial! Mereka benar-benar penipu.
Kyuhyun meremas kontrak itu dengan penuh emosi. Tidak akan pernah ia biarkan dirinya mnjadi boneka agensi sialan ini. Mereka belum tau saja siapa kyuhyun sebenarnya. Kyuhyun bersumpah dalam hati, mereka harus membayar setelah membuat para Fans nya menangis.
Tidakkah ia idola yang baik, bukankah begitu?

@@@@

 Kyuyun berdiam dalam mobilnya. Tangannya terkepal meremas lembaran kontrak nya dengan LLEntertainment, Agensi sialan itu sudah benar-benar menipunya. “ Lee joung hyun kau akan menyesal!”
Diluar hujan, dan kini kyuhun memarkirkan mobilnya di sebuah jembatan besar di salah satu sudut kota seoul. Tak jauh dari mobilnya terparkir, ia melihat seorang gadis yang tengah berdiri menghadap sungai sembari merobek beberapa kertas dan membuangnya begitu saja ke dalam sungai. Kyuhyun mengernyit, sepertinya ia mengenali gadis itu, tapi apa yang gadis itu lakukan di tengah hujan seperti ini.
Lantas kyuhyun keluar dari mobilnya, membiarkan hujan membasahi tubuh tegapnya. Berjalan mendekati gadis yang bernama allegra itu. “ Apa yang kau lakukan disini?”
Gadis itu tersentak, ia lantas menoleh ke belakang dan mendapati kuhyun tengah berdiri dan menatapnya bingung. “ Kau...!!” ia menunjuk kyuhyun geram. Gadis itu menjerit tertahan ketika dan lagi kyuhyun mengikutinya.
“ Hai.. Kita bertemu lagi. Kebetulan yang hebat bukan?” kyuhyun menyengir.
“ Dasar penguntit. Kau mengikuti ku lagi?”
Kyuhyun memiringkan kepalanya, ia melihat ada yang aneh dari gadis ini. Matanya terlihat sembab, apakah ia habis menangis? Namun detik berikutnya kyuhyun mengerang kesakitan, gadis ini menendang tulang keringnya lagi. Dasar gadis gila..
“ Kau ini kenapa suka sekali menendang ku? Jika kau bukan seorang gadis aku sudah mencekik mu dari tadi!” kyuhyun mengadu dan terduduk pada lantai jembatan yang dingin. Ia memegangi kakinya yang terasa nyeri, namun tak sengaja matanya menangkap sebuah foto yang telah di robek bagian bawahnya. Kyuhyun memperhatikannya dengan seksama, bukankah itu gambar dirinya? Kyuhyun mengambil foto itu dan teringat kejadiaan beberapa menit lalu dimana ia melihat allegra tengah merobek beberapa lembar kertas. Apakah allegra merobek foto-foto nya? Tapi untuk apa? 
“Kau..!” kyuhyun berdiri mensejajarkan tubuhnya dengan allegra, menatap gadis itu intens. Sementra allegra melangkah mundur.
Di hujan seperti ini kyuhyun memang tidak bisa melihat jelas wajah gadis itu, tapi kyuhyun merasakan ada aura yang berbeda dari allegra, kyuhyun dapat merasakan bahwa gadis ini tengah menangis. “ Sebenarnya siapa kau ini?” kyuhyun mengeluarkan apa yang sedari tadi ingin ia pertanyakan. Siapa sebenanya gadis misterius ini.
Bukannya nya menjawab allegra justru mendorong tubuh kyuhyun dan berlari meninggalkan pria itu, namun belum terlalu jauh gadis itu terpeleset dan terjatuh. Melihatnya kyuhyun lantas berlari ke arah gadis itu, merengkuh tubuhnya yang kini sudah tergeletak di aspal yang dingin.
 Kyuhyun membawa allegra ke dalam mobilnya, meskipun ia tidak tahu harus membawa gadis ini kemana. Membawanya kerumah sakit itu tidak mungkin, mengingat statusnya sebagai seorang selebriti yang harus ia sembunyikan. Membawa ke apartemennya pun ia tidak bisa, karena kyuhyun tahu pasti disana sangat banyak wartawan yang menginginkan penjelasan mengenai pernikahan palsu itu.
Kyuhun memutuskan merogoh saku mantel gadis ini, siapa tahu saja ia menemukan sesuatu yang mengenai allegra. Dan kyuhyun merasa lega saat mendapatkan kartu identitas gadis ini. Yah walaupun hanya sebatas kartu mahasiswa.
Jadi gadis ini adalah mahasiswa asing dari luar negeri?
“ Claudia allegra? Indonesia?” gumam kyuhyun saat membaca dengan seksama kartu mahasiswa allegra. Kyuhyun memandangi wajah allegra yag pucat, gadis ini berasal dari indonesia, pantas saja ia terlihat berbeda. Tapi berbahasa korea nya sangat lancar. Sepertinya ia sudah sanga lama tinggal disini.
Kyuhyun melajukan mobilnya menuju alamat yang tertera pada kartu mahasiswa allegra, tepatnya daerah perumahan gwangnam. Kyuhyun tidak menyangka bahwa gadis asing sepertinya memiliki rumah sendiri di korea, sepertinya dia bukan gadis biasa.
Kyuhun memarkirkan mobilnya di pelataran rumah allegra yang cukup luas. Perlahan ia menggedong tubuh dingin gadis itu, susah payah tangan kyuhyun terangkat  Dan menekan Bel rumah allegra. Seorang wanita paruh baya membukakan mereka pintu. “ Ya ampun, nona apa yang terjadi dengan mu?” bibi itu terlihat terkejut dan mempersilahkan kyhyun membawa allegra ke kamarnya, membaringkan tubuh gadis itu dan menyelimutinya.
“ allegra tidak apa-apa kau tenang saja bi!” ujar kyuhyun menenangkan bibi itu yang terlihats sangat cemas melihat allegra tidak sadarkan diri.
Bibi itu mengangguk dan memperhatikan wajah kyuhyun “ Bukankah kau Cho kyuhyun, penyanyi terkenal itu?”
Kyuhyun tersenyum mengiyakan, bahakan seorang pelayan pun mengenalinya, bisa-bisanya allegra sama sekali tidak tahu siapa dirinya.
“Nona kami sangat mengidolakan mu tuan, pasti ia akan sangat senang jika mengetahui kau yang mengantar nya pulang!”
Mata kyuhyun membulat sempurna, ia sama sekali tak bisa menyembunyikan rasa keterkejutannya dari apa yang baru saja dikatakan bibi ini. “ Apa?”
“ Ia, kau harus tahu bahwa nona kami hampir setiap hari membicarakan mu. Bahkan ia rela melanjutkan sekolahnnya di seoul hanya karena alasan untuk menemui mu tuan.”
Kyuhyun menggeleng tak percaya, jika memang allegra adalah seorang sparkyu. Lalu mengapa allegra selalu bersikap seolah tak mengenalinya? Seorang penggemar mana yang bersikap acuh jika di hadapan idolanya. Allegra benar-benar aneh.
“ Tapi akhir-akhir ini nona sering terlihat murung dan selalu mengurung dirinya di kamar setelah mendengar kabar bahwa kau akn menikah!” ucap bibi itu melanjutkan. “ kalau kau tidak percaya ayo ikut aku!” bibi membawa kyuhyun ke sebuah runga yang tak jauh dari kamar allegra dan betapa terkejutnya kyuhyun saat mendapati begitu banyak foto-foto dirinya di dalam sini.
Perlahan kaki kyuhyun melangkah memasuki ruangan yang bernuansa biru itu. Matanya bergerak liar memperhatikan setiap foto dan poster dirinya yang tertempel didinding. Di mulai dari fotnya yang tengah membaca buku di perpustakaan, memilih baju di sebuah butik, hingga dirinya yang tengah menyerup coffe di monera cafe. Itu semua adalah rutinitas keseharian kyuhyun jika di waktu kosong. Kyuhyun semakin tidak percaya bahwa allegra yang mengambil semua foto-foto ini.
Jadi selama ini allegra adalah stalkernya? Kenyataan macam apa ini.
Namun ada satu foto lagi yang mengejutkan kyuhyun, sebuah foto yang menampakkan 2 sosok anak kecil yang tengah tersenyum bahagia. Tidak mungkin.
Bagaimana Bisa ada fotonya dengan moChan disini?
“ Mochan?” kyuhyun menggeleng tak percaya, ia masih tidak bisa mencerna apa yang yang sudah ia lihat saat ini. Foto ini hanya ia dan mochan yang memiliki. Tapi darimana allegra mendapatkan nya?
Pria itu berlari menuju kamar allegra, ia harus bertanya langsung tentang foto ini. Kyuhyun melihat allegra tengah duduk di pinggiran ranjangnya. Pandangannya kosong, Dan .. Terluka.
“Aku kecewa kau tidak mengenaliku Cho!” 
Kyuhyun tersentak mendengar allegra memanggilnya dengan sebuatan Cho. Itu adalah panggilan mochn kepada dirinya. “ Mochan?” kyuhyun mendekati allegra, gadis ini adalah moChan nya?
“Kau melanggar janji mu cho. Kau bilang kau yang akan mengenaliku lebih dulu jika kita bertemu suatu saat nanti, tapi kau bahkan menanyakan namaku pada pelayan cafe itu kan?” allegra beralih menutup dirinya dengan selimut, memilih tidur membelakangi kyuhyun. Menangis dalam diam.
“ Keluarlah, aku ingin tidur!”
Bibir kyuhyun bergerak-gerak tak menentu, napasnya tercekat seolah ada sesuatu yang menghalanginya untuk mengeluarkan sepatah kata pun. Ia tahu bahwa allegra tengah menangis saat ini. Meskipun begitu kyuhyun tak tahu harus melakukan apa.
Allegra benar, ia telah bersalah dengan melupakan janji masa kecilnya. Kyuhyun, dia telah melukai hati gadis kecilnya sendiri.
“Dan, Cho. Selamat atas pernikahan mu!”

****

“Kyuhyun kau harus menghadiri konferensi pers, mengapa kau masih berkutat dengan selimut mu itu huh?”
Ahra menyingkap selimut kyuhyun. Ahra tidak tahu apa yang terjadi dengan adiknya hingga terlihat seperti mayat hidup seperti ini. Sudah 2 hari kyuhyun tidak pernah keluar kamar. Bahkan hanya untuk sekedar makan pun ahra harus membujuknya. Namun pada akhirnya hanya akan berakhir dengan 2 atau 3 suapan. Kyuhyun tidak pernah seperti ini sebelumnya. Terakhir kali ahra melihat adiknya seperti jelmaan zombi adalah 15 tahun yang lalu, dimana ia ditinggalkan oleh  teman kecilnya. “Kau kenapa, ceritakan saja pada noona”
“ Mochan, dia sudah kembali noona!” kyuhyun duduk di pinggiran ranjangnya.  Suaranya terdengar lirih, matanya menyiratkan sebuah penyesalan.
“ Benarkah, bukankah itu bagus. Lalu mengapa kau terlihat sedih?”
Kyuhyun menghela napas berat, seolah ada ribuan ton baja yang menghimpit dadanya. Begitu sesak dan menyakitkan “ Ia tidak ingin menemuiku!” kyuhyun menggigit bibir bawahnya “ Karena aku telah melanggar janji ku. Dan pernikahan itu!”
Kyuhyun menutup matanya, wajah tersakiti allegra kini terukir jelas dlam benaknya. Ini semua salahnya, jika ia dapat mengenali allegra terlebih dahul mungkin gadis itu tidak akan merasa kecewa dan terluka.
 Kyuhyun telah melupakan janji masa kecilnya, dimana saat mereka akan berpisah kyuhyun telah berjanji jika mereka beremu di kemudian hari kyuhyunlah yang akan mengenali nya terlebih dahulu lalu setelah itu ia akan melamar allegra, mochan kecilnya yang lucu. Tapi apa yang ia lakukan sekarang, kyuhyun sama sekali tidak mengenali siapa itu allegra sekalipun gadis itu selalu berada disisinya sebagai stalker, bahkan ia telah memperburruk suasana dengan berita pernikahan palsu itu. Ia benar-benar pria yang buruk.
“ kalau memang begitu mengapa kau masih berdiam disini seperti orang bodoh?”
Kyuhyun mengangkat wajahnya, menatap ahra dengan kening berkerut.
“Lakukan sesuatu yang bisa membuatnya kembali. Apa kau ingin ia pergi untuk yang kedua kalinya, tidak kan?”
Apa yang dikatakan ahra benar, ia tidak ingin allegra meninggalkannya untuk yang kedua kali. Gadis itu kini sudah berada dalam jarak pandang nya. Bodoh, jika ia membiarkan allegra untuk pergi lagi. Seketika kyuhyun teringat akan konferensi pers. Pria itu, menyeringai. Membuat ahra yang melihatnya sedikit bergidik. Apakah iblis dalam diri adiknya sudah mulai bangkit?
“Noona tolong kau hubungi manager Han, beritahu padanya bahwa aku akan menghadiri konferensi pers itu!”
@@@@

Tangan kyuhyun terangkat keatas, dengan ragu ia memencet Bel rumah allegra dan tak perlu waktu lama pintu itu terbuka dan menampakkan sosok gadis yang sudah membuat kyuhyun tersiksa beberapa hari ini. “ Apa yang kau lakukan disini?” allegra sedikit terkejut saat mendapati kyuhyunlah yang berada di dpan rumahnya, dan ia lebih terkejut lagi ketika kyuhyun dengan seenak jidatnya memasuki rumah gadis itu tanpa persetujuan dari sang empunya. Bahkan pria itu kini tengah duduk dengan santainya di sofa soft blue milik allegra. “ Sudah ku bilang aku tidak ingin menemuimu, mengapa kau justru menerobos masuk kedalam rumah ku?”
Kyuhyun memicingkan mata pada allegra yang kini berdiri dengan angkuhnya tepat di hadapan kyuhyun. “ Mengapa kau bersikap seperti ini terhadap teman lama?” kyuhyun mendengus, mochan nya benar-benar tidak pernah berubah. Sifat keras kepalanya itu justru membuat kyuhyun semakin gemas.
“ Begitu yah, teman lama!” entah mengapa ada sesuatu yang terasa nyeri di dalam hati nya saat kyuhyun mengucapkan kata ‘ Teman Lama’, Jadi selama ini kyuhyun hanya menganggap nya teman lama. Teman lama yang mungkin sudah ia lupakan.
“ Yaah, teman lama yang cukup membuat ku menderita selama 15 tahun karena kepergiannya!” kyuhyun berdiri mensejajarkan tubuhnya dengan allegra, menatap tepat ke balik mata gadis itu. “ Aku tahu aku memang salah karena sudah tidak mengenali mu sebelumnya. Tapi asalkan kau tahu, sekalipun aku tdak tahu bahwa kau ini adalah mochan hati ku selalu bergetar ketika melihat mu.!” dengan satu sentakan kini allegra sudah berada dalam dekapan kyhyun, merengkuh tubuh gadis itu seakan takut untuk kehilangannya lagi. Kyuhyun mendekatkan bibirnya pada telinga allegra, berbisik lembut disana  “ Dan saat itu aku sadar, bahwa kau adalah gadis yang selama ini aku rindukan.!”
Bagaikan tersengat lebah tubuh allegra seakan membatu, sama sekali tak bisa digerakkan. Bahkan otaknya pun mendadak membeku hingga tidak mampu mencerna apa yang baru saja di ungkapkan kyuhyun.
Kini kyuhyun menuntun allegra untuk duduk di sofa, dan menyalakan televisi disana. “ Seharusnya kau menonton siaran hari ini!”
Allegra menatap kyuhyun bingung, namun ia tetap saja melakukan perintah pria itu untuk menonton televisi.
Allegra mengernyit, Bukankah itu acara konferensi pers kyuhyunn mengenai pernikahannya, apa maksud kyuhyun dengan menyuruhnya untuk menyaksikan ini. Mau membuatna bertambah terluka lagi?

‘Aku akan memberikan tanggapan ku kepada kalian semua mengenai berita pernikahan ku,… yah itu memang benar.  Aku akan menikah!’
Seketika setetes cairan bening keluar dari balik mata bulat allegra, bukan ini yang diharapkan allegra. Seharusnya pria itu mengatakan bahwa berita pernikahan itu hanyalah gosip belaka, tapi mengapa kyuhyun justru membenarkannya. Yatuhan, mengapa kenyataan ini terlalu mengerika. Ini terlalu sakit untuknya.
‘Tapi sebelumnya aku pernah membuat perjanjian dengan para penggemarku, sparkyu. Bahwa mereka akan menerima pernikahan ini jika aku menikahi seorang gadis yang merupakan seorang sparkyu pula!’
‘Apa maksudmu kau akan menikah dengan salah satu penggemar mu?’
‘ Iya, aku akan menikahi seorang sparkyu. Dia adalah penggemarku dari indonesia. Mochan, Mau kah kau menikah dengan ku?’

Kedua bola mata allegra membulat sempurna, gadis itu sama sekali tak bisa menyembunyikan keterkejutannya. Ia menatap kyuhyun tak percaya. Pria itu tersenyum lebar dengan menatap sendu tepat kebalik retina allegra. Seakan membenarkan apa yang kini allegra pikirkan. “cho,,, kau..”
Kyuhyun mengeluarkan sebuah cincin di balik saku kemejanya. Memasangkan nya di jari kelingking gadis itu “Ini adalah cincin yang ingin ku berikan pada mu 15 tahun lalu. Tapi kau malah pergi di saat aku masih tertidur!”
Di tengah air matanya yang mengering, allegra tersenyum. Ia tidak menyangka bahwa kyuhyun akan melakukan hal sejauh ini.  “ Jadi apakah kau menerima lamaran ku!” kyuhyun menatap allegra dengan penuuh harap. Tapi bukan sebuah jawaban yang ia peroleh tapi sebuah rasa nyeri pada bagian tulang kering betisnya. Allegra menendangnya.. Lagi.
Kyuhyun mengadu kesakitan. Apakah gadis ini seorang ahli karate, sial. Tendangannya benar-benar kuat “ Aku anggap itu sebagai jawaban iya!”
Allegra tertawa renyah. Kyuhyun memang tidak pernah berubah. Ia selalu saja bersikap seenaknya dan memutuskan sesuatu tanpa persetujuan dari pihak lain, dan allegra tahu tidak ada satupun yang bisa menentang keputusan pria ini. Termaksud dirinya.
“Baiklah... Tapi kau akan merasakan nyeri di tulang kering mu setiap malam, Bagaimana tuan Cho?”
“ANDWAEE!!!”

**E.N.D**

Nah itu dia FF.nya ... keren kan ... Mian klu ada typo atau kekurangan lainnya ... 
Salam baca dari teman Taiyo, Basyilia ... :)

Sabtu, 14 November 2015

[FF] Gwenchana, I've met you (chapter 2)



#2


Cast :
Heo Youngji
Jackson Wang
BamBam
Kim Yoo Jung
Yeo Jin Goo
(nama cast yg lainnya akan muncul pada chapter keberadaannya, Ok!)

Genre : Romance

Rating : G



Author POV
Pagi hari

Youngji terbangun dan dia terlihat sangat pusing. Saat ia membuka mata sepenuhnya, ia heran karena telah berada dikamarnya.

" Ada apa ini ? ini seperti waktu itu ... tanpa aku ketahui aku sudah berada di kamarku sendiri. " katanya heran pada dirinya sendiri.

" Tunggu ... kemarin kan aku diserang oleh seseorang dan ada yang membantuku, apakah orang itu yang membawaku ke rumahku ????? " pertanyaan yang besar pada dirinya sendiri.

Setelah berfikir keras tentang apa yang kemarin terjadi, Younji meyakinkan dirinya sekali lagi untuk tidak terlalu banyak berfikir, dia pun bersiap-siap untuk berangkat kerja.

#Dilain sisi (Rumah Jackson)

Disebuah rumah yang lumayan besar, kakak-adik sedang menyantap sarapannya di meja makan.

"oppa, kemarin kenapa kamu memutuskan komunikasi kita ? padahal kan aku belum selesai bicara. " kata yeoja yang kemarin malam berbicara dengan Jackson lewat headset kecil.
" aku melihat seseorang yang aku kenal, jadi aku menghampirinya." kata Jackson santai.

" mwo??? oppa menghampiri teman oppa dengan berpakaian hitam seperti ... ?? " tanya yeoja itu tidak percaya, " oppa pasti bohong, oppa kan tidak pernah memperlihatkan diri oppa dihadapan teman seperti itu ... apa yang sebenarnya terjadi oppa ? ingat!!! nggak ada yang boleh ditutupi. " kata yeoja itu berusaha menggali kejujuran oppanya *hehehe mian lebay ...

" tidak ada apa-apa, Yoo Jung, yeodongsaeng ... " kata Jackson pada adiknya yang bernama Yoo Jung. Jackson meninggalkan adiknya dan beralih ke tempat tidurnya lagi.

" oppa ... " panggil Yoo Jung mengikuti kakaknya dan berusaha mengganggu agar kakaknya mau mengatakan apa yang terjadi kemarin malam.

" oppa ... oppa ... OPPAAAAAA ... " teriak Yoo Jung membuat Jackson kesal.

" baiklah, aku menyerah ... puas... kemarin aku melihat seorang gadis yang aku ceritakan itu padamu, dia diganggu lagi. " jelas Jackson, " ah, sudah, pergi sana ... aku kan sudah menceritakannya. " lanjut Jackson kesal dan menarik selimutnya sampai menutup seluruh tubuhnya.

" owww, menurutku itu pasti lelaki yang membunuh wanita itu. " kata Yoo Jung memperkirakan, " o.iya oppa, aku sudah mencari informasi wanita yang dibunuh itu, dan ... ada yang aneh dengan wanita itu ... " lanjut Yoo Jung.

Flashback

Saat malam dimana Jackson menolong Youngji pertama kali, saat Younji pinsan, Jackson kembali ke tempat dimana Youngji dicekik, dia mencari tahu apakah dia bisa mendapat petunjuk di tempat itu tentang lelaki jahat itu. Memang tidak ada hubungan antar Jackson dan Youngji tapi Jackson merasa terpancing menyelidiki sebuah peristiwa yang terjadi di depan matanya. Jackson terus menelusuri jalan di tempat itu. Jackson mencari dan pencariannya sampai di tempat dimana mayat wanita yang Youngji lihat berada. Jackson mendekati mayat wanita itu dan memeriksa apakah wanita itu sudah mati atau tidak.

" wanita ini sudah mati !! apakah orang itu yang membunuhnya dan Youngji melihatnya, sehingga ia juga berusaha dibunuh ??? " tanya Jackson pada dirinya sendiri berusaha menerka kejadian sebelum ia muncul.

Jackson memeriksa tas wanita itu dan ia memfoto KTP wanita itu untuk menyelidikinya lebih lanjut.

Flashback End

" apa yang aneh dengan wanita itu ? " tanya Jackson masih menyelimuti dirinya.

" setelah melihat foto wanita itu di KTP.nya, aku merasa seperti mengenalnya, dan aku berusaha mencari di semua foto-foto kasus yang pernah kita tangani tapi aku tidak menemukan wanita itu, setelah itu aku mencari di album foto kita, dan aku melihat wanita itu di album kita, " jelas Yoo Jung, " wanita yang dibunuh itu sepertinya teman oemma dan appa, soalnya dia ada di foto yang kita ambil saat rumah kita terbakar dulu, foto yang satu-satunya selamat, foto orang tua kita bersama kedua teman kerjanya, foto yang menjadi saksi atas terbakarnya rumah kita dan meninggalnya oemma dan appa. " lanjut Yoo Jung semangat.

" MWO ???? " kata Jackson dengan suara sedikit keras, " maksudmu wanita itu adalah wanita yang ada di foto orang tua kita ? " lanjutnya,  " Kalau begitu dia mungkin teman oemma dan appa, tapi ... apa yang terjadi ? kenapa wanita itu mati dibunuh ? " lanjut Jackson mencoba menerka lagi.

" itu juga yang aku pertanyakan ? kundae oppa, oppa pernah berfikir tidak kalau kebakaran yang menyebabkan orang tua kita meninggal murni kecelakaan atau ada yang merencanakannya. " kata Yoo Jung menduga.

" aku juga berfikir begitu. " kata Jackson.


Falshback

11 tahun yang lalu di Hongkong di tempat Jackson lahir tepat di tahun Jackson pindah ke Korea. Jackson muda yang saat itu berusia 15 tahun dan Yoo Jung berusia 8 tahun, hari dimana sebuah kejadian besar yang merubah kehidupan bahagia keluarga mereka.
Jackson dan Yoo Jung pergi berlibur ke rumah neneknya di Busan, Korea dan merupakan kali pertama mereka ke Korea. Ibu mereka orang Korea dan ayahnya orang Hongkong, walaupun mereka tinggal di Hongkong, mereka juga dibiasakan berbahasa Korea. Saat itu orang tua mereka tidak bisa ikut ke Korea karena pekerjaan mereka. Orang tua mereka bekerja di sebuah perusahaan besar di Hongkong.

@Hongkong

Setelah Jackson sampai di rumah neneknya, orang tua Jackson menelpon mereka.

" Jackson, ini oemma sayang, apa kalian sampai dengan selamat ? " kata oemma pada Jackson melalui perantara telpon.

" Ne, oemma, kami sampai dengan selamat, sekarang kami sedang makan bersama nenek dan kakek." kata Jackson di balik telpon.

" Makan yang banyak di rumah nenek, masakan nenek sangat enak, maaf kami tidak bisa ikut kalian. " kata oemma Jackson merasa bersalah tidak ikut.

" Tidak apa-apa oemma, nanti saat oemma dan appa punya hari libur kan kita bisa pergi bersama. " kata Jackson mengerti keadaan orang tuanya.

" Terima kasih sayang telah mengerti keadaan kami. " kata oemma Jackson.

Mereka berbincang sangat lama. Setelah menelpon anak tersayang, oemma melanjutkan kerjaannya. Sesaat kemudian, appa datang membawa  kopi untuk mereka berdua.

" Oemma sudah menelpon Jackson dan Yoo Jung ? " kata appa sambil memberika kopi.

" Iya, mereka sampai dengan selamat. " kata oemma.

" Tidak usah bersedih karena mereka tidak ada, lain kali kita bisa pergi bersama-sama. " kata appa berusaha menenangkan oemma karena istrinya terlihat sangat sedih.

" Menurut appa begitu ? menurutku kita tidak akan punya waktu banyak bersama anak kita. " kata oemma, " Presdir, tidak akan membiarkan kita pergi begitu saja, dia pasti akan berusaha menyingkirkan kita agar apa yang kita ketahui tidak terungkap. " jelas oemma.

" Tapi kita kan sudah berjanji untuk tidak ikut campur atau pun membocorka apapun tentang perusahaan. " jelas appa menenangkan istrinya.

" Appa salah, presdir bukan orang seperti itu, dia akan menutupi setiap lubang yang ada walaupun itu hanyalah lubang kecil. " kata oemma.

" Sudahlah yoebo, boss pasti percaya dengan kita, dia tidak akan melakukan apapun pada kita karena kita sangat dekat dengannya. " kata appa.

" Karena itulah yoebo, kedekatan kita adalah masalahnya, karena terlalu dekat kita terlalu banyak mengetahui rahasia presdir dan sekarang kita akan berhenti dari perusahaan, apa menurutmu dia akan tetap percaya pada kita ? " jelas oemma.

" Jadi menurutmu kita tidak boleh pergi dari perusahaan itu ? " kata appa menanyakan keputusan mereka berhenti.

" Bukan begitu maksudku yoebo, aku hanya khawatir, kita mengetahui seluruh keuangan perusahaan itu bahkan kita mengetahui hal yang sangat sensitif. Berhenti dari perusahaan itu adalah hal yang terbaik, aku ingin menjalani kehidupan yang benar, aku tidak ingin kita masuk dalam kejahatan perusahaan itu lebih lama lagi, aku ingin hidup tenang dengan anak-anakku. " kata oemma.

" Kalau begitu kita sudah memutuskan sesuatu yang benar, jadi ... tidak usah banyak berfikir. " kata appa menyuruh oemma tidak khawatir.

Mereka melanjutkan kembali aktivitas mereka. Waktu berlalu dan suasana menjadi tenang. Terdengar suara bell rumah tanda ada tamu. Appa membukakan pintu dan mereka berbincang di ruang tamu.

" Ada keperluan apa Presdir ke rumah kami malam begini ? " tanya appa pada tamunya yang merupakan bos perusahaan dengan sopan.

" Kebetulan ada urusan disekitar sini jadi aku mampir dan aku juga ingin membahas keputusan kalian untuk berhenti dari perusahaan." Kata Presdir itu santai.

" Sebelumnya kami minta maaf karena keputusan kami, tapi ini telah kami fikir baik-baik, kami akan pindah ke Korea dan kami ingin membuka usaha sendiri. " Jelas appa tanpa ragu.

" Jika itu alasan kalian berhenti, perusahaan dapat memindah tugaskan kalian ke cabang perusahaan di Korea. " Kata Presdir membujuk.

" Maaf Presdir, ini sudah kami putuskan. " Kata appa tegas.

" Baiklah kalau begitu, jika kalian tetap memutuskan untuk berhenti maka setelah berhentinya kalian, kalian bukan lagi tanggung jawab perusahaan, " kata Presdir dan berdiri hendak pulang, " tapi ingat ... setelah melangkahkan kaki keluar dari perusahaan, kalian harus berhati-berhati ... hidup tidaklah mudah. " lanjut Presdir berhenti sejenak dan berkata dengan nada mengancam, lalu pergi.

Setelah Presdir itu keluar dari rumah, tiba-tiba sekumpulan asap muncul entah darimana, perlahan oemma dan appa tak sadarkan diri hingga akhirnya mereka ambruk ke lantai. Setelah asap memenuhi rumah, api mulai muncul dan akhirnya membakar seisi rumah Jackson.

Keesokan harinya Jackson baru mendengar tentang rumahnya yang terbakar serta meninggalnya orang tua Jackson dalam kebakaran itu. Jackson kembali segera ke Hongkong setelah mendengar kabar tersebut dan melaksanakan acara pemakaman untuk orang tuanya.

Setelah meninggalnya orang tua Jackson, Jackson dan Yoo Jung tinggal bersama neneknya di Korea.

Flashback End

Jackson dan Yoo Jung berusaha menebak apa yang terjadi dan apakah ada sangkut pautnya dengan kejadian 11 tahun lalu.

" ah, oppa aku pusing memikirkannya dan ... " kata Yoo Jung dan air matanya mengalir mengingat kembali tentang meninggalnya orang tua mereka.

" Yoo Jung-a, jangan menangis, " kata Jackson pada adiknya dan menghapus air mata adiknya, " begini saja, batalkan semua tugas oppa untuk hari ini, aku ingin mengurus sesuatu ... oke!!! " kata Jackson bangkit dari tempat tidurnya dan menjahili Yoo Jung dengan mengacak-acak rambutnya, lalu pergi meninggalkan Yoo Jung.

" Aichhh, OPPA ... tidak ada hari libur untukmu oppa ... " teriak Yoo Jung pada oppanya, menghapus kesedihannya.

" Kamu atur saja. " teriak Jackson singkat.

" Aichhhh ... OPPAAA ... " teriak Yoo Jung kesal.

Tiba-tiba bell rumah mereka bunyi, Yoo Jung membuka pintu dengan kesal.

" Jin Goo oppa ... " sapa Yoo Jung dengan masih cemberut karena Jackson pada tamunnya.

" Ottohke ? chagiya, waeyo ? " kata Jin Goo, namja yang baru saja datang sekaligus pacar Yoo Jung.

" aniya chagiya, aku hanya kesal sama oppa ? " kata Yoo Jung pada pacarnya.

" Wae ?  " taya Jin Goo lagi.

" Soalnya oppa bilang dia ingin membatalkan semua tugasnya hari ini. " kata Yoo Jung yang masih kesal, " o.iya aku lupa, chagiya. ayo masuk. " kata Yoo Jung dengan menggandeng tangan Jin Goo mesrah.

"Hyak, kalian berdua berhentilah saling memanggil chagiya. " teriak Jackson dari dalam kamarnya kesal mendengar mereka bermesraan.

Jackson keluar dari kamarnya dan saat itu dia melihat Yoo Jung membawakan minuman untuk Jin Goo.

" Hya, hya ... kamu sangat baik dengan bocah itu. " kata Jackson kesal.

" annyeonghaseyo, hyung. " sapa Jin Goo.

" wae ? oppa cemburu ? makanya cepatlah bawa kakak ipar untukku. " kata Yoo Jung meledek oppanya.

" Ichhh, anak ini, terserahlah ... aku pergi dulu, " kata Jackson dan berlalu pergi.

"Cangkamma oppa, oppa mau kemana ? " tanya Yoo Jung menghentikan Jackson.

" Kan oppa sudah bilang, ada yang harus aku urus." kata Jackson santai.

" Oppa sungguh tidak ingin tugas hari ini ? " kata Yoo Jung.

" Ne, dongsaeng .... " kata Jackson.

" Hajiman ... oppa ... " kata Yoo Jung

" Sudahlah Yoo Jung-a, hyung mungkin ada urusan penting. " kata Jin Goo.

" Tuh, dengarkan pacarmu, " kata Jackson dan berlalu pergi, " Hajiman, ingat ... kalian tidak boleh melakukan hal-hal yang tidak-tidak di rumah karena hanya berdua. " lanjut Jackson berhenti sejenak.

" Hyak, oppa tuh yang berfikiran tidak-tidak, dasar mesum ... pergi sana. " Kata Yoo Jung kesal.

#Dilain tempat

Ditempat kerja Youngji yaitu sebuah perusahaan majalah hiburan, Youngji terlihat sangat sibuk dengan pekerjaannya. Boss Youngji memanggil Youngji ke ruangannya.

" Youngji-ssi, hari ini adalah hari yang sibuk. Aku ingin memperkenalkan seseorang padamu. " kata boss Youngji.

" Ne, nuguseyo ? " tanya Youngji penasaran.

Seseorang masuk ke ruangan tersebut.

" Kenalkan, dia adalah karyawan baru, dia akan bekerja dibawahmu dan selama masa percobaannya, kamu harus bertanggung jawab atas dia. " kata boss pada Youngji dan Youngji terlihat tercengang menatap namja itu.

" Annyeonghaseyo, Nega Jackson-imnida. " kata namja itu, *yups dia adalah Jackson yang kita kenal ... terlihat Youngji masih diam menatap Jackson.

" Youngji-ssi ... Youngji-ssi ... " panggil boss menyadarkan Youngji.

" Ne ... Ne, Youngji-imnida. " kata Youngji kaget dan langsung membalas sapa Jackson.

" Tolong bimbingannya. " kata Jackson  santai dan tidak terlihat kalau mereka saling kenal.

" Ne ... ne .... " berbeda dari Jackson, Youngji terlihat aneh.

" Kalau begitu, kembali ke tempat kalian. " Kata boss menyuruh mereka kembali bekerja.

Mereka keluar dari ruangan atasan. Youngji masih tidak percaya jika itu Jackson.

" Cangkamma, kamu Jackson ? Wang Jackson ? " tanya Youngji.

" Ne, Heo Youngji. Kita bertemu lagi dan akan sering bertemu. " jelas Jackson.

" Tapi ... kenapa kamu bekerja disini ?" tanya Youngji lagi.

" Emangnya tidak boleh, walaupun aku keturunan Hongkong aku juga warga Korea, aku berhak bekerja dimana saja kan !!! " jelas Jackson lagi.

" kundae ... " Youngji masih terlihat bingung.

" Sudahlah, ayo bekerja, banyak hal yang harus aku pelajari kan !!! " kata Jackson.

Mereka kembali bekerja, Youngji mengajari Jackson apa-apa saja yang harus dilakukan. Youngji menyuruh Jackson untuk pergi fotocopy.

" Ne,  sunbaenim, " kata Jackson sedikit bercanda, " hajiman, setelah kerja, sunbae ingin kemana ? " tanya Jackson.

" Hya, tidak usah memanggilku subae. " kata Youngji sedikit canggug.

" Emang kenapa ? kan kamu seniorku. " kata Jackson menegaskan.

" Hanya saja itu terdengar aneh. " jawab Youngji.

" Sudahlah, itu tidak penting, jawab saja pertanyaanku. "

" mmm ... aku hanya langsung pulang, tapi sebelum itu aku harus pergi ke kantor polisi. " kata Youngji.

" Untuk apa ? " tanya Jackson lagi.

" Untuk laporan lengkap tentang kejadian itu. " jawab Youngji.

" Ow, aku ikut boleh ? " tanya Jackson ingin menemani Youngji ke Kantor polisi.

" Mwo ? untuk apa ? Aku bisa sendiri." kata youngji.

" Aku hanya ingin ikut ke rumahmu, soalnya ada barang yang aku lupa. " kata Jackson bohong.

" Kamu melupakan sesuatu ? tapi tidak ada barang asing yang aku lihat di rumah. "kata Youngji bingung.

" Ada, mungkin kamu tidak melihatnya. " kata Jackson berusaha membuat Youngji percaya.

" Mungkin sih, yah sudah, kamu bisa ikut aku, tapi kita mampir dulu ke kantor polisi. " kata Youngji.

" Ne, kalau begitu aku pergi fotocopy dulu. " kata Jackson berlalu pergi.

TBC


 Chapter kedua selesai, mian kalau ceritanya tambah ngacau dan nggak menarik n mian jika bahasa koreanya nggak benar heehe, aku cuma berharap ada segelintir  yang baca dan suka FF buatan aku ... hehehhhhhhehhhh ... sampai ketemu di chapter selanjutnya ... jika memungkinkan, tinggalkan jejak kalian ...

Selasa, 10 November 2015

[FF] Gwenchana, I've met you (chapter 1)


#1

Cast :
Heo Youngji
Jackson Wang
BamBam
(cast yg lainnya kita temukan bareng-bareng, Ok!)

Genre : Romance

Rating : G


Nah, Aku mencoba lagi buat bikin FF walaupun FF.nya HyuZy belum tuntas ... hehehh *Plakkk
Aku masih belum mahir bikin FF, jadi dimaklumin ajac yaaaaaa ... N dalam FF ini, usia para cast lebih tua dari usia aslinya *5 tahun lebih tua
Oh.iya, aku terinspirasi dari drama Healer dan Hyde, Jackli, and me ... Jadi secara otomatis dalam FF ini akan ada beberapa potongan drama tsb yang hampir mirip *tenang, nggak akan sampai mirip kok ...
Sebelumnya aku minta maaf jikalau ada yg nggak suka
...


AUTHOR POV

Di malam yang sunyi dengan dinginnya angin berhembus yang diterangi sinar rembulan dan beberapa lampu jalan, seorang namja berjalan di jalan yang sunyi dengan sosoknya yang nampak suram. Namja itu berjalan menembus dinginnya malam, namun tiba-tiba dia mendengar sebuah suara yang mencurigakan, dia pun mencari asal suara itu dan betapa terkejutnya dia melihat seorang yeoja yang dicekik oleh seorang berpakaian hitam, dengan topi yang menutupi sebagian wajahnya. secara spontan namja itu menolong yeoja yang tercekik. Ia bertarung dengan sosok penjahat itu, (action time) mereka saling memukul dan menendang, namun namja baik itu berhasil melumpuhkan sosok penjahat dan membuat penjahat itu kabur dengan kekalahan.

Setelah penjahat tersebut kabur, namja itu berdiri menghampiri yeoja yang ia tolong.

" neo, gwenchana ? " Kata namja pada yeoja itu

" ne, gwenchana, gumawoyo. " Kata yeoja itu berterima kasih dengan masih panik dan takut.

" aniyo, tidak usah berterima kasih, ini memang kepribadianku. " Kata namja itu dengan senyum di wajahnya menghilangkan sosok suramnya tadi, " Kamu bisa pulang sendiri ? " lanjutnya.

" ne, gwenchana ... " Kata yeoja itu namun jelas terlihat dia tidak baik-baik saja.

" kalau begitu aku pergi ... " Kata namja itu dan berbalik hendak pergi namun sesuatu menghentikannya.

" aniya, aku tidak baik-baik saja, aku takut, kamu ... maukah kamu mengantarku pulang ? " Kata yeoja itu memegang tangan namja yang tadinya ingin pergi.

" ne, bangunlah, aku akan mengantarmu. " Kata namja itu sambil membantu yeoja itu pergi.


Mereka, berjalan dengan sunyi yang menemani, tak ada perbincangan di antara mereka.
10 menit berlalu ...

" neo ... terima kasih telah menolongku. " Kata yeoja itu membuka perbincangan.

" ne, ini memang kepribadianku, menolong. " Kata namja itu santai.
" kundae, siapa namamu ? " tanya yeoja itu.

" Jackson-imnida, Wang Jackson, neo ? " jawab namja yang bernama Jackson dan bertanya balik.

" Heo Youngji-imnida. " jawab yeoja yang bernama Youngji, " kamu orang Korea ? " lanjutnya.

" aniya, aku orang Hongkong, tapi aku di Korea sudah cukup lama. " Jawab Jackson.

" ya, tidak salah lagi, wajahmu tidak seperti orang Korea, tapi kamu cukup lancar bahasa Korea. " Jelas Youngji.

Mereka pun berjalan sekitar lima menit lagi dan Youngji tiba-tiba berhenti.

" wae ? apa ada yang sakit ? " tanya Jackson khawatir.

" aniya, hanya saja kita udah sampai di rumahku. " Jawab Youngji menunjuk rumahnya.

" oWw, kalau begitu masuklah dan istirahat, aku pergi dulu. " Kata Jackson dan hendak berlalu pergi tapi dihentikan oleh Youngji.

" Cangkamma ... Gumawoyo telah membantuku dan ... apakah kita bisa bertemu kembali ? ... aku ingin membalas kebaikanmu. " Kata Youngji sedikit ragu.

" gwenchana, kamu tidak perlu membalsnya dan kalau ditakdirkan bertemu kembali, kita akan bertemu, kalau begitu aku pergi. " Kata Jackson dan berlalu pergi.

Mereka saling memberi salam dengan membungkuk. Jackson berbalik pergi dan Youngji hanya melihatnya dengan pandangan datar. bersamaan dengan langkah kaki Jackson yang menjauh pergi dari Youngji, tatapan Youngji semakin lama tatapannya semakin kosong melihat kepergian Jackson dan akhirnya Youngji pinsan. 
Jackson mendengar sesuatu jatuh dan benar saja Youngji telah tergeletak di aspal tak sadarkan diri. Jackson dengan cepat menghampirinya dan mengangkatnya masuk ke rumah Youngji.


Youngji POV

Aku perlahan membuka mataku dan terasa kepalaku sangat pusing. Aku membuka mataku dan sangat aneh karena aku telah berada di kamarku, yang aku ingat seorang namja bernama Jackson mengantarku pulang setelah menolongku dan aku melihatnya pergi setelah sampai di pintu rumah, ingatanku terhenti disitu, aku tidak ingat bagaimana aku bisa masuk ke dalam rumah dan telah berada di kasurku. Pintu kamarku terbuka dan dibalik pintu itu seorang namja muncul, ya dia adalah Jackson.

" kamu sudah bangun ? " kata Jackson membuat Youngji tersadar sepenuhnya.

" kamu ... kenapa kamu disini ? " kataku heran.

" Kamu tidak ingat ? tadi saat aku sudah pergi kamu langsung saja tergeletak tak sadarkan diri, ini minumlah dulu agar kamu lebih baik! " kata Jackson sambil memberikanku secangkir teh.

" Aku pinsan ???? " kataku heran.

" ne, mungkin itu efek dari kejadian tadi. Apa sekarang kamu sudah baikan ? " katanya terlihat khawatir atau perasaanku saja.

" ne, gumawoyo, hari ini kamu sudah banyak membantuku. o.iya, berapa lama aku pinsang ? " kataku.

" sekitar 4 jam, kalau begitu aku pergi. O.iya, aku lihat kamu tinggal sendiri, beritahu temanmu untuk menemanimu, tidak baik jika kamu sendiri. " Katanya hendak pergi.

" cangkamma, mian ... tapi bagaimana kamu bisa masuk ke dalam rumahku ? " tanyaku heran karena dia bisa masuk ke dalam rumahku padahal dia tidak memiliki kunci rumahku.

" di dalam tas.mu ada kunci, jadi aku mencobanya dan untungnya itu adalah kunci rumahmu " katanya santai.

" owW, begitu ... " kataku masih ada sedikit keraguan.

" sudahlah ... aku pergi dulu, istirahatlah dan ingat telpon temanmu untuk menemanimu. " Katanya dan berlalu pergi.

" ne, gumawoyo dan mianhe aku tidak bisa mengantarmu keluar, aku masih pusing. " Kataku dan membungkuk memberi salam.



AUTHOR POV
Keesokan harinya

Pagi yang cerah di sebuah taman, Nampak seorang yeoja yang duduk di bangku taman sedang bermain dengan seekor anjing.

" Oi ... annyeong ... kamu baik-baik saja kan ? " kata Youngji sambil mengelus kepala anjing yang ia beri nama Oi.

Di taman itu Youngji hanya curhat dengan Oi, ya ... Youngji tidak memiliki teman, sebenarnya punya, hanya saja teman kerja, tidak seorang teman pun yang sangat dekat dengannya. 

" Oi, kamu tahu tidak, kemarin adalah hari terburukku, sepulang dari tempat kerja ... kamu tahu kan aku pulang sangat larut, sepanjang perjalanan pulang ke rumah adalah jalan yg gelap dan sepi, aku melihat seorang wanita tergeletak tak sadarkan diri di sudut jalan yang sepi, saat aku menghampirinya, wanita itu berlumuran darah, aku melihat perutnya tertusuk, saat aku memcoba menelpon rumahh sakit seseorang dari belakang menepuk pundakku, aku sangat takut untuk berbalik dan akhirnya aku langsung berlari pergi dan orang itu mengejarku, dia mengejarku dan berhasil menangkapku, dia mencengkram lenganku, aku memberontak, tapi dia langsung mencekikku, aku tidak memiliki kekuatan untuk melawannya, tapi untungnya seorang namja menolongku, namanya Jackson, dia bertarung melawan orang jahat itu. kamu tahu Oi, aku yakin orang yang mencekikku itu adalah pembunuh wanita itu. Aku sangat ketakutan dan Jackson dengan baik hati mengantarkanku pulang ... aku sempat pinsan dan dia membantuku lagi. " Curhat Youngji pada anjing yang ia anggap sebagai sahabatnnya sendiri.

" Guk ... Guk ... Guk " anjing itu menggonggong seolah bertanya pada Youngji.

" O.iya, benar juga ... bagaimana dengan wanita itu ? siapa yang menolongnya ya ? Haruskah aku melapor ke kantor polisi ? aaaaaaaa ... aku terlalu takut sehingga melupakan wanita itu, malang sekali nasibnya. " Kata Youngji frustasi dan seolah menjawab gonggongan Oi.

" aaaaaaaaa ... apa yang harus aku lakukan ???? " kata Youngji lebih frustasi lagi dan mengacak-acak rambutnya, " polisi pasti telah menemukan mayat wanita itu dan menyelidiki kasusnya ... ya, pasti begitu, aku tidak perlu terlibat. " Lanjutnya dan meyakinkan dirinya untuk tidak ikut campur.

Youngji kembali ke rumahnya, hari ini dia libur jadi dia hanya bermain di taman bersama Oi dan menghabiskan waktunya di rumah, itulah kebiasaannya. Youngji membawa Oi ke pemiliknya dan pulang ke rumah. Yups, Oi bukannya anjing liar, dia adalah anjing peliharaan hanya saja pemilik anjing itu sudah cukup tua dan tinggal di sekitar taman itu dan Youngji selalu meminta izin pemiliknya untuk bermain dengan Oi.


@Rumah Youngji
Sesampai Youngji di rumahnya, dia melihat seseorang  berdiri di depan pintu rumahnya.

" annyeongaseo ... ada perlu apa anda ke sini ? " tanya Youngji dan membungkuk memberi salam.

" annyeongaseo ... " sapa orang itu  membungkuk memberi salam, "apa anda Youngji-ssi ? Saya Seorang detektive ... " tanya orang itu dan menunjukkan tanda pengenalnya.

" ne, ada apa ? " tanya Youngji gugup.

" Begini, kemarini malam ada sebuah inside, seorang wanita telah ditikam di sebuah jalan sepi dan dari cctv  kami melihat anda berada di tempat kejadian. " Jelas detektive itu.

" ah, ne ... aku memang berada disana, aku hendak menelpon ke kantor polisi dan rumah sakit, tapi ada seseorang jadi aku kabur tapi dia mengejarku. " Jelas Youngji merasa takut.

" ya, kami melihatnya juga, tapi setelah itu kalian tidak terlihat lagi, apakah anda dapat mengenali orang itu ? " tanya detektive.

" dia menyerangku dan berusaha mencekikku, tapi untungnya ada yang membantuku, saat dia mencekikku aku merasa melihat wajahnya tapi aku tidak terlalu yakin. " jelas Youngji sedikit demi sedikit merasa lebih tenang.

" bisakah anda membantu penyelidikan kami, jika anda sudah yakin dan ingat dengan pelakunya tolong hubungi kami dan tolong datanglah ke kantor kami untuk memberi laporan dengan jelas. " tanya detektive itu dan berlalu pergi.


Youngji merasa lebih tenang dan masuk ke dalam rumahnya.

#Malam hari

Youngji keluar rumah hendak pergi ke toko serba membeli makanan, Kawasan tempat tinggal Youngji sangat sepi dan sunyi di malam hari. Youngji memberanikan dirinya keluar rumah dan setelah beberapa jauh perjalanan dia pun sampai di toko serba. Setelah membeli barang yang diinginkannya dia tinggal sekitar 15 menit di toko serba itu, duduk memakan sebagian makanan yg ia belli *taukan di toko serba Korea itu ada sebuah tempat khusus bagi pelanggang seperti tempat untuk makan disana, ok lanjut .....
Setelah selesai bersantai  Youngji pun pulang. Dalam perjalanan pun suasana sangat sunyi. Youngji merasa ada yang mengikutinya, dia pun berhati-hati.

#Disisi lain
Seseorang dengan berpakaian serba hitam dan memakai topi, sedang jalan di atap-atap rumah, dia tampak sangat mencurigakan, dia tampak berbicara denga seseorang tapi tak ada yang bersamanya. Terlihat ditelinga namja itu tampak sebuah headsate kecil dan ia sedang berbicara dengan seseorang yang nan jauh dibalik headsate itu *hehehhh maklumin lebay.nya ya ...

" aku sudah berhasil menyelinap masuk ke tempat orang itu dan mendapatkan barangnya. " kata namja itu.

"bagus oppa, kerjamu memang selalu sangat mulus. o.iya oppa, klien kita memberitahu kalau barangnya taruh saja di tempat yang telah disepakati dan tinggalkan. " kata suara dari headsate itu yang terdengar seperti suara yeoja.

" arrasso, aku sudah biasa melakukannya, tidak perlu memberitahuku. Apakah malam ini hanya tugas itu ? " tanya namja itu kesal.

" ne oppa, untuk malam ini hanya itu, pulanglah cepat, aku sudah menyiapkan ... " kata yeoja itu terpotong.

" cangkamma, kita sampai disini dulu. " kata namja itu dan langsung memutus komunikasi mereka.

Namja itu melihat sesuatu yang mencurigakan, dia melihat seorang yeoja diikuti oleh seseorang berpakaian hitam seperti dirinya dan nampaknya dia mengenal yeoja itu.

" Youngji-ssi ??? sepertinya lelaki itu lelaki yang kemarin. " kata namja itu dari atap pada dirinya sendiri. Ya, namja itu adalah Jackson dan yeoja yang ia lihat adalah Youngji.

Youngji terlihat sangat ketakutan. lelaki yang mengikutinya semakin mempercepat langkahnya secepat dengan langkah kaki Youngji. Youngji akhirnya berlari karena sangat ketakutan dan langsung saja lelaki menyeramkan itu hendak menikam Youngji dari belakang dengan pisau yang sejak tadi ia pegang, tapi untung saja Jackson langsung melompat ke arah lelaki itu dan menghajarnya. Lelaki itu balas menyerang dan mengarahkan pisaunya pada Jackson, tetapi Jackson berhasil menepis tangan lelaki itu dan hal hasil pisaunya terlempar entah kemana dimakan kegelapan *hahahahhh lebay... Lelaki itu berhasil menghajar Jakcon dan membuat Jackson terjatuh, langsung saja lelaki itu mengambil kesempatan, lelaki itu langsung mengambil pisau lain di sakunya dan berlari tepat berada di belakang Youngji menodongkan pisau di leher Youngji. Youngji sangat ketakutan, dia memutar kepalanya hendak melihat wajah lelaki itu, belum jelas Youngji melihat wajah lelaki itu, lelaki itu langsung menekan leher Youngji membuat leher Youngji sedikit berdarah. Jackson terlihat panik tapi dia berusaha tenang *O.iya, disini Youngji tidak tahu kalau itu Jackson ya ... Jackson terlihat sangat berhati-hati dan menunggu kesempatannya. Lelaki itu mundur hendak lari dengan Youngji di genggamannya dan masih menodongkon pisau di leher Youngji, tiba-tiba lelaki itu menginjak sesuatu dan berbalik melihat apa yang ia injak, dan saat itu juga Jackson menarik Youngji. Jackson kembali menghajar lelaki itu saat Youngji tidak berada lagi digenggaman laki-laki itu. Jackson memukul lelaki itu tapi lelaki itu langsung mengarahkan pisau ke lengan Jackson dan lengan Jackson pun terluka, saat itu Jackson lengah dan lelaki itu pun kabur. Youngji menghampiri Jackson hendak melihat lukanya.

" neo, gwenchana ... " kata Youngji panik, " ah, kamu terluka ... oettoke ? " kata Youngji lebih panik lagi.

" gwenchana, ini hanya luka kecil. " Kata Jackson membuat suaranya agak berbeda agar Youngji tidak mengetahuinya. Youngji berusaha melihat Jackson, tapi Jackson selalu dengan sigap mem-block wajahnya agar tidak terlihat. " lehermu tidak apa-apa ? " tanya Jackson khawatir dengan leher Youngji yang berdarah.

Youngji meraba lehernya dan melihat darah di lehernya.

" ne, gwenchana ... " kata Youngji berusaha terlihat baik-baik saja tapi kenyataannya ia ambruk dan pinsang.

Jackson berusaha menyadarkan Youngji, tapi tidak berhasil. Jackson pun membawa Youngji ke rumah Youngji. Saat tiba di rumah Youngji dengan mudah Jackson memasuki rumah Youngji karena memang itulah keahliannya, menyelinap ke suatu tempat. Jackson membaringkan Youngji di tempat tidurnya. Youngji terlihat sedikit sadar dengan pandangan yang kabur dan melihat Jackson membaringkannya ...


TBC




ah, selesai juga nggak panjang sih, aku sih maunya kasih lebih panjang lagi agar lebih puas ngebacanya, tapi aku udah gemas banget pengen nerbitin ... heheheh ... semoga nggak mengecewakan, maaf kalau mengecewakan, aku udah berusaha dengan maksimal, dan juga maaf kalau banyak Typo.nya ... Reader yang baik *taukan ... tolong tinggalkan jejaknya ... Gumawo :) ...