Laman

Jumat, 26 September 2014

[FF] SATURATED - oneshoot

Hay ... hay ... hay ...
Buat ngeramein blog Taiyo, Taiyo bawa FF terbaru ... tapi ... eeeeee ... tunggu dulu, ini bukan FF buatannya Taiyo, tapi punya teman Taiyo ...
ok ok ok ... langsung ajac ...


SATURATED
By Basyilia

Cast

Cho kyuhyun
Myung Soo
kim eunhye (OC)




Seperti yang selalu kau katakan.
Semua yang terjadi tidak memiliki alasan yang pasti
Kau membenci tanpa alasan, kau mencintai tanpa alasan,
Begitupun dengan ku, rasa jenuh ini juga datang tanpa alasan.

***
            Berulang kali Gadis dengan kacamata ber-frame putih itu memeriksa ponselnya. Menanti sebuah panggilan atau mungkin sekedar pesan masuk untuk nya dari sosok yang benar-benar ia rindukan. Namun nihil. Tak ada satu pun tanda-tanda kehadiran pria itu semenjak satu minggu yang lalu. Kim Eunhye menghela napas gusar. Entah apa yang telah terjadi, tapi yang jelas saat ini Gadis itu benar-benar merindukan pria nya.
 “Ya, seongsaenim. Kau tidak mendengarkan ku?”
Eunhye terkesiap. Hentakkan seorang pria di hadapannya membuat nya tersadar bahwa saat ini ia sedang membimbing salah seorang mahasiswa tingkat akhir. Eunhye sedikit berdehem lalu menatap datar pada mahasiswa mimbingannya yang sudah bersikap kurang ajar itu.
“ Kim myung soo, berani nya kau membentak dosen mu sendiri” mata hitam pekat eunhye menatap tepat ke mata kelabu myungsoo. Begitu tajam, hingga pria dengan rambut coklat tembaga itu mengerjap beberapa kali ketika matanya terasa sedikit perih. Ah, tidak-tidak. Sebenarnya bukan karena itu. Hanya saja dirinya yang terlalu ciut saat melihat wajah menyeramkan professor kesayangannya ini. Kesayangan? Oh terdengar begitu menjijikkan bukan.
“ itu karena professor tidak mendengarkan ku!” sahut myungsoo menunduk. Sedikit menyesal dengan tindakan nya yang tidak bisa menahan emosi. Ck, itu semua karena gadis ini terlalu dingin padanya.
            “ Mendengar omong kosong mu yang tidak berguna?” eunhye mendecih, beralih mengambil sesuatu di dalam laci nya. Sebuah buku catatan yang tebalnya sekitar 5 jari lalu menyerahkannya pada myungsoo. “ ambil ini. selesaikan tugas akhir mu dengan baik. Aku tidak lagi ingin melihat tulisan-tulisan tidak masuk akal untuk laporan mu berikut nya.!” Tambah nya dingin.
Myungsoo menatap eunhye tidak percaya, Dia harus mengulang proposal ini untuk yang ke-5 kalinya? Wow tidakkah dia terlihat seperti mahasiswa yang dungu. Yang benar saja. Myungsoo sudah bertanya ke beberapa senior nya dan menurut mereka proposal nya ini sudah sangat bagus. Tapi mengapa dosen angkuh ini masih saja menolaknya. Kim eunhye ini kelewat pintar atau bagaimana. “ tapi ini sudah sangat bagus seongsaenim!” sahut nya tak terima.
“ Itu menurut mu. Tapi tidak bagiku!” timpal eunhye sembari membereskan meja kerjanya. Hendak ingin keluar dari ruangan membosankan itu. Kantornya yang cukup penuh dengan barang-barang tak berguna. Ooh, bukan kah dia sendiri yang meletakkan nya di sana.
Myungsoo menghela napas frustasi. Mengapa dulu ia memilih eunhye sebagai dosen pembimbing nya. Hanya dengan iming-iming wajah cantik dan masih muda tanpa berpikir panjang myungsoo memilih professor kim ini sebagai pembimbing nya. Tapi nyatanya, yang ada dia di persulit dengan dosen Muda nan angkuh ini.
            “ Kenapa? Kau tidak suka? Kalau begitu Cari pembimbing lain!” eunhye lagi-lagi menatap myngsoo tajam. Bahkan hingga ke balik retina pria itu. Membuat myung soo buru-buru mengambil buku yang tadi di berikan eunhye. Membungkuk sejenak kemudian berlalu meninggalkan tempat itu sebelum tatapan eunhye benar-benar membunuh mentalnya. Mengerikan.
            Myung soo memasuki limousine hitam milik nya. Duduk di kursi kemudi dengan wajah memberengut. Tatapannya beralih pada buku catatan eunhye yang masih ia genggam. Wajah masam nya kini tergantikan dengan Senyum yang kian merekah menghiasi wajah nya yang memang tampan. Walaupun dosen angkuh itu selalu bersikap dingin padanya, yah tapi setidaknya gadis itu mulai memperhatikannya kan. Bahkan ia rela memberikan catatan pribadi nya untuk  myung soo. Betapa bahagianya pria yang sedang di mabuk cinta ini…
            Myungsoo mengalihkan pandangannya ke arah luar melalui jendela mobilnya. Kening nya berkerut saat matanya menangkap sosok gadis yang berdiri di depan halaman Seoul university. Myungsoo menatapa nanar pada gadis yang terlihat sedang menelpon seseorang dengan wajah yang sama seperti biasa, datar tanpa ekspresi namun kali ini dihiasi dengan cairan bening yang mulai menganak sungai di pipi putih salju nya.
Gadis itu… menangis…
Ya tuhan sebenarnya ada apa dengan professor kesayangan nya itu?
                                                                        ***
            Kim eunhye menyeruput Milkshake ke 5 nya bosan. Beralih memperhatikan arloji yang bertengger manis di tangan Kirinya. Pukul 9 malam. Itu berarti ia sudah menunggu kurang lebih 2 jam lamanya. Tapi pria yang di tunggu itu belum juga menampakkan batang hidungnya.
Apakah Cho kyuhyun melupakan Janji nya?
Eunhye berulang kali menghela napas panjang, mencoba menghalau rasa perih yang mulai mengintip. Rasa perih yang bersumber dari sebuah ketakutan yang tak berdasar. Entah mengapa akhir-akhir ini eunhye sering merasakan sesuatu yang aneh. Hal yang seakan membuatnya akan kehilangan sesuatu. membuat harinya di penuhi dengan rasa takut walaupun ia sama sekali tak mengerti apa alasan mengapa ia merasakan itu semua. Eunhye menggeleng lemah. Tidak, ia tidak boleh larut dalam perasannya yang tidak jelas dan konyol itu.
            Eunhye memperhatikan langit yang terlihat begitu terang malam hari ini, di penuhi ribuan bintang seakan tak mengijinkan setetes pun hujan turun membasuh bumi. Lebih tepat nya, tak ingin memberikan kenyamanan pada hati gusar eunhye. Dari dulu sampai sekarang, satu-satu nya yang mampu membuat eunhye nyaman hanyalah hujan, suara rintikan, sensasi dingin kulitnya saat tersentuh air hujan serta aroma hujan yang terselip di balik tanah. Eunhye menyukai itu. Membuat nya merasa bahwa ia benar-benar hidup di bumi ini.
            Tapi saat ini, ia merasa seakaan semua menghindarinya. Bahkan cho kyuhyun yang selalu berada di sisinya selama ini pun tak mu menemuinya. Layaknya malam ini, kyuhyun tak kunjung datang. Pria itu melupakan janjinya. Kyuhyun menghindari seorang Kim eunhye.
            Eunhye beranjak keluar dari Café tersebut saat merasakan dadanya yang semakin sesak. Mungkin mencari udara segar akan membuatnya sedikit lebih tenang. Gadis itu memilih berjalan kaki menuju sebuah taman dekat apartement nya, berhubung jarak yang tidak terlalu jauh Jadi tidak ada salahnya berolahraga pada malam hari di cuaca dingin seperti ini bukan?
Kim eunhye hendak menyebrangi trotoar, namun langkahnya terhenti saat melihat sosok yang sedari tadi ia tunggu kini berada di café seberang. Ia melihat kyuhyun di balik kaca besar café tersebut . melihatnya yang tengah bercanda dengan beberapa rekan bisnisnya yang Cukup eunhye kenal.
            Eunhye menggigit bibir bawahnya menahan rasa sakit pada hatinya yang kian mendera, mata nya tak lepas dari sosok kyuhyun yang terlihat begitu bahagia malam ini. tertawa seakan tak memiliki beban. Beban akan janji yang ia lupakan.
Eunhye mengeluarkan ponselnya, menekan beberapa tombol yang membentuk susunan kalimat. menulis seuatu pada pria yang berhasil membuatnya cukup menderita hari ini. gadis itu menghela napas lelah lalu kemudian melanjutkan perjalannya.
                                                                        ***
            Kyuhyun menghentikan tawanya saat merasa sesuatu di dalam sakunya bergetar. Pria itu merogoh sakunya dan menemukan sebuah pesan masuk pada ponselnya. Kyuhyun menghela napas berat saat membaca nama si pengirim pesan tersebut. ia lalu memasukkan kembali ponsel itu  ke dalam sakunya, sama sekali tak berniat membuka pesan itu.
Kyuhyun kembali menyerup lattenya yang kini tersisa setengah. Menyandarkan punggung nya pada kursi yang ia duduki. Beralih memandangi jalan kota seoul yang cukup sepi pada malam hari ini, jelas saja, ini kan sudah memasuki musim dingin. Hanya orang bodoh yang masih berkeliaran di luar ruangan tanpa adanya penghangat.
            “ Yak! Kyuhyun-ah!” kyuhyun tersentak saat eunhyuk salah satu rekan bisnis sekaligus sahabat nya itu mengagetkannya dengan suara paling menyebalkan yang pernah kyuhyun dengar. Pria itu lantas memandang tidak suka kepada eunhyuk yang kini tengah melemparkan bokong nya pada kursi di seberang kyuhyun  “ Aku bertemu Kekasih mu di depan sana!” lanjut eunhyuk sembari menunjuk ke arah trotoar di depan café yang mereka tempati saat ini. “Aku mengajak nya untuk kemari tapi ia menolak. Apa kalian sedang bermasalah?” tambah nya dengan memandangi kyuhyun yang hanya diam memperhatikan tempat yang eunhyuk tunjuk tadi.
            “ Kau mengatakan kalau aku ada di sini?” Tanya kyuhyun tanpa mengalihkan pandangannya sedikit pun.
“ Ya.” Jawab eunhyuk singkat sembari menyerup caramel macchiato nya yang baru saja diantarkn oleh salah seorang pelayan. Kyuhyun melirik eunhyuk kesal. Kenapa pria itu memberitahun keberadaannya. Sial! “ Tapi walaupun aku tidak memberitahunya pun dia sudah tahu lebih dulu!” tambah eunhyuk yang hanya membuat kerutan di kening kyuhyun bertambah. “Aku mengajaknya kemari karena melihatnya memandangi mu dari trotoar seberang sana. Kupikir ia ingin bergabung tapi ternyata tidak!”  ujarnya lagi seakan mengetahui isi pikiran kyuhyun.
            Kyuhyun merasa napasnya tercekat. Bagaimana ini, bagaimana jika eunhye menyadari bahwa ia kini tengah berusaha untuk menjauhinya. Menjauhi nya tanpa alasan yang jelas. Bahkan saat ini kyuhyun merasa menjadi pria paling brengsek di dunia karena sudah membuat gadis nya menunggu terlalu lama. Yah, kyuhyun sadar ia sengaja tidak menemui eunhye di café yang ia janjikan sendiri dan lebih memilih bergabung dengan para sahabatnya di tempat ini. entah apa yang terjadi pada dirinya, tapi yang jelas saat ini kyhuhyun merasa tidak ingin bertemu dulu dengan eunhye.
            “ Apa benar kalian tengah bermarahan?” kyuhyun melirik heechul yang menatapnya intens. Kyhyun tahu benar bahwa heechul sangat tidak suka bila ia menyakiti eunhye, gadis yang sudah di anggap adik bagi pria itu. “ Tidak!” sahut kyhyun malas.
“ Lalu apa dia membuat mu kesal?” kini sungmin yang melayangkn pertanyaan memuakkan bagi kyuhyun. “ Tidak!” sahut kyuhyun seadanya. Sahabat-sahabat nya ini terlalu ingin tahu dengan urusan pribadinya. Seperti mereka tidak punya pekerjaan lain saja. Merasa bosan, pria itu lantas menyerup latte nya hingga habis.
“ Atau mungkin Kau yang membuat eunhye kesal hingga ia tidak ingin menemui mu. Begitu kah cho kyuhyun?” kyuhyun terkesiap. Fokus nya menghilang entah kemana saat pertanyaan yang nyaris menyerupai pernyataan di lontarkan heechul dengan nada mengintimidasi yang sangat kentara. Kyuhyun mencengram cangkir latte nya kuat membiarkannya terus berada di udara, seakan mengalihkan focus nya yang sempat kacau dalam beberapa detik lalu.
            Kyhyun meletakkan cangkir nya kembali ke atas meja, sebelum cangkir itu benar-benar retak akibat cengkramannya yang begitu kuat. Kyuhyun menatap heechul dengan tatapan yang di buat setenang mungkin. menghela napas sejenak lalu kemudian berkata “ Kenapa kau selalu mencampuri urusan pribadi ku Hyeong? Tenang saja, aku tidak akan menyakiti adik kesayangan mu itu!” kyuhyun menyeringai, lalu beranjak meninggalkan ke tiga sahabat nya yang berhasil membuat kyuhyun kesal dengan pertanyaan-pertanyaan yang entah mengapa sangat mengena di hati kyuhyun. Pria itu beranjak memasuki Audi putih nya dengan berbagai pemikiran yang terus berkecamuk di kepala kyuhyun.
            kyuhyun merogoh ponsel yang ada di saku celananya. Ia hanya ingin membuka pesan yang tadi dia abaikan. Pesan dari Eunhye.
Mungkin saja gadis itu akan memakinya karena dengan sengaja membatalkan janji bahkan tanpa memberitahunya, membiarkan gadi itu menunggu nya cukup lama. Kyuhyun akan menerima jika eunhye mengumpat nya, ia pantas mendapatkan itu semua. Sangat pantas.
            Namun apa yang kyuhyun baca saat ini berbanding terbalik dengan apa yang di perkirakannya. Mata nya memanas, napas nya terasa tercekat bahkan sangat sulit mencerna kata-demi kata yang tertera pada layar ponsel nya. Entah mengapa hatinya seakan ter-iris. Kyuhyun mencengkram kemudi nya kuat hingga buku-buku jarinya memutih. Menahan segala emosi, rasa bersalah dan sesak yang berkecamuk menjadi satu. Membuat kyuhyun ingin membunuh dirinya yang begitu Hina saat ini juga.
Jika kau merasa bosan dengan ku. temui aku di taman biasa, Jangan menghindar Cho kyuhyun. Kau menyakiti ku.
                                                                        ***
            Suhu yang semakin dingin tak gentar membuat eunhye beranjak dari tempatnya. Duduk di bawah pohon oak yang rimbun sama sekali tak mampu menaikkan sedikit saja suhu pada malam hari ini. Dingin, itu lah yang eunhye rasakan saat ini. bahkan tubuhnya nyaris membeku sebentar lagi. Tapi seakan tak peduli gadis itu tetap saja berada di taman terbuka itu, membiarkan angin musim Gugur membelai tubuh nya yang mulai rapuh, sangat pucat.
            Tapi tak ada yang mengira bahwa cuaca dingin seperti ini lah yang mampu menenagkan seorang Kim Eunhye. Menenangkannya dari segala rasa sakit yang tak henti menimpa Hati nya. Mencoba melupakan rasa Perih itu dan Beralih focus pada tubuhnya yang mulai membeku. Memilih merasakan dingin yang menembus tulangnya daripada larut dalam keperihan hatinya. Dan usahanya itu tidak sia-sia.
            Eunhye terlonjak kaget ketika sesuatu yang hangat menimpa tubuh nya. Ia lantas mendongak dan mendapati pria berperawakan tinggi tengah menatapnya sengit. Eunhye mengernyit, merasa bingung bagaimana bisa mahasiswa bimbingannya itu bisa ada di sini. Lantas gadis itu mengambil mantel yang masih berada di punggung nya, berdiri mensejajarkan tubuhnya pada Kim Myung soo. “Apa?”
“ Gadis bodoh!”  myung soo menarik mantel yang di genggam eunhye, memasangkannya dengan benar di tubuh gadis itu, tidak perduli dengan tatapan heran bercampur tidak terima yang di lemparkan gadis di hadapannya itu. “ Berada di ruangan terbuka selama 2 jam dengan pakaian tipis seperti ini. aku bahkan sekarang meragukan kecerdasan mu Profesor Kim!” myung soo tak henti melontarkan semua yang di tahannya sedari tadi. Kata-kata yang menurut nya pantas untuk eunhye yang begitu bodoh. Sementara eunhye, hanya menatap pria itu bingung.
“ Kau ini benar-benar bodoh. Apa kau tidak punya rumah? Untuk apa membekukan diri di cuaca dingin seperti ini?  Menyiksa diri seperti ini apa itu bagus? Kau ingin mati membeku. Dimana kau simpan otak Pintar mu itu Kim eunhye?”
“Yak!” eunhye menjerit tertahan merasa panas dengan semua umpatan yang di lontarkan myungsoo mahasiswa paling kurang ajar yang pernah ia temui. Oh, berani-berani nya pria ini mengatai dosennya sendiri dengan sebutan bodoh. Pria ini ingin mati muda rupanya.
            Eunhye mendorong kecil tubuh myungsoo, menunjuk tepat di depan wajah pria itu dengan tatapan tak kalah tajam nya. “ Kau....” eunhye menghela napas sejenak sebelum melanjutkan “ Apa masalah mu, huh?”
            Myung soo mendengus, gadis di hadapannya ini benar-benar keras kepala. Myungsoo beranjak duduk di bangku yang di tempati eunhye tadi. Sudah tidak tahu apa yang harus di lakukan nya untuk gadis berhati batu macam kim eunhye. “ Keras kepala!” rutuknya kesal.
            Eunhye memandang myungsoo dengan tatapan tidak suka. “ Kau benar-benar kurang ajar Kim myung soo! Berani nya kau bersikap seperti itu pada dosen m sendiri! Kau ingin mati huh?” eunhye mendelik tajam.
Myungsoo melirik eunhye acuh. “ Kenap?! Ini bukan lah jam pelajaran, jadi Bukan masalah, lagi pula kita ini seumuran. Jujur saja aku tidak suka bersikap formal di hadapan gadis incaran ku!” sahut nya santai, tangan nya terjulur menggapai tangan eunhye menarik gadis itu untuk duduk di sebelahnya.
Eunhye menurut. Tubuhnya sama sekali tidak bisa memberontak lagi, suhu dingin sudah banyak menguras energy nya. Bahkan untuk menyanggah perkataan myungsoo pun ia tidak sanggup lagi. “ Kau kedinginan nona kim!” eunhye bisa menangkap raut khawatir di wajah tampan myung soo. Sungguh, eunhye sangat tidak suka jika orang menganggap nya lemah, mencemaskan dirinya seperti gadis bodoh yang tak berdaya.
            “Aku baik-baik saja!” eunhye melepaskan genggaman myungsoo di telapak tangannya. Namun seakan tak terima myungsoo malah beralih memeluk tubuh mungil eunhye. Lagi-lagi eunhye tak memberontak, tubuhnya memang terlalu lemah saat ini. “ Aku tidak akan membiarkan mu melakukan hal bodoh seperti ini lagi hanya karena seorang pria yang sengaja menyia-nyiakan mu!” ujar myungsoo dalam pelukannya yang semakin erat.
“Maafkan aku telah bersikap seperti ini. professor kim, tapi…” myungsoo menghela napas berat, sebelum melanjutkan “ Aku tidak suka melihat gadis yang ku cintai menangisi Pria lain!”
Eunhye merasa tubuhnya bergetar semakin keras, bahkan frekuensi detak jantungnya sudah tak terdeteksi lagi. pria ini baru saja menyatakan perasaaannya, bukankah begitu? Oh, entah mengapa kepala eunhye bertambah pusing dengan kenyataan-kenyataan yang terus berbondong menghampirinya. Sekali lagi eunhye menghela napas lelah, mungkin ia akan menjadikan hari ini sebagai hari terberatnya. “ Myungsoo-ya, selesaikan dulu kuliah mu dengan nilai tinggi. Baru kau berbicara tentang cinta.!” Ujar eunhye lirih. Hanya kata-kata itu yang tersisa di kepalanya saat ini, entah itu akan menyakiti perasaan pria yang masih mendekap nya ini atau tidak.
            “ Apa adegan berpelukannya belum selesai, aku sudah terlalu lama menunggu!”
Entah mendapat kekuatan dari mana eunhye mendorong tubuh myungsoo paksa saat suara bass itu menyapa telinganya. Eunhye menoleh ke asal suara, dan mendapati kyuhyun tengah beradu pandang dengan myungsoo. Tatapan tajam yang begitu menyilaukan dari keduanya. 
            “ Menjauh dari kekasih ku!” kyuhyun memperingatkan, tatapannya seakan mengintimidasi, bersiap mencengkram myungsoo yang tak juga beranjak dari tempatnya. Bahkan pria itu seakan menantang kyuhyun “ Bermimpi saja kau!” balas nya sengit.
“Myungsoo-ya tinggalkan kami berdua!” eunhye sudah tidak tahan melihat keduanya beradu argument melalui tatapan mengerikan dari keduanya. Lebih baik ia menjadi penengah daripada ada yang terluka nantinya. Tidak akan eunhye biarkan hal itu terjadi.
            Myungsoo menghela napas, ia melirik eunhye dengan tatapan sendu nya yang begitu memikat. Air muka nya berubah seketika, menatap kasih kearah eunhye yang hanya memandangnya datar. “ Baiklah, Tapi aku akan kembali membawa IP 4. Dan melanjutkan pembicaraan kita yang sempat terputus karena seekor kucing pengganggu!” ujarnya dengan penuh penekanan di akhir kalimat, myungsoo menyeringai. Menatap remeh kepada kyuhyun yang tengah menahan emosi nya dengan rahang yang terkatup rapat.
Kyuhyun mendecih, lalu beranjak mendekati eunhye. Mengulurkan tangangannya mencoba meraih lengan gadis itu. Kyuhyun membulatkan matanya sedikit terkejut saat sesuatu yang ia genggam begitu dingin bagaikan bongkahan es, kyuhyun mendapati jemari eunhye dalam genggamannya, lantas pria itu memberikan kaos tangan hangatnya, memakaikannya pada gadis itu secara perlahan. Lalu beralih pada syalnya, kembali memakaikannya pada eunhye yang hanya diam memandang kyuhyun dengan tatapan yang bahkan eunhye saja tidak mengerti tatapan seperti apa yang ia perlihatkan saat ini. perasaannya terlalu sulit untuk di jabarkan.
 kyuhyun  menarik eunhye menjauhi myungsoo yang hanya menatap tidak suka dengan tingkah kyuhyn yang seenaknya. Kyuhyun membawa eunhye memasuki mobilnya yang terparkir tidak jauh dari tempat mereka tadi. Eunhye menurut, sama sekali tidak mengeluarkan sepatah kata pun dengan semua tindakan kyuhyun pada nya tadi. Ia terlalu sibuk mengatur napasnya yang tidak teratur karena sesuatu yang membuncah dari dalam dadanya, perasaan Cemas bercampur bahagia yang entah berasal dari mana.
            Saat ini mereka berdua berada di sebuah café  hanya demi menghangatkan tubuh masing-masing. Keheningan menyelimuti. Tak ada satupun dari eunhye maupun kyuhyun yang hendak memulai pembicaraan, semuanya sibuk dengan pemikiran masing- masing pihak.
            Kyuhyun menyerup coklat panasnya. Mencoba membasahi tenggerokannya yang terasa kering, terlalu kering hingga membuat nya tidak bisa mengeluarkan barang sekata pun. Semua itu karena sebuah perasaan konyol yang bahkan ia sendiri tidak mengerti bagaimana bisa mendapatkannya. Kyuhyun melirik eunhye dari sudut matanya, gadis itu hanya diam memandang kosong cangkir coklat panasnya. Kyuhyun sama sekali tidak bisa membaca apa yang sedang dipikirkan gadis itu. Apakah ia merasa kecewa dengan kyuhyun yang sudah jelas terlihat menjauhinya selama sepekan ini, apakah kyuhyun telah menyakitinya? ooh ayolah kyuhyun benar-benar  ingin tah isi hati gadis itu saat ini.
 Kyuhyun mengalihkan pandangannya saat mata eunhye terarah padanya, tentu saja kini ia terlihat seperti memandangi gadis itu. Kyuhyun berdehem. Mengusir kecanggungan yang terus mencekik mereka berdua.
            “ Katakan jika kau ingin berpisah!” suara lembut eunhye mengalun begitu lambat di telinga kyuhyun. sangat sulit bahkan hanya untuk sekedar mencernanya. Berpisah? Apakah kyuhyn ingin berpisah? Oh, astaga, semua perasan yang kyuhyun rasakan saat ini memang sudah seharusnya menuju kata perpisahan. Seharusnya kyuhyun tidak perlu kaget jika eunhye yang mengatakan kata Nista itu terlebih dahulu, Gadis itu terlalu pintar menebak situasi. Instingnya yang kuat tidak pernah salah. Kyuhyun tahu benar akan hal itu. Tapi…
            “ Tapi setidaknya berikan aku satu alasan!” lanjut eunhye dengan suara dibuat setenang mungkin, sekalipun tangannya bergetar di bawah sana. Eunhye masih bisa menyembunyikan rasa perih yang tak henti menggerogoti hatinya saat ini. mencoba terlihat tegar seperti biasa.
            Kyuhyun melemparkan tatapan tidak percaya, tidak percaya bahwa eunhye akan terlihat baik-baik saja. Tidak! Gadis itu sedang tidak baik-baik saja. Kyuhyun bisa merasakannya, kyuhyun bisa melihat kepedihan di mata gadisnya. Gadis itu tengah menahan segala siksaan yang di timbulkan oleh kyuhyun sendiri. Kyuhyun merasa bahwa dirinya pria terburuk yang pernah ada. Terlebih ia sama sekali tak bisa memberikan sebuah alasan yang sinkron. Bahkan dirinya sendiri belum bisa mengerti dengan perasaan Jenuh nya saat ini. Tuhan, seharusnya kau bunuh saja Pria itu!
“Seperti yang selalu kau katakan. Semua yang terjadi tidak memiliki alasan yang pasti Kau membenci tanpa alasan, kau mencintai tanpa alasan. Begitupun dengan ku, rasa jenuh ini juga datang tanpa alasan.” Kyuhyun menutup matanya erat Saat kata-kata nista itu baru saja ia lontarkan dari mulutnya sendiri. Kyuhyun tahu, ia telah memperburuk suasana, semakin menghancurkan hati gadis itu. Tapi tak ada lagi kata yang tersisa di otak cerdas nya, kepalanya terlalu buntu bahkan hanya untuk mencari kata yang tepat. “Maafkan aku!”
            Eunhye menggigit bibir bawahnya, menahan kesesakan yang semakin melanda. Demi tuhan, kenapa harus semenyakitkan ini. jawaban yang di lontarkan kyuhyun terdengar begitu mengerikan di telinga eunhye. Tak pernah terlintas sedikitpun di benak eunhye bahwa prinsipnya selama ini lah yang akan menghancur leburkan hatinya. Senjata yang biasa ia gunakan untuk menghindari sesuatu kini berbalik menembak tepat ke jantung nya. Seakan ia tidak bisa lari dari jeratan menyakitkan yang telah disusun dengan sangat baik oleh takdir yang kini juga ikut berbalik memusuhinya.
            Eunhye memandang kyuhyun yang tengah menatapnya nanar. Jadi apakah memang ia harus berpisah dari pria yang sudah menemaninya selama 3 tahun ini? apakah ia akan membiarkan kyuhyun beranjak dari sisinya hanya karena kejenuhan yang tak beralasan. Mengapa hal itu terkesan sangat konyol saat ini. Eunhye tertawa miris, namun terdengar begitu memilukan bagi kyuhyun. “ Jadi apa kah kita harus mengakhiri nya sekarang?” eunhye menatap tepat kemanik mata kyuhyun dengan senyuman getir yang terlihat begitu menyedihkan.
            Kyuhyun mengepalkan tangannya erat. Gadis di hadapannya ini mengapa terlalu keras kepala. Jika memang sakit sebaiknya di keluarkan saja. Bukannya berpura-pura seakan ia tidak merasakan apa-apa. Kyuhyun akan sangat menerima jika eunhye meneriakinya ataupun membunuh nya juga sama sekali bukan masalah. Karena jika kyuhyun melihat raut eunhye yang Nampak tenang seolah dialah wanita pling tegar di dunia ini, hati kyuhyun hanya akan semakin perih. Kyuhyun akan terus merasa bahwa dirinya pria brengsek dari yang terbrengsek di muka bumi ini.
“ apa kita akan berpisa cho kyuhyun-ssi?” dan lagi eunhye mengatakan kata nista itu. Kyuhyun mengerjap. Hati nya berlipat kali semakin pedih saat kata-kata eunhye kembali mengingatkannya akan perpisahan. Sudah seharusnya kyuhyun mengatakan ‘Ia’ tapi mengapa lidahnya terasa kelu, dan malah mengucapkan kata “Mungkin” yang ia sendiri bingung dengan dirinya. Sebenarnya kau ini kenapa Cho kyuhyun, tidak ingin berpisah tapi juga tidak ingin lagi menemui gadis ini.   “ mungkin “ ulangnya lagi dengan mata memerah, menahan tangisan yang entah untuk menangisi apa. Mengapa kini kyuhyun lah yang terlihat sangat menyedihkan. Seolah dirinya lah yang di campakan saat ini.
“ Tidak Akan!”
Kyuhyun mengacak rambutnya gusar. Apalagi yang akan dikatakan gadis ini, mengapa kini eunhye mengeluarkan senyuman yang sangat manis. Demi tuhan, kyuhyun benar-benar bingung dengan keadaan ini.
“ Kau pikir kau siapa dengan seenaknya ingin meninggalkan ku. kau yang mengemis untuk memberikan hati ku padamu. Dan saat aku telah memberikan seutuhnya lalu kau bisa dengan leluasa mempermainkannya tuan cho?” eunhye memberi jeda. Ia menyerup milkshake coklat nya lalu kembali menatap kyuhyun tajam. “ Jangan harap aku akan membiarkan hal itu terjadi. Aku bukan gadis bodoh yang bisa kau sakiti begitu saja. Kau yang memulai berarti aku yang harus mengakhiri hubungan ini. jika aku tidak mau. Maka hal itu tidak akan terjadi.!” Eunhye menyeringai saat kyuhyun hanya mentapnya tidak percaya. terlihat seperti pria idiot yang pernah ada.
            Dalam hati kyuhyun merasa sedikit lega, setidaknya gadis ini sudah tidak lagi memakai topeng nya. Dia sudah menunjukkan sifat aslinya yang begitu egois., Arogan, dan percaya diri. Walaupun kyuhyun belum sepenuhnya mengerti dengan apa yang akan selanjutnya gadis mengerikan ini lakukan.
“ Aku akan memberi mu waktu selama satu tahun. Selama itu aku akan pergi ke paris! Saat aku kembali, aku akan mempertanyakan perasaan Jenuh mu itu, apakah masih sama atau sudah berubah. Hati manusia tidak ada yang bisa menebak, cho. Rasa jenuh yang kau rasakan saat ini pasti akan memiliki akhir. Dan saat itu tiba, aku yakin kau akan meronta meminta ku kembali ke korea! kembali kesisi ku” eunhye menyeringai semakin lebar. Terlihat sangat mengerikan namun mampu membuat kyuhyun merasa bahwa beban yang tadi menimpanya menguap begitu saja. Tanpa sadar kyuhyun mengulum senyum yang semakin merekah menandakan ia setuju dengan gadis mengerikan di hadapannya itu.  “ ku rasa kau terlalu percaya diri nona Kim!”
“ Insting ku tidak pernah Salah Tuan Cho!”
***
END

Ok selesai ... bagi reader yang baik, tinggalin komentar yaaaa ... tapi bukan berarti yangg nggak koment nggak baik looooo ... yang udah ngabaca FF ini semuanya baik ... hehehhehehhh 


1 komentar:

  1. Graton Casino & Resort - Mapyro
    Graton Casino & 구리 출장샵 Resort 의정부 출장마사지 - Near Yosemite National Park 천안 출장안마 and Casino - 오산 출장샵 Funner, CA. Find 광주광역 출장안마 reviews and discounts for AAA/AARP members, seniors,

    BalasHapus