Buat ngeramein blog Taiyo, Taiyo bawa FF terbaru ... tapi ... eeeeee ... tunggu dulu, ini bukan FF buatannya Taiyo, tapi punya teman Taiyo ...
ok ok ok ... langsung ajac ...
SATURATED
By Basyilia
Cast
Cho kyuhyun
Myung Soo
kim eunhye (OC)
Seperti
yang selalu kau katakan.
Semua
yang terjadi tidak memiliki alasan yang pasti
Kau
membenci tanpa alasan, kau mencintai tanpa alasan,
Begitupun
dengan ku, rasa jenuh ini juga datang tanpa alasan.
***
***
Berulang
kali Gadis dengan kacamata ber-frame putih itu memeriksa ponselnya. Menanti
sebuah panggilan atau mungkin sekedar pesan masuk untuk nya dari sosok yang
benar-benar ia rindukan. Namun nihil. Tak ada satu pun tanda-tanda kehadiran
pria itu semenjak satu minggu yang lalu. Kim Eunhye menghela napas gusar. Entah
apa yang telah terjadi, tapi yang jelas saat ini Gadis itu benar-benar merindukan
pria nya.
“Ya,
seongsaenim. Kau tidak mendengarkan ku?”
Eunhye terkesiap. Hentakkan seorang pria
di hadapannya membuat nya tersadar bahwa saat ini ia sedang membimbing salah
seorang mahasiswa tingkat akhir. Eunhye sedikit berdehem lalu menatap datar
pada mahasiswa mimbingannya yang sudah bersikap kurang ajar itu.
“ Kim myung soo, berani nya kau
membentak dosen mu sendiri” mata hitam pekat eunhye menatap tepat ke mata
kelabu myungsoo. Begitu tajam, hingga pria dengan rambut coklat tembaga itu
mengerjap beberapa kali ketika matanya terasa sedikit perih. Ah, tidak-tidak.
Sebenarnya bukan karena itu. Hanya saja dirinya yang terlalu ciut saat melihat
wajah menyeramkan professor kesayangannya ini. Kesayangan? Oh terdengar begitu
menjijikkan bukan.
“ itu karena professor tidak
mendengarkan ku!” sahut myungsoo menunduk. Sedikit menyesal dengan tindakan nya
yang tidak bisa menahan emosi. Ck, itu semua karena gadis ini terlalu dingin
padanya.
“
Mendengar omong kosong mu yang tidak berguna?” eunhye mendecih, beralih
mengambil sesuatu di dalam laci nya. Sebuah buku catatan yang tebalnya sekitar
5 jari lalu menyerahkannya pada myungsoo. “ ambil ini. selesaikan tugas akhir
mu dengan baik. Aku tidak lagi ingin melihat tulisan-tulisan tidak masuk akal
untuk laporan mu berikut nya.!” Tambah nya dingin.
Myungsoo menatap eunhye tidak percaya,
Dia harus mengulang proposal ini untuk yang ke-5 kalinya? Wow tidakkah dia
terlihat seperti mahasiswa yang dungu. Yang benar saja. Myungsoo sudah bertanya
ke beberapa senior nya dan menurut mereka proposal nya ini sudah sangat bagus.
Tapi mengapa dosen angkuh ini masih saja menolaknya. Kim eunhye ini kelewat pintar
atau bagaimana. “ tapi ini sudah sangat bagus seongsaenim!” sahut nya tak
terima.
“ Itu menurut mu. Tapi tidak bagiku!”
timpal eunhye sembari membereskan meja kerjanya. Hendak ingin keluar dari
ruangan membosankan itu. Kantornya yang cukup penuh dengan barang-barang tak
berguna. Ooh, bukan kah dia sendiri yang meletakkan nya di sana.
Myungsoo menghela napas frustasi.
Mengapa dulu ia memilih eunhye sebagai dosen pembimbing nya. Hanya dengan
iming-iming wajah cantik dan masih muda tanpa berpikir panjang myungsoo memilih
professor kim ini sebagai pembimbing nya. Tapi nyatanya, yang ada dia di
persulit dengan dosen Muda nan angkuh ini.
“
Kenapa? Kau tidak suka? Kalau begitu Cari pembimbing lain!” eunhye lagi-lagi
menatap myngsoo tajam. Bahkan hingga ke balik retina pria itu. Membuat myung
soo buru-buru mengambil buku yang tadi di berikan eunhye. Membungkuk sejenak
kemudian berlalu meninggalkan tempat itu sebelum tatapan eunhye benar-benar
membunuh mentalnya. Mengerikan.
Myung
soo memasuki limousine hitam milik nya. Duduk di kursi kemudi dengan wajah
memberengut. Tatapannya beralih pada buku catatan eunhye yang masih ia genggam.
Wajah masam nya kini tergantikan dengan Senyum yang kian merekah menghiasi
wajah nya yang memang tampan. Walaupun dosen angkuh itu selalu bersikap dingin
padanya, yah tapi setidaknya gadis itu mulai memperhatikannya kan. Bahkan ia
rela memberikan catatan pribadi nya untuk
myung soo. Betapa bahagianya pria yang sedang di mabuk cinta ini…
Myungsoo
mengalihkan pandangannya ke arah luar melalui jendela mobilnya. Kening nya
berkerut saat matanya menangkap sosok gadis yang berdiri di depan halaman Seoul
university. Myungsoo menatapa nanar pada gadis yang terlihat sedang menelpon
seseorang dengan wajah yang sama seperti biasa, datar tanpa ekspresi namun kali
ini dihiasi dengan cairan bening yang mulai menganak sungai di pipi putih salju
nya.
Gadis itu… menangis…
Ya tuhan sebenarnya ada apa dengan
professor kesayangan nya itu?
***
Kim
eunhye menyeruput Milkshake ke 5 nya bosan. Beralih memperhatikan arloji yang
bertengger manis di tangan Kirinya. Pukul 9 malam. Itu berarti ia sudah
menunggu kurang lebih 2 jam lamanya. Tapi pria yang di tunggu itu belum juga
menampakkan batang hidungnya.
Apakah Cho kyuhyun melupakan Janji nya?
Eunhye berulang kali menghela napas
panjang, mencoba menghalau rasa perih yang mulai mengintip. Rasa perih yang
bersumber dari sebuah ketakutan yang tak berdasar. Entah mengapa akhir-akhir
ini eunhye sering merasakan sesuatu yang aneh. Hal yang seakan membuatnya akan
kehilangan sesuatu. membuat harinya di penuhi dengan rasa takut walaupun ia
sama sekali tak mengerti apa alasan mengapa ia merasakan itu semua. Eunhye
menggeleng lemah. Tidak, ia tidak boleh larut dalam perasannya yang tidak jelas
dan konyol itu.
Eunhye
memperhatikan langit yang terlihat begitu terang malam hari ini, di penuhi
ribuan bintang seakan tak mengijinkan setetes pun hujan turun membasuh bumi.
Lebih tepat nya, tak ingin memberikan kenyamanan pada hati gusar eunhye. Dari
dulu sampai sekarang, satu-satu nya yang mampu membuat eunhye nyaman hanyalah
hujan, suara rintikan, sensasi dingin kulitnya saat tersentuh air hujan serta
aroma hujan yang terselip di balik tanah. Eunhye menyukai itu. Membuat nya
merasa bahwa ia benar-benar hidup di bumi ini.
Tapi
saat ini, ia merasa seakaan semua menghindarinya. Bahkan cho kyuhyun yang
selalu berada di sisinya selama ini pun tak mu menemuinya. Layaknya malam ini,
kyuhyun tak kunjung datang. Pria itu melupakan janjinya. Kyuhyun menghindari
seorang Kim eunhye.
Eunhye
beranjak keluar dari Café tersebut saat merasakan dadanya yang semakin sesak.
Mungkin mencari udara segar akan membuatnya sedikit lebih tenang. Gadis itu
memilih berjalan kaki menuju sebuah taman dekat apartement nya, berhubung jarak
yang tidak terlalu jauh Jadi tidak ada salahnya berolahraga pada malam hari di
cuaca dingin seperti ini bukan?
Kim eunhye hendak menyebrangi trotoar,
namun langkahnya terhenti saat melihat sosok yang sedari tadi ia tunggu kini
berada di café seberang. Ia melihat kyuhyun di balik kaca besar café tersebut .
melihatnya yang tengah bercanda dengan beberapa rekan bisnisnya yang Cukup
eunhye kenal.
Eunhye
menggigit bibir bawahnya menahan rasa sakit pada hatinya yang kian mendera,
mata nya tak lepas dari sosok kyuhyun yang terlihat begitu bahagia malam ini.
tertawa seakan tak memiliki beban. Beban akan janji yang ia lupakan.
Eunhye mengeluarkan ponselnya, menekan
beberapa tombol yang membentuk susunan kalimat. menulis seuatu pada pria yang
berhasil membuatnya cukup menderita hari ini. gadis itu menghela napas lelah
lalu kemudian melanjutkan perjalannya.
***
Kyuhyun
menghentikan tawanya saat merasa sesuatu di dalam sakunya bergetar. Pria itu
merogoh sakunya dan menemukan sebuah pesan masuk pada ponselnya. Kyuhyun menghela
napas berat saat membaca nama si pengirim pesan tersebut. ia lalu memasukkan
kembali ponsel itu ke dalam sakunya,
sama sekali tak berniat membuka pesan itu.
Kyuhyun kembali menyerup lattenya yang
kini tersisa setengah. Menyandarkan punggung nya pada kursi yang ia duduki. Beralih
memandangi jalan kota seoul yang cukup sepi pada malam hari ini, jelas saja,
ini kan sudah memasuki musim dingin. Hanya orang bodoh yang masih berkeliaran
di luar ruangan tanpa adanya penghangat.
“
Yak! Kyuhyun-ah!” kyuhyun tersentak saat eunhyuk salah satu rekan bisnis
sekaligus sahabat nya itu mengagetkannya dengan suara paling menyebalkan yang
pernah kyuhyun dengar. Pria itu lantas memandang tidak suka kepada eunhyuk yang
kini tengah melemparkan bokong nya pada kursi di seberang kyuhyun “ Aku bertemu Kekasih mu di depan sana!”
lanjut eunhyuk sembari menunjuk ke arah trotoar di depan café yang mereka
tempati saat ini. “Aku mengajak nya untuk kemari tapi ia menolak. Apa kalian
sedang bermasalah?” tambah nya dengan memandangi kyuhyun yang hanya diam
memperhatikan tempat yang eunhyuk tunjuk tadi.
“
Kau mengatakan kalau aku ada di sini?” Tanya kyuhyun tanpa mengalihkan
pandangannya sedikit pun.
“ Ya.” Jawab eunhyuk singkat sembari
menyerup caramel macchiato nya yang baru saja diantarkn oleh salah seorang
pelayan. Kyuhyun melirik eunhyuk kesal. Kenapa pria itu memberitahun
keberadaannya. Sial! “ Tapi walaupun aku tidak memberitahunya pun dia sudah
tahu lebih dulu!” tambah eunhyuk yang hanya membuat kerutan di kening kyuhyun
bertambah. “Aku mengajaknya kemari karena melihatnya memandangi mu dari trotoar
seberang sana. Kupikir ia ingin bergabung tapi ternyata tidak!” ujarnya lagi seakan mengetahui isi pikiran
kyuhyun.
Kyuhyun
merasa napasnya tercekat. Bagaimana ini, bagaimana jika eunhye menyadari bahwa
ia kini tengah berusaha untuk menjauhinya. Menjauhi nya tanpa alasan yang
jelas. Bahkan saat ini kyuhyun merasa menjadi pria paling brengsek di dunia
karena sudah membuat gadis nya menunggu terlalu lama. Yah, kyuhyun sadar ia
sengaja tidak menemui eunhye di café yang ia janjikan sendiri dan lebih memilih
bergabung dengan para sahabatnya di tempat ini. entah apa yang terjadi pada
dirinya, tapi yang jelas saat ini kyhuhyun merasa tidak ingin bertemu dulu
dengan eunhye.
“
Apa benar kalian tengah bermarahan?” kyuhyun melirik heechul yang menatapnya intens.
Kyhyun tahu benar bahwa heechul sangat tidak suka bila ia menyakiti eunhye,
gadis yang sudah di anggap adik bagi pria itu. “ Tidak!” sahut kyhyun malas.
“ Lalu apa dia membuat mu kesal?” kini
sungmin yang melayangkn pertanyaan memuakkan bagi kyuhyun. “ Tidak!” sahut
kyuhyun seadanya. Sahabat-sahabat nya ini terlalu ingin tahu dengan urusan
pribadinya. Seperti mereka tidak punya pekerjaan lain saja. Merasa bosan, pria
itu lantas menyerup latte nya hingga habis.
“ Atau mungkin Kau yang membuat eunhye
kesal hingga ia tidak ingin menemui mu. Begitu kah cho kyuhyun?” kyuhyun
terkesiap. Fokus nya menghilang entah kemana saat pertanyaan yang nyaris
menyerupai pernyataan di lontarkan heechul dengan nada mengintimidasi yang
sangat kentara. Kyuhyun mencengram cangkir latte nya kuat membiarkannya terus
berada di udara, seakan mengalihkan focus nya yang sempat kacau dalam beberapa
detik lalu.
Kyhyun
meletakkan cangkir nya kembali ke atas meja, sebelum cangkir itu benar-benar
retak akibat cengkramannya yang begitu kuat. Kyuhyun menatap heechul dengan
tatapan yang di buat setenang mungkin. menghela napas sejenak lalu kemudian
berkata “ Kenapa kau selalu mencampuri urusan pribadi ku Hyeong? Tenang saja,
aku tidak akan menyakiti adik kesayangan mu itu!” kyuhyun menyeringai, lalu
beranjak meninggalkan ke tiga sahabat nya yang berhasil membuat kyuhyun kesal
dengan pertanyaan-pertanyaan yang entah mengapa sangat mengena di hati kyuhyun.
Pria itu beranjak memasuki Audi putih nya dengan berbagai pemikiran yang terus
berkecamuk di kepala kyuhyun.
kyuhyun
merogoh ponsel yang ada di saku celananya. Ia hanya ingin membuka pesan yang
tadi dia abaikan. Pesan dari Eunhye.
Mungkin saja gadis itu akan memakinya
karena dengan sengaja membatalkan janji bahkan tanpa memberitahunya, membiarkan
gadi itu menunggu nya cukup lama. Kyuhyun akan menerima jika eunhye mengumpat
nya, ia pantas mendapatkan itu semua. Sangat pantas.
Namun
apa yang kyuhyun baca saat ini berbanding terbalik dengan apa yang di
perkirakannya. Mata nya memanas, napas nya terasa tercekat bahkan sangat sulit
mencerna kata-demi kata yang tertera pada layar ponsel nya. Entah mengapa
hatinya seakan ter-iris. Kyuhyun mencengkram kemudi nya kuat hingga buku-buku
jarinya memutih. Menahan segala emosi, rasa bersalah dan sesak yang berkecamuk
menjadi satu. Membuat kyuhyun ingin membunuh dirinya yang begitu Hina saat ini
juga.
Jika
kau merasa bosan dengan ku. temui aku di taman biasa, Jangan menghindar Cho
kyuhyun. Kau menyakiti ku.
***
Suhu
yang semakin dingin tak gentar membuat eunhye beranjak dari tempatnya. Duduk di
bawah pohon oak yang rimbun sama sekali tak mampu menaikkan sedikit saja suhu
pada malam hari ini. Dingin, itu lah yang eunhye rasakan saat ini. bahkan
tubuhnya nyaris membeku sebentar lagi. Tapi seakan tak peduli gadis itu tetap
saja berada di taman terbuka itu, membiarkan angin musim Gugur membelai tubuh
nya yang mulai rapuh, sangat pucat.
Tapi
tak ada yang mengira bahwa cuaca dingin seperti ini lah yang mampu menenagkan
seorang Kim Eunhye. Menenangkannya dari segala rasa sakit yang tak henti
menimpa Hati nya. Mencoba melupakan rasa Perih itu dan Beralih focus pada
tubuhnya yang mulai membeku. Memilih merasakan dingin yang menembus tulangnya
daripada larut dalam keperihan hatinya. Dan usahanya itu tidak sia-sia.
Eunhye
terlonjak kaget ketika sesuatu yang hangat menimpa tubuh nya. Ia lantas
mendongak dan mendapati pria berperawakan tinggi tengah menatapnya sengit.
Eunhye mengernyit, merasa bingung bagaimana bisa mahasiswa bimbingannya itu
bisa ada di sini. Lantas gadis itu mengambil mantel yang masih berada di
punggung nya, berdiri mensejajarkan tubuhnya pada Kim Myung soo. “Apa?”
“ Gadis bodoh!” myung soo menarik mantel yang di genggam
eunhye, memasangkannya dengan benar di tubuh gadis itu, tidak perduli dengan
tatapan heran bercampur tidak terima yang di lemparkan gadis di hadapannya itu.
“ Berada di ruangan terbuka selama 2 jam dengan pakaian tipis seperti ini. aku
bahkan sekarang meragukan kecerdasan mu Profesor Kim!” myung soo tak henti
melontarkan semua yang di tahannya sedari tadi. Kata-kata yang menurut nya
pantas untuk eunhye yang begitu bodoh. Sementara eunhye, hanya menatap pria itu
bingung.
“ Kau ini benar-benar bodoh. Apa kau
tidak punya rumah? Untuk apa membekukan diri di cuaca dingin seperti ini? Menyiksa diri seperti ini apa itu bagus? Kau
ingin mati membeku. Dimana kau simpan otak Pintar mu itu Kim eunhye?”
“Yak!” eunhye menjerit tertahan merasa
panas dengan semua umpatan yang di lontarkan myungsoo mahasiswa paling kurang
ajar yang pernah ia temui. Oh, berani-berani nya pria ini mengatai dosennya
sendiri dengan sebutan bodoh. Pria ini ingin mati muda rupanya.
Eunhye
mendorong kecil tubuh myungsoo, menunjuk tepat di depan wajah pria itu dengan
tatapan tak kalah tajam nya. “ Kau....” eunhye menghela napas sejenak sebelum
melanjutkan “ Apa masalah mu, huh?”
Myung
soo mendengus, gadis di hadapannya ini benar-benar keras kepala. Myungsoo
beranjak duduk di bangku yang di tempati eunhye tadi. Sudah tidak tahu apa yang
harus di lakukan nya untuk gadis berhati batu macam kim eunhye. “ Keras
kepala!” rutuknya kesal.
Eunhye
memandang myungsoo dengan tatapan tidak suka. “ Kau benar-benar kurang ajar Kim
myung soo! Berani nya kau bersikap seperti itu pada dosen m sendiri! Kau ingin
mati huh?” eunhye mendelik tajam.
Myungsoo melirik eunhye acuh. “ Kenap?!
Ini bukan lah jam pelajaran, jadi Bukan masalah, lagi pula kita ini seumuran.
Jujur saja aku tidak suka bersikap formal di hadapan gadis incaran ku!” sahut
nya santai, tangan nya terjulur menggapai tangan eunhye menarik gadis itu untuk
duduk di sebelahnya.
Eunhye menurut. Tubuhnya sama sekali
tidak bisa memberontak lagi, suhu dingin sudah banyak menguras energy nya.
Bahkan untuk menyanggah perkataan myungsoo pun ia tidak sanggup lagi. “ Kau
kedinginan nona kim!” eunhye bisa menangkap raut khawatir di wajah tampan myung
soo. Sungguh, eunhye sangat tidak suka jika orang menganggap nya lemah,
mencemaskan dirinya seperti gadis bodoh yang tak berdaya.
“Aku
baik-baik saja!” eunhye melepaskan genggaman myungsoo di telapak tangannya.
Namun seakan tak terima myungsoo malah beralih memeluk tubuh mungil eunhye. Lagi-lagi
eunhye tak memberontak, tubuhnya memang terlalu lemah saat ini. “ Aku tidak
akan membiarkan mu melakukan hal bodoh seperti ini lagi hanya karena seorang
pria yang sengaja menyia-nyiakan mu!” ujar myungsoo dalam pelukannya yang
semakin erat.
“Maafkan aku telah bersikap seperti ini.
professor kim, tapi…” myungsoo menghela napas berat, sebelum melanjutkan “ Aku
tidak suka melihat gadis yang ku cintai menangisi Pria lain!”
Eunhye merasa tubuhnya bergetar semakin
keras, bahkan frekuensi detak jantungnya sudah tak terdeteksi lagi. pria ini
baru saja menyatakan perasaaannya, bukankah begitu? Oh, entah mengapa kepala
eunhye bertambah pusing dengan kenyataan-kenyataan yang terus berbondong
menghampirinya. Sekali lagi eunhye menghela napas lelah, mungkin ia akan
menjadikan hari ini sebagai hari terberatnya. “ Myungsoo-ya, selesaikan dulu
kuliah mu dengan nilai tinggi. Baru kau berbicara tentang cinta.!” Ujar eunhye
lirih. Hanya kata-kata itu yang tersisa di kepalanya saat ini, entah itu akan
menyakiti perasaan pria yang masih mendekap nya ini atau tidak.
“
Apa adegan berpelukannya belum selesai, aku sudah terlalu lama menunggu!”
Entah mendapat kekuatan dari mana eunhye
mendorong tubuh myungsoo paksa saat suara bass itu menyapa telinganya. Eunhye
menoleh ke asal suara, dan mendapati kyuhyun tengah beradu pandang dengan
myungsoo. Tatapan tajam yang begitu menyilaukan dari keduanya.
“
Menjauh dari kekasih ku!” kyuhyun memperingatkan, tatapannya seakan
mengintimidasi, bersiap mencengkram myungsoo yang tak juga beranjak dari
tempatnya. Bahkan pria itu seakan menantang kyuhyun “ Bermimpi saja kau!” balas
nya sengit.
“Myungsoo-ya tinggalkan kami berdua!”
eunhye sudah tidak tahan melihat keduanya beradu argument melalui tatapan
mengerikan dari keduanya. Lebih baik ia menjadi penengah daripada ada yang
terluka nantinya. Tidak akan eunhye biarkan hal itu terjadi.
Myungsoo
menghela napas, ia melirik eunhye dengan tatapan sendu nya yang begitu memikat.
Air muka nya berubah seketika, menatap kasih kearah eunhye yang hanya
memandangnya datar. “ Baiklah, Tapi aku akan kembali membawa IP 4. Dan
melanjutkan pembicaraan kita yang sempat terputus karena seekor kucing
pengganggu!” ujarnya dengan penuh penekanan di akhir kalimat, myungsoo
menyeringai. Menatap remeh kepada kyuhyun yang tengah menahan emosi nya dengan
rahang yang terkatup rapat.
Kyuhyun mendecih, lalu beranjak
mendekati eunhye. Mengulurkan tangangannya mencoba meraih lengan gadis itu.
Kyuhyun membulatkan matanya sedikit terkejut saat sesuatu yang ia genggam
begitu dingin bagaikan bongkahan es, kyuhyun mendapati jemari eunhye dalam
genggamannya, lantas pria itu memberikan kaos tangan hangatnya, memakaikannya
pada gadis itu secara perlahan. Lalu beralih pada syalnya, kembali
memakaikannya pada eunhye yang hanya diam memandang kyuhyun dengan tatapan yang
bahkan eunhye saja tidak mengerti tatapan seperti apa yang ia perlihatkan saat
ini. perasaannya terlalu sulit untuk di jabarkan.
kyuhyun
menarik eunhye menjauhi myungsoo yang hanya menatap tidak suka dengan
tingkah kyuhyn yang seenaknya. Kyuhyun membawa eunhye memasuki mobilnya yang
terparkir tidak jauh dari tempat mereka tadi. Eunhye menurut, sama sekali tidak
mengeluarkan sepatah kata pun dengan semua tindakan kyuhyun pada nya tadi. Ia
terlalu sibuk mengatur napasnya yang tidak teratur karena sesuatu yang
membuncah dari dalam dadanya, perasaan Cemas bercampur bahagia yang entah
berasal dari mana.
Saat
ini mereka berdua berada di sebuah café
hanya demi menghangatkan tubuh masing-masing. Keheningan menyelimuti.
Tak ada satupun dari eunhye maupun kyuhyun yang hendak memulai pembicaraan,
semuanya sibuk dengan pemikiran masing- masing pihak.
Kyuhyun
menyerup coklat panasnya. Mencoba membasahi tenggerokannya yang terasa kering,
terlalu kering hingga membuat nya tidak bisa mengeluarkan barang sekata pun.
Semua itu karena sebuah perasaan konyol yang bahkan ia sendiri tidak mengerti
bagaimana bisa mendapatkannya. Kyuhyun melirik eunhye dari sudut matanya, gadis
itu hanya diam memandang kosong cangkir coklat panasnya. Kyuhyun sama sekali
tidak bisa membaca apa yang sedang dipikirkan gadis itu. Apakah ia merasa
kecewa dengan kyuhyun yang sudah jelas terlihat menjauhinya selama sepekan ini,
apakah kyuhyun telah menyakitinya? ooh ayolah kyuhyun benar-benar ingin tah isi hati gadis itu saat ini.
Kyuhyun mengalihkan pandangannya saat mata
eunhye terarah padanya, tentu saja kini ia terlihat seperti memandangi gadis
itu. Kyuhyun berdehem. Mengusir kecanggungan yang terus mencekik mereka berdua.
“
Katakan jika kau ingin berpisah!” suara lembut eunhye mengalun begitu lambat di
telinga kyuhyun. sangat sulit bahkan hanya untuk sekedar mencernanya. Berpisah?
Apakah kyuhyn ingin berpisah? Oh, astaga, semua perasan yang kyuhyun rasakan
saat ini memang sudah seharusnya menuju kata perpisahan. Seharusnya kyuhyun tidak
perlu kaget jika eunhye yang mengatakan kata Nista itu terlebih dahulu, Gadis
itu terlalu pintar menebak situasi. Instingnya yang kuat tidak pernah salah.
Kyuhyun tahu benar akan hal itu. Tapi…
“
Tapi setidaknya berikan aku satu alasan!” lanjut eunhye dengan suara dibuat
setenang mungkin, sekalipun tangannya bergetar di bawah sana. Eunhye masih bisa
menyembunyikan rasa perih yang tak henti menggerogoti hatinya saat ini. mencoba
terlihat tegar seperti biasa.
Kyuhyun
melemparkan tatapan tidak percaya, tidak percaya bahwa eunhye akan terlihat
baik-baik saja. Tidak! Gadis itu sedang tidak baik-baik saja. Kyuhyun bisa
merasakannya, kyuhyun bisa melihat kepedihan di mata gadisnya. Gadis itu tengah
menahan segala siksaan yang di timbulkan oleh kyuhyun sendiri. Kyuhyun merasa
bahwa dirinya pria terburuk yang pernah ada. Terlebih ia sama sekali tak bisa
memberikan sebuah alasan yang sinkron. Bahkan dirinya sendiri belum bisa
mengerti dengan perasaan Jenuh nya saat ini. Tuhan, seharusnya kau bunuh saja
Pria itu!
“Seperti yang selalu kau katakan. Semua
yang terjadi tidak memiliki alasan yang pasti Kau membenci tanpa alasan, kau
mencintai tanpa alasan. Begitupun dengan ku, rasa jenuh ini juga datang tanpa
alasan.” Kyuhyun menutup matanya erat Saat kata-kata nista itu baru saja ia
lontarkan dari mulutnya sendiri. Kyuhyun tahu, ia telah memperburuk suasana,
semakin menghancurkan hati gadis itu. Tapi tak ada lagi kata yang tersisa di
otak cerdas nya, kepalanya terlalu buntu bahkan hanya untuk mencari kata yang
tepat. “Maafkan aku!”
Eunhye
menggigit bibir bawahnya, menahan kesesakan yang semakin melanda. Demi tuhan,
kenapa harus semenyakitkan ini. jawaban yang di lontarkan kyuhyun terdengar
begitu mengerikan di telinga eunhye. Tak pernah terlintas sedikitpun di benak eunhye
bahwa prinsipnya selama ini lah yang akan menghancur leburkan hatinya. Senjata
yang biasa ia gunakan untuk menghindari sesuatu kini berbalik menembak tepat ke
jantung nya. Seakan ia tidak bisa lari dari jeratan menyakitkan yang telah
disusun dengan sangat baik oleh takdir yang kini juga ikut berbalik
memusuhinya.
Eunhye
memandang kyuhyun yang tengah menatapnya nanar. Jadi apakah memang ia harus
berpisah dari pria yang sudah menemaninya selama 3 tahun ini? apakah ia akan
membiarkan kyuhyun beranjak dari sisinya hanya karena kejenuhan yang tak
beralasan. Mengapa hal itu terkesan sangat konyol saat ini. Eunhye tertawa
miris, namun terdengar begitu memilukan bagi kyuhyun. “ Jadi apa kah kita harus
mengakhiri nya sekarang?” eunhye menatap tepat kemanik mata kyuhyun dengan
senyuman getir yang terlihat begitu menyedihkan.
Kyuhyun
mengepalkan tangannya erat. Gadis di hadapannya ini mengapa terlalu keras
kepala. Jika memang sakit sebaiknya di keluarkan saja. Bukannya berpura-pura
seakan ia tidak merasakan apa-apa. Kyuhyun akan sangat menerima jika eunhye
meneriakinya ataupun membunuh nya juga sama sekali bukan masalah. Karena jika
kyuhyun melihat raut eunhye yang Nampak tenang seolah dialah wanita pling tegar
di dunia ini, hati kyuhyun hanya akan semakin perih. Kyuhyun akan terus merasa
bahwa dirinya pria brengsek dari yang terbrengsek di muka bumi ini.
“ apa kita akan berpisa cho
kyuhyun-ssi?” dan lagi eunhye mengatakan kata nista itu. Kyuhyun mengerjap.
Hati nya berlipat kali semakin pedih saat kata-kata eunhye kembali
mengingatkannya akan perpisahan. Sudah seharusnya kyuhyun mengatakan ‘Ia’ tapi
mengapa lidahnya terasa kelu, dan malah mengucapkan kata “Mungkin” yang ia
sendiri bingung dengan dirinya. Sebenarnya kau ini kenapa Cho kyuhyun, tidak
ingin berpisah tapi juga tidak ingin lagi menemui gadis ini. “ mungkin “ ulangnya lagi dengan mata
memerah, menahan tangisan yang entah untuk menangisi apa. Mengapa kini kyuhyun
lah yang terlihat sangat menyedihkan. Seolah dirinya lah yang di campakan saat
ini.
“ Tidak Akan!”
Kyuhyun mengacak rambutnya gusar.
Apalagi yang akan dikatakan gadis ini, mengapa kini eunhye mengeluarkan
senyuman yang sangat manis. Demi tuhan, kyuhyun benar-benar bingung dengan
keadaan ini.
“ Kau pikir kau siapa dengan seenaknya
ingin meninggalkan ku. kau yang mengemis untuk memberikan hati ku padamu. Dan
saat aku telah memberikan seutuhnya lalu kau bisa dengan leluasa
mempermainkannya tuan cho?” eunhye memberi jeda. Ia menyerup milkshake coklat
nya lalu kembali menatap kyuhyun tajam. “ Jangan harap aku akan membiarkan hal
itu terjadi. Aku bukan gadis bodoh yang bisa kau sakiti begitu saja. Kau yang
memulai berarti aku yang harus mengakhiri hubungan ini. jika aku tidak mau.
Maka hal itu tidak akan terjadi.!” Eunhye menyeringai saat kyuhyun hanya
mentapnya tidak percaya. terlihat seperti pria idiot yang pernah ada.
Dalam
hati kyuhyun merasa sedikit lega, setidaknya gadis ini sudah tidak lagi memakai
topeng nya. Dia sudah menunjukkan sifat aslinya yang begitu egois., Arogan, dan
percaya diri. Walaupun kyuhyun belum sepenuhnya mengerti dengan apa yang akan
selanjutnya gadis mengerikan ini lakukan.
“ Aku akan memberi mu waktu selama satu
tahun. Selama itu aku akan pergi ke paris! Saat aku kembali, aku akan
mempertanyakan perasaan Jenuh mu itu, apakah masih sama atau sudah berubah.
Hati manusia tidak ada yang bisa menebak, cho. Rasa jenuh yang kau rasakan saat
ini pasti akan memiliki akhir. Dan saat itu tiba, aku yakin kau akan meronta
meminta ku kembali ke korea! kembali kesisi ku” eunhye menyeringai semakin
lebar. Terlihat sangat mengerikan namun mampu membuat kyuhyun merasa bahwa
beban yang tadi menimpanya menguap begitu saja. Tanpa sadar kyuhyun mengulum
senyum yang semakin merekah menandakan ia setuju dengan gadis mengerikan di
hadapannya itu. “ ku rasa kau terlalu
percaya diri nona Kim!”
“ Insting ku tidak pernah Salah Tuan
Cho!”
***
END
Ok selesai ... bagi reader yang baik, tinggalin komentar yaaaa ... tapi bukan berarti yangg nggak koment nggak baik looooo ... yang udah ngabaca FF ini semuanya baik ... hehehhehehhh